PROBOLINGGO, Desapenari.id – Sebuah kecelakaan brutal baru saja mengguncang ruas Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro). Dalam insiden maut itu, anggota DPR RI asal Fraksi PKB, Muhammad Hilman Mufida atau yang akrab disapa Gus Hilman, berhasil lolos dari maut bersama sopir pribadinya. Namun di balik keselamatan mereka, duka mendalam menyelimuti rombongan karena dua staf setianya justru meregang nyawa di lokasi kejadian yang mengerikan, tepatnya di KM 834 Jalur B, Desa Posangit Lor, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Jatuh Korban Jiwa: Kenali Sosok Dua Staf yang Meninggal
Kedua korban yang tak tertolong itu ternyata merupakan staf andalan sang anggota dewan. Polisi mengidentifikasi mereka sebagai Alex Anwaruh (25) dan Adinda Najwa (26), yang kesehariannya tinggal di kawasan Pamulang, Tangerang. Sungguh pilu, di usianya yang masih sangat muda, perjalanan dinas justru berakhir tragis. Sementara itu, Gus Hilman (25) yang karismatik beserta pengemudinya, Mahrus Ali (36) yang merupakan warga Paiton, secara ajaib selamat dari benturan yang meremukkan kendaraan.
Konfirmasi Polisi: Hanya Dua Orang yang Selamat dari Mobil Ringsek
Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Kota, Aipda M. Taufik Rahardian, langsung membenarkan kondisi nahas para penumpang di dalam mobil Toyota Innova bernomor polisi N 1297 NB tersebut. Ia menjelaskan secara gamblang tentang pembagian nasib tragis di dalam satu kendaraan.
“Akibat benturan keras yang menghancurkan bodi mobil, dua penumpang Innova yaitu Alex Anwaruh dan Adinda Najwa langsung meninggal dunia di tempat,” ujar Taufik dengan nada serius, Minggu (24/5/2026). “Sebaliknya, sopir Mahrus Ali dan anggota DPR RI Gus Hilman justru dilaporkan selamat meski mobil ringsek parah,” tambahnya mengonfirmasi.
Kronologi Mengguncang: Bermula dari Sopir yang Diduga Ngantuk di Jalur Cepat
Lantas, bagaimana persisnya petaka ini bisa terjadi? Taufik Rahardian kemudian mengurai kronologi mengerikan yang terjadi pada Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 15.14 WIB. Ceritanya, mobil dinas minibus tersebut sedang melaju kencang dari arah timur menuju barat. Mobil itu memacu kecepatannya di lajur kanan alias lajur cepat jalan tol.
Sementara itu, tepat di depan mereka di lajur kiri yang lebih lambat, meluncur sebuah Dump Truck raksasa bernomor polisi W 8439 UK yang dikemudikan oleh Agus Santoso. Jalan tol yang lurus ternyata menjadi malapetaka.
Sang sopir mobil rombongan dewan, diduga kuat kehilangan konsentrasi karena mengantuk berat. Akibatnya, ia tidak bisa mengendalikan laju mobil. Seketika, setir mobil berbelok mendadak ke kiri tanpa kendali. Nahas, di saat bersamaan, moncong mobil Innova justru menghantam bagian buritan atau bokong truk yang melaju lebih pelan. Tabrakan dari belakang itu pun terjadi dengan kekuatan luar biasa.
“Kami menduga kuat pengemudi Innova kurang konsentrasi atau bahkan mengantuk di belakang kemudi,” jelas Taufik menguraikan. “Oleh sebab itu, mobil bergerak liar ke kiri dan secara tragis menabrak bagian bak belakang sebelah kanan dump truck yang sedang melaju pelan,” imbuhnya membeberkan fakta di lapangan.
Hantaman Mengerikan: Mobil Ringsek, Kedua Staf Terjepit di Area Benturan
Hantaman yang luar biasa keras pada sisi kiri belakang dump truck itu langsung membuat bodi mobil Innova ringsek seperti akordeon. Bagian terparah ada pada sisi penumpang yang menjadi titik tumbukan. Kondisi ini tragisnya menyebabkan luka fatal bagi kedua staf Gus Hilman yang kebetulan duduk persis di area benturan. Akibatnya, nyawa mereka tidak bisa diselamatkan meski tim medis sudah berusaha maksimal.
Evakuasi Cepat: Korban Langsung Dilarikan ke RS Ar Rozy
Pasca-kejadian yang mengerikan itu, petugas gabungan dari kepolisian, SAR, dan tim medis langsung bergerak cepat mendatangi lokasi. Mereka harus bekerja ekstra keras untuk mengevakuasi para korban dari dalam mobil yang penyok parah. Setelah berhasil dikeluarkan, seluruh korban baik yang luka-luka maupun yang sudah meninggal dunia segera digotong dan dibawa dengan ambulans menuju Rumah Sakit Ar Rozy yang berada di Kota Probolinggo. Di sana, para korban luka mendapatkan penanganan medis intensif, sementara dua jenazah staf menjalani proses pemulasaran akhir.
Proses Hukum Berjalan: Polisi Amankan Dua Kendaraan
Saat ini, pihak kepolisian sudah bergerak lebih lanjut. Mereka sudah mengamankan kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan maut ini sebagai barang bukti. Kasus kecelakaan lalu lintas yang merenggut dua nyawa ini pun resmi ditangani lebih intensif oleh Satlantas Polres Probolinggo Kota untuk mengusut tuntas penyebab pasti kecelakaan dan potensi kelalaian pengemudi.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

