Jakarta, Desapenari.id – Wah, ada kabar mengejutkan nih dari dunia pernarkotikaan! Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) baru saja mengambil tindakan tegas yang bikin publik terpana. Mereka memindahkan sebanyak 40 narapidana berstatus high risk atau berbahaya dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Palembang, Sumatera Selatan, menuju ke Lapas super ketat Nusakambangan pada Jumat (22/5/2026). Bayangkan, pulau yang terkenal angker dan penuh misteri itu kini kembali kedatangan “penghuni spesial”!
Total Sudah 88 Orang! Operasi Senyap Terus Berlanjut
Nah, setelah perpindahan dramatis ini, total warga binaan yang sudah ditarik paksa ke Nusakambangan selama bulan Mei 2026 saja mencapai 88 orang. Gila banget, kan? Artinya, dalam hitungan hari, pulau penjara paling menyeramkan di Indonesia ini terus dijejali para napi kelas kakap yang dianggap paling “nakal” dan sulit diatur. Seolah-olah sedang ada “operasi bersih-bersih besar-besaran” terhadap lapas-lapas yang selama ini dianggap bermasalah.
Dirjen Pas Buka Suara: Ini Demi Keamanan!
“Langkah ini akan terus kami lakukan tanpa kenal lelah untuk mewujudkan pembinaan dan pengamanan yang tepat bagi warga binaan,” tegas Dirjen Pas Mashudi dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Minggu (24/5/2026).
Dengan nada penuh keyakinan, ia pun menambahkan, “Untuk warga binaan yang masuk kategori high risk, Nusakambangan adalah tempat yang kami harapkan akan mengubah perilaku mereka. Di sana, mereka kami didik keras agar menjadi warga binaan yang patuh pada aturan dan mengikuti program pembinaan dengan baik.” Jadi, jangan heran kalau para napi nakal ini bakal “sekolah” di tempat yang paling ekstrem se-Indonesia!
Disebar ke 6 Lapas Misterius!
Lebih detail lagi, Mashudi membeberkan bahwa 40 warga binaan berbahaya itu berasal dari Lapas Kelas 1 Palembang, dan mereka kami sebar secara merata ke 6 lapas berbeda di kawasan Nusakambangan. Enam lapas yang menjadi “rumah baru” mereka antara lain Lapas Kelas 1 Batu, Lapas Kelas IIa Pasir Putih, Lapas Kelas IIa Narkotika, Lapas Kelas IIa Ngaseman, Lapas Kelas IIa Gladakan, dan Lapas Kelas IIa Besi. Dengan pola penyebaran ini, kami pastikan mereka tidak bisa saling berkumpul dan membentuk jaringan baru!
Komitmen Gila-Gilaan: Bersih-Bersih Total Lapas!
Dia pun menjelaskan bahwa pemindahan massal ini merupakan bagian dari komitmen yang luar biasa keras untuk melakukan bersih-bersih total di semua lapas dan rutan dari segala bentuk gangguan keamanan dan ketertiban. Target utamanya? Memberantas narkoba, menyita ponsel ilegal, dan melenyapkan barang-barang terlarang lainnya yang selama ini seringkali menjadi biang kerok kerusuhan di dalam penjara. Jadi, ini bukan sekadar operasi biasa, tapi benar-benar perang besar melawan praktik ilegal di balik jeruji besi!
Ancaman Ngeri: Jangan Coba-Coba Main Api!
“Kami ingatkan kembali dengan sangat keras, kepada seluruh jajaran Pemasyarakatan, jangan berani main-main dengan aturan!” ujarnya dengan nada mengancam.
Lalu, ia menegaskan, “Baik warga binaan maupun petugas, apabila terbukti terlibat, apakah itu narkotika, hp, scamming atau tindakan pelanggaran lainnya, tidak ada ampun, sanksi berat ganjarannya.” Serem banget, kan? Pernyataan ini jelas-jelas menjadi tamparan keras bagi siapa pun yang masih nekat bermain dua kaki di lingkungan pemasyarakatan.
Pengawalan Super Ketat! Libatkan Pasukan Khusus
Proses pemindahan yang berlangsung pada hari Jumat itu pun tidak dilakukan sembarangan, lho. Mashudi mengungkapkan bahwa pengawalan terhadap 40 napi high risk tersebut kami lakukan secara super ketat oleh petugas Pemasyarakatan Sumatera Selatan yang bekerja sama dengan Satuan Brimob (Satbirmob) dan Ditlantas PJR Polda Sumatera Selatan. Bayangkan, gabungan pasukan bersenjata lengkap mengawal satu per satu napi berbahaya ini sepanjang perjalanan darat hingga ke pelabuhan, lalu dilanjutkan dengan transportasi laut khusus menuju Pulau Nusakambangan. Semua tahapan, dijamin aman dan sesuai prosedur yang berlaku.
Tembus 2.648 Napi! Prestasi Menteri yang Bikin Merinding
Yang lebih mencengangkan lagi, Mashudi membeberkan data terbaru bahwa total sampai saat ini sudah mencapai 2.648 warga binaan kategori high risk yang kami pindahkan ke Nusakambangan. Jumlah fantastis ini tercatat selama kepemimpinan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Artinya, sejak beliau menjabat, sudah hampir tiga ribu penjahat berbahaya yang “disapu” dari berbagai lapas di Indonesia dan dikonsentrasikan di pulau penjara paling ikonik tersebut. Ini benar-benar sebuah revolusi besar dalam sistem pemasyarakatan Indonesia!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

