MALANG, Desapenari.id – Sampai saat ini, pihak kepolisian masih terus membongkar kasus ledakan petasan di Singosari yang bikin sebuah rumah di Dusun Sumbul, Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, hancur berkeping-keping. Pasti penasaran kan, apa sebenarnya yang terjadi?
Menariknya, hingga kini, polisi sudah memanggil sejumlah saksi untuk mengorek keterangan. Tujuannya jelas: mengungkap apakah rumah milik warga bernama Sumari tersebut ternyata dijadikan tempat produksi petasan ilegal atau tidak. Wah, kalau iya, bahaya banget!
Kapolsek Singosari AKP Achmad Zainuddin menjelaskan bahwa proses penyelidikan kini dilakukan secara kolaboratif. Artinya, Satreskrim Polres Malang tidak sendiri—mereka bekerja bareng Polda Jatim. Ingat, insiden ledakan petasan di Malang ini terjadi pada Minggu (24/5/2026) malam lalu. Mengerikan sekali waktu kejadiannya!
“Sudah ada beberapa saksi kami mintai keterangan, rata-rata tidak tahu kegiatan (dalam rumah) yang ada hubungannya dengan kejadian,” ujar Zainuddin saat dikonfirmasi, Kamis (28/5/2026). Jadi, masih banyak misteri yang harus dipecahkan, guys!
Satu Korban Alami Luka Bakar 60 Persen – Kondisinya Kritis!
Akibat peristiwa tragis ini, enam orang yang merupakan satu anggota keluarga alami luka-luka. Kabar baiknya, lima korban luka ringan saat ini sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan medis. Lega sedikit, ya.
Namun, kondisi berbeda dialami oleh satu korban bernama Arifin (26). Ia dilaporkan mengalami luka berat dan masih harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. Bayangkan, luka bakarnya mencapai 60 persen!
Saat ini, polisi sendiri masih menunggu kondisi kesehatan Arifin membaik. Mengapa? Karena ia akan dimintai keterangan lebih lanjut selaku saksi kunci. Pasti keterangannya sangat penting untuk mengungkap kasus ini.
“Sebab ia mengalami luka bakar hampir 60 persen dan informasinya besok akan dioperasi,” imbuh Zainuddin terkait kondisi korban ledakan petasan Singosari. Doakan cepat sembuh, ya.
Adapun daftar lima korban luka ringan yang sudah dipulangkan ke rumah kerabatnya adalah:
- Yantin (52)
- Vitaniyah (25)
- Malinda (15)
- Kenzi Alfaro (3)
- Febriansyah (10)
Kasihan sekali anak kecil usia 3 tahun juga jadi korban!
Tetangga Tidak Tahu Ada Aktivitas Racik Petasan – Serba Tertutup!
Menariknya, hubungan sosial yang tertutup membuat warga sekitar tidak mengetahui adanya aktivitas berbahaya di dalam rumah Sumari sebelum petasan meledak di Malang tersebut terjadi. Kok bisa, ya?
Hal ini langsung dikonfirmasi oleh Kepala Desa Klampok, Jefry Arnast. “Kalau masalah petasan kami tidak tahu karena semua tertutup, sehari-harinya juga tidak ada yang tahu. Pihak kepolisian juga masih melakukan penyelidikan,” kata Jefry dengan tegas.
Lalu, apa kata warga tentang Sumari? Menurut Jefry, keseharian Sumari dikenal warga bekerja sebagai seorang tukang bangunan. Jadi, wajar jika tidak ada yang curiga dengan aktivitas di rumahnya. Sungguh mengejutkan semua pihak!
Kronologi Ledakan dan Kerusakan Rumah 90 Persen – Hancur Total!
Berdasarkan data yang dihimpun, kronologi ledakan petasan di Singosari Malang ini bermula pada Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, Sumari sedang berada di area kandang belakang untuk memberi makan ternak kambingnya. Untunglah ia selamat!
“Pak Sumari ngasih makan kambing, keluarga lain itu ada di dalam rumah jadi gak ada kegiatan apa-apa. Kemudian lima menit ngasih makan kambing, Pak Sumari dengar ledakan,” ungkap Jefry menjelaskan.
Bayangkan, suara dentuman keras tersebut langsung mengagetkan Sumari. Ketika bergegas keluar dari kandang, ia mendapati rumahnya sudah dalam kondisi hancur berantakan sementara anggota keluarganya terjebak di dalam bangunan yang rusak. Pasti syok berat!
Akibat fatal dari kejadian ini, rumah hancur akibat petasan milik Sumari tersebut mengalami tingkat kerusakan fisik mencapai hampir 90 persen. Hanya 10 persen yang tersisa! Karena rumah sudah tidak layak huni, lima anggota keluarga yang telah keluar dari rumah sakit terpaksa mengungsi di kediaman kerabat mereka. Sedih sekali nasib mereka.
Polisi Sita Barang Bukti Alat Peracik – Dugaan Kuat Produksi Ilegal!
Meskipun status produksi petasan rumahan ini masih diselidiki, Tim Laboratorium Forensik dan penyidik kepolisian bergerak cepat. Mereka telah mengamankan sejumlah barang bukti kuat di lokasi kejadian perkara (TKP). Apa saja, ya?
Barang bukti yang disita petugas antara lain:
- Selongsong petasan berisi residu serbuk petasan.
- Serpihan kertas yang masih menyisakan bubuk mesiu.
- Alat pemadat bubuk petasan.
- Sumbu petasan.
- Sejumlah alat terindikasi kuat yang digunakan untuk meracik.
Wah, cukup lengkap juga barang buktinya!
Dugaan awal dari pemeriksaan sementara Tim Opsnal menunjukkan bahwa ledakan dahsyat ini bersumber dari petasan rakitan yang sedang dibuat di dalam rumah. Jadi, kemungkinan besar ini adalah praktik produksi petasan rumahan yang sangat berbahaya!
Kendati demikian, Polres Malang masih terus melakukan pendalaman. Mereka ingin memastikan motif dan asal-usul bahan peledak tersebut secara pasti. Dari mana mereka mendapatkan bahan-bahan berbahaya itu? Ini yang masih menjadi teka-teki besar.
Yang jelas, insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Produksi petasan rumahan bukan hanya ilegal, tapi juga mengancam jiwa seluruh anggota keluarga dan tetangga sekitar. Tetap waspada, ya, Sahabat Desapenari! Ikuti terus perkembangan kasus ini hanya di media terpercaya kami.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

