JAKARTA, desapenari.id – IM57+: Fakta Sidang Cukup, KPK Buka Penyidikan terhadap Firli Bahuri. Ketua IM57+ Institute, Lakso Anindito, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera memeriksa mantan Ketua KPK Firli Bahuri. Desakan ini muncul setelah Penyidik KPK, AKBP Rossa Purbo Bekti, memberikan kesaksian dalam sidang kasus korupsi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto pada Jumat (8/5/2025). Rossa mengungkapkan bahwa Firli Bahuri pernah mengumumkan kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) yang belum selesai. Akibatnya, tindakan Firli dinilai telah membocorkan informasi operasi senyap.
Lakso menegaskan, fakta tersebut harus segera ditindaklanjuti melalui penyidikan. Menurutnya, KPK tidak hanya perlu menerbitkan perintah penyelidikan, melainkan langsung melakukan penyidikan karena bukti permulaan sudah cukup kuat. “Fakta ini perlu ditindaklanjuti melalui penyidikan. KPK sudah seharusnya bukan hanya menerbitkan perintah penyelidikan, tetapi penyidikan atas kasus ini karena bukti permulaan sudah memadai,” tegas Lakso dalam keterangan tertulisnya, Minggu (11/5/2025).
Selanjutnya, Lakso menyatakan bahwa KPK tidak perlu ragu memeriksa kasus korupsi yang melibatkan mantan pegawainya sendiri. Ia mengingatkan bahwa KPK pernah menangani dan menuntut insan KPK yang terlibat korupsi sebelumnya. Terlebih, Firli adalah Pimpinan KPK yang memberikan dampak yang lebih luas ketika korupsi. Fakta sidang ini cukup untuk membuka surat perintah penyidikan untuk memproses Firli,” tambahnya.
Sebelumnya, dalam sidang kasus Hasto Kristiyanto, Rossa Purbo Bekti mengungkap bahwa Firli Bahuri telah melakukan pelanggaran serius. Selain membocorkan informasi OTT yang belum final, Firli juga mengganti satuan tugas (Satgas) yang sedang memburu buronan Harun Masiku tanpa alasan jelas.
Dengan demikian, tekanan terhadap KPK untuk segera bertindak semakin besar. IM57+ Institute menilai bahwa kesaksian Rossa dalam sidang telah memberikan dasar kuat bagi KPK untuk memulai penyidikan formal terhadap Firli Bahuri.
Di sisi lain, publik juga menunggu langkah tegas KPK dalam menindaklanjuti kasus ini. Pasalnya, kasus ini bukan hanya menyangkut integritas mantan pimpinan KPK, tetapi juga mempengaruhi kredibilitas lembaga antirasuah tersebut.
Sementara itu, Firli Bahuri belum memberikan tanggapan resmi terkait kesaksian Rossa tersebut. Namun, jika KPK benar-benar memulai penyidikan, ia berpotensi menghadapi proses hukum yang serius. Kasus ini juga bisa menjadi ujian bagi KPK dalam menunjukkan konsistensinya memberantas korupsi tanpa pandang bulu.
Sebagai penutup, Lakso kembali menegaskan bahwa fakta-fakta yang terungkap di persidangan sudah sangat jelas. “KPK tidak boleh lagi menunda-nunda. Dengan demikian, semua pihak kini menunggu keputusan KPK apakah akan segera memproses Firli Bahuri atau tidak.