HALMAHERA UTARA, Desapenari.id – Tujuh pendaki asal Singapura yang nyaris tewas terjebak amukan Gunung Dukono akhirnya bernapas lega. Mereka berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dari erupsi dahsyat yang menyemburkan abu vulkanik setinggi 10.000 meter! Setelah menjalani perawatan intensif, para turis asing ini dijadwalkan pulang ke kampung halaman mereka besok.
Kondisi Para Korban: Hanya Luka Bakar Ringan
Kabar menggembirakan datang langsung dari Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua. Menurutnya, ketujuh WNA asal Singapura tersebut hanya mengalami luka bakar ringan akibat paparan material vulkanik panas. Sungguh lega, karena seharusnya mereka bisa mengalami cedera jauh lebih parah!
Tak hanya warga Singapura, tiga pendaki Indonesia juga sempat dilarikan ke RSUD Tobelo untuk mendapatkan perawatan serupa. Total, ada sepuluh orang yang dirawat di rumah sakit tersebut.
“Kami merawat sepuluh orang di RSUD Tobelo, terdiri dari tiga warga negara Indonesia dan tujuh warga negara Singapura,” ungkap Piet Hein Babua dengan nada lega saat ditemui awak media, Sabtu (9/5/2026).
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan kesimpulan yang menenangkan: semua korban hanya memerlukan rawat jalan. “Rata-rata mereka mengalami luka bakar ringan,” tambah Piet menjelaskan kondisi terkini para pendaki selamat.
Rencana Kepulangan: Rute Ternate-Jakarta-Singapura
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dengan sigap menempatkan para korban di salah satu penginapan nyaman di Tobelo. Mereka menjalani masa pemulihan singkat sebelum akhirnya benar-benar pulang ke tanah air.
Piet menjelaskan jadwal kepulangan yang sudah disusun rapi. “Kami menjadwalkan mereka berangkat menuju Sofifi, kemudian melanjutkan perjalanan ke Ternate pada Sabtu pagi ini,” jelasnya dengan rinci.
Yang paling dinanti: sesuai jadwal penerbangan, tiket mereka sudah dipesan untuk hari Minggu menuju Jakarta. “Setelah tiba di ibu kota, mereka akan langsung terbang ke negara asalnya, Singapura,” papar Piet mengakhiri penjelasan tentang rencana kepulangan.
Sisi Kelam: 3 Pendaki Masih Hilang!
Sayangnya, euforia keselamatan 17 orang ini masih menyisakan duka yang mendalam. Tim SAR Gabungan memang berhasil mengevakuasi 17 pendaki, namun keprihatinan masih membayangi proses pencarian tiga orang lainnya yang hingga kini belum ditemukan!
Siapa saja mereka? Dua di antaranya adalah warga Singapura dan satu lagi warga Indonesia. Identitas para pendaki yang masih dalam pencarian intensif adalah:
- Heng Wen Qiang Timothy – warga Singapura
- Shahin Muhrez bin Abdul Hamid – warga Singapura
- Enjel – warga Indonesia
“Sebagaimana penjelasan Kepala Basarnas kepada kami, masih ada tiga orang yang belum berhasil kami temukan,” ujar Piet dengan nada haru. “Kami berdoa dan berharap mereka segera ditemukan dalam keadaan selamat.”
Harapan besar terus dipanjatkan meski medan pencarian yang ekstrem dan aktivitas vulkanik yang masih tinggi menjadi tantangan berat bagi tim SAR di lapangan. Setiap detik sangat berharga!
Fakta Mencekam: 20 Pendaki Terjebak Erupsi Dahsyat
Sebagai latar belakang mencekam yang perlu Anda ketahui: saat erupsi dahsyat terjadi pada Jumat, 8 Mei 2026, total 20 orang pendaki dilaporkan berada di area puncak Gunung Dukono. Bayangkan, mereka harus bertahan hidup di tengah hujan abu vulkanik dan material panas yang menyembur tanpa henti!
Tim SAR Gabungan kemudian bergerak cepat dan berhasil mengevakuasi 17 orang. Namun, kondisi medan yang ekstrem pasca erupsi menjadi momok tersendiri. Aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih belum stabil membuat proses pencarian tiga korban hilang bak mencari jarum di tumpukan jerami.
Terlepas dari tantangan tersebut, tim penyelamat tidak pernah menyerah. Mereka terus menyisir area terdampak dengan harapan menemukan Heng Wen Qiang Timothy, Shahin Muhrez, dan Enjel dalam kondisi selamat. Doa dan dukungan terus mengalir dari berbagai pihak untuk keselamatan mereka.
Kisah dramatis para pendaki yang selamat dari neraka erupsi Dukono ini menjadi pengingat betapa dahsyatnya kekuatan alam. Namun, semangat kemanusiaan dan kerja cepat tim SAR layak mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

