YOGYAKARTA, Desapenari.id – Tenang dulu, guys! Dinas Kesehatan (Dinkes) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) langsung angkat bicara untuk menenangkan masyarakat. Hingga saat ini, mereka memastikan bahwa sepanjang tahun 2026, wilayah DIY belum menemukan satu pun kasus positif Hantavirus. Namun, sebagai bentuk transparansi, Dinkes mengakui bahwa pada tahun 2025 lalu, mereka mencatat adanya 6 temuan kasus positif.
Kepala Dinkes DIY, Gregorius Anung Trihadi, dengan tegas menyampaikan bahwa laporan terbaru dari sentinel rutin tahun ini menunjukkan hasil yang melegakan. Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel-sampel yang ada masih negatif total. Meski begitu, Anung tidak menutup mata. Saat ini, pihaknya masih memproses pemeriksaan terhadap sejumlah sampel terduga alias suspek.
“Sementara itu, untuk suspek atau terduga Hantavirus yang sedang kami proses di laboratorium, kami masih menunggu hasilnya dengan saksama,” ujar Anung saat dihubungi awak media pada Jumat (8/5/2026).
Lalu, bagaimana dengan kabar 6 kasus yang muncul tahun lalu? Anung langsung memberikan klarifikasi yang menenangkan. Setelah mereka telusuri lebih lanjut, keenam pasien tersebut telah ditangani secara optimal. Bahkan, kabar baiknya, seluruh pasien berhasil sembuh total, tidak ada satupun kasus kematian, dan setelahnya tidak ditemukan lonjakan kasus baru.
Yuk Kenali Lebih Dekat: Apa Itu Hantavirus dan Gimana Cara Nyebarnya?
Anung kemudian menjelaskan dengan santai namun serius. Menurutnya, Hantavirus ini termasuk penyakit zoonosis, artinya menular dari hewan ke manusia. Biang keroknya? Tikus! Tepatnya hewan pengerat. Banyak orang sering salah sangka dan mengira penyakit ini sama dengan leptospirosis. Padahal, kata Anung, keduanya berbeda jauh.
“Leptospirosis itu disebabkan oleh bakteri leptospira, sedangkan penyakit Hanta penyebabnya adalah virus Hanta,” jelas Anung dengan gamblang.
Lalu, gimana cara virus ini masuk ke tubuh manusia? Anung memaparkan bahwa penularannya bisa terjadi melalui kontak langsung dengan kotoran tikus, baik itu feses, urine, maupun air liur tikus yang sudah terinfeksi. Bahaya lainnya, kita juga bisa tertular hanya dengan menghirup udara yang terkontaminasi droplet dari kotoran tikus. Selain itu, kontak dengan air atau tanah yang sudah tercemar juga berisiko tinggi, lho!
Langkah Pencegahan Gampang Banget: Terapkan PHBS!
Anung mengimbau masyarakat untuk tetap chill tapi tetap waspada. Kuncinya cuma satu: terapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Biar lebih jelas, yuk simak langkah-langkah keren yang mereka rekomendasikan:
- Jaga kebersihan lingkungan rumah – Pastikan rumahmu tidak jadi hotel mewah buat tikus. Bersihkan sudut-sudut, plafon, dan gudang secara rutin!
- Pakai alas kaki setiap saat – Jangan pernah merasa terlalu santai untuk tidak memakai sandal atau sepatu, terutama di area lembap atau yang berpotensi jadi sarang tikus.
- Cuci tangan pakai sabun – Biasakan cuci tangan setelah berkegiatan di gudang, kebun, atau bersih-bersih plafon. Ini wajib, guys!
- Tutup rapat makanan dan air – Jangan sampai makanan atau sumber air minummu terkontaminasi kotoran hewan. Tutup selalu!
- Perban luka terbuka – Jika ada luka, segera tutup dengan perban kedap air, terutama saat beraktivitas di area yang dicurigai ada tikus.
Sinergi Lintas Sektor: Bukan Cuma Dinkes yang Bergerak!
Pemerintah Daerah DIY tidak tinggal diam, lho! Mereka sudah menjalankan berbagai langkah strategis. Mulai dari pelacakan kasus secara intensif hingga pengendalian vektor. Salah satu aksi nyatanya adalah memasang perangkap tikus untuk uji laboratorium. Mengapa? Tujuannya jelas, yaitu mengidentifikasi jenis virus yang mungkin beredar pada populasi tikus lokal.
“Kami terus berkomunikasi aktif dengan jajaran Kemenkes RI. Selain itu, Dinkes DIY juga melakukan surveilans yang super ketat untuk memastikan situasi tetap terkendali,” tegas Anung dengan penuh keyakinan.
Yang keren lagi, penanggulangan ini melibatkan berbagai sektor, mulai dari kesehatan hewan hingga lingkungan. Semuanya bergerak bersama melalui pendekatan “OneHealth”. Dengan sinergi ini, mereka berharap dapat mencegah penyebaran Hantavirus secara lebih luas dan efektif.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

