SEMARANG, Desapenari.id – Pemerintah Kota Semarang akhirnya tergerak untuk memperbaiki kondisi GOR Tri Lomba Juang (TLJ) yang selama ini menjadi perhatian publik. Dengan anggaran mencapai Rp 3,3 miliar, pemkot mulai melakukan berbagai pembenahan di venue olahraga kebanggaan warga Semarang tersebut.
Yang menjadi sorotan utama adalah perbaikan lintasan atletik yang selama ini kondisinya memprihatinkan. Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa lintasan tersebut kini masih ditutup sementara untuk umum. Proses pengerjaan ditargetkan rampung pada 18 Agustus 2026 mendatang. Di lokasi, terlihat sejumlah pekerja sedang sibuk melakukan penambalan di berbagai titik sepanjang lintasan yang rusak.
Metode Patching: Solusi di Tengah Keterbatasan Anggaran
Kepala Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang, Ferry Kuntoaji, menjelaskan bahwa perbaikan kali ini menggunakan metode patching. Mengapa memilih metode ini? Ternyata, anggaran yang tersedia sangat terbatas sehingga pemkot harus mencari cara paling efektif dan efisien.
“Memang betul, Pemkot menggelontorkan anggaran sekitar Rp 3 miliar, tepatnya Rp 3,3 miliar, untuk memperbaiki TLJ dengan metode patching,” ujar Ferry saat dihubungi awak media pada Rabu (12/8/2026).
Lantas, apa sebenarnya metode patching itu? Ferry memaparkan bahwa patching merupakan teknik perbaikan secara parsial. Artinya, pekerjaan hanya difokuskan pada bagian-bagian lintasan atau fasilitas yang mengalami kerusakan, bukan melakukan perombakan total.
Menariknya, metode ini bukanlah hal baru di GOR TLJ. Sebelumnya, pemkot juga telah menerapkan cara serupa pada tahun-tahun sebelumnya untuk menangani masalah yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa perbaikan bertahap memang menjadi strategi yang dipilih mengingat keterbatasan anggaran yang dimiliki.
Rincian Anggaran: Ke Mana Saja Rp 3,3 M Mengalir?
Ferry kemudian membeberkan rincian penggunaan anggaran yang cukup detail. Awalnya, Pemkot Semarang sebenarnya mengajukan proposal anggaran sekitar Rp 21 miliar untuk melakukan perbaikan total di GOR TLJ. Namun, karena keterbatasan keuangan daerah, hanya sebagian pekerjaan yang bisa direalisasikan pada tahun anggaran 2026.
“Karena keterbatasan, akhirnya hanya Rp 3,3 miliar yang bisa dilaksanakan. Kami harus mempertimbangkan efektivitas, fungsi, dan kebermanfaatan dari setiap rupiah yang dikeluarkan,” jelasnya.
Berikut rincian alokasi anggaran Rp 3,3 miliar tersebut:
Pertama, sekitar Rp 1 miliar dialokasikan khusus untuk perbaikan lintasan atletik. Dengan dana tersebut, petugas menggarap area seluas 527,1 meter persegi yang mengalami kerusakan.
Kedua, anggaran terbesar yaitu Rp 1,5 miliar digunakan untuk memperbaiki lapangan tenis. Luas area yang ditangani mencapai 4.549 meter persegi.
Ketiga, sisa anggaran sekitar Rp 824 juta dimanfaatkan untuk membenahi sarana prasarana pendukung dan ruko di sekitar GOR. Jika dijumlahkan, total keseluruhan mencapai Rp 3,3 miliar dari anggaran murni tahun 2026.
Standar Internasional Tetap Jadi Acuan
Ferry memastikan bahwa meskipun menggunakan metode patching yang tergolong sederhana, perbaikan lintasan atletik ini tetap mengacu pada standar yang dipersyaratkan. Ia menegaskan bahwa kualitas lintasan tetap menjadi prioritas utama agar para atlet bisa berlatih dengan aman dan nyaman.
“Lintasan ini tidak hanya berstandar nasional, tetapi juga internasional. Sesuai sertifikatnya, kalau tidak salah itu dari Jerman,” ungkap Ferry dengan penuh keyakinan.
Pernyataan ini tentu menjadi angin segar bagi para atlet dan pecinta olahraga di Semarang. Mereka tidak perlu khawatir dengan kualitas lintasan meskipun pengerjaannya dilakukan secara parsial.
Progres Pekerjaan Capai 80 Persen
Kabar baiknya, pengerjaan perbaikan lintasan atletik GOR TLJ hingga Selasa (11/8/2026) telah menunjukkan kemajuan yang signifikan. Progresnya sudah mencapai sekitar 80 persen dari total target yang direncanakan.
Pekerjaan ini dimulai sejak 15 Juli 2026 dan ditargetkan selesai pada 18 Agustus 2026. Artinya, masyarakat umum baru bisa kembali menggunakan fasilitas olahraga tersebut pada 19 Agustus 2026 mendatang.
Mengapa pengerjaan harus dipercepat? Ternyata, ada alasan kuat di balik target penyelesaian yang ketat ini. GOR TLJ akan digunakan untuk sejumlah agenda olahraga penting dalam waktu dekat, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Oleh karena itu, pemkot berupaya maksimal agar semua fasilitas bisa digunakan tepat waktu.
Masih Ada Pekerjaan Rumah
Meski perbaikan lintasan atletik hampir rampung, Ferry mengakui bahwa masih banyak bagian GOR TLJ yang belum tersentuh revitalisasi menyeluruh. Namun, ia memastikan bahwa bagian-bagian tersebut tetap masuk dalam rencana perbaikan jangka panjang Pemkot Semarang.
Pembenahan total yang diperkirakan membutuhkan anggaran hingga Rp 21 miliar itu akan dilakukan secara bertahap. Pemkot akan menyesuaikan dengan kemampuan anggaran dan skala prioritas pembangunan daerah.
“Kami akan terus berupaya memperbaiki GOR TLJ secara bertahap. Yang penting sekarang, fungsi utamanya sebagai venue olahraga bisa kembali berjalan dengan baik,” tutup Ferry.
Dengan adanya perbaikan ini, diharapkan GOR TLJ kembali menjadi kebanggaan warga Semarang dan dapat menunjang prestasi olahraga di Jawa Tengah. Meskipun masih bersifat sementara, langkah ini menunjukkan komitmen Pemkot Semarang dalam meningkatkan infrastruktur olahraga di kotanya.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.


Bodrum Orak Adası tekne turu fiyatları 2026 yılında kişi başı 1300liradır. Eğer yanınızda 7-12 yaş arası bir çocuk varsa 650 lira, 0-6 yaş arası çocuk ise daha da indirimli Tur kaç saat sürüyor? Tur yaklaşık 6-6,5 saat sürer. Tekne saat 11:00’da Halikarnas Limanı’ndan hareket eder ve 17:00-17:30 arasında limana döner.