BANJARMASIN, Desapenari.id – Jajaran Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) secara resmi mengambil langkah dramatis untuk memperpanjang masa operasi pencarian para korban tragedi tenggelamnya kapal KM Virgo Transport 8 hingga tujuh hari ke depan. Pihak otoritas keselamatan laut terpaksa mengeksekusi keputusan yang amat mendesak ini lantaran fakta empiris di lapangan memperlihatkan bahwa masih ada puluhan bahkan ratusan jiwa penumpang yang menyisakan tanda tanya besar dan belum juga berhasil ditemukan oleh regu penyelamat di tengah ganasnya gelombang lautan perairan Kalimantan Selatan.
Oleh sebab itu, pengumuman yang sangat mendebarkan terkait perpanjangan masa tugas misi kemanusiaan tersebut disampaikan secara langsung oleh sang komandan lapangan, yakni Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo Nur Sasongko, pada Sabtu (26/9/2026) malam saat beliau menggelar sesi konferensi pers mendadak di hadapan puluhan jurnalis media massa yang terus mengawal perkembangan musibah ini secara intensif.
Meskipun demikian, Bramantyo membeberkan secara terbuka bahwa sebelum jajarannya menetapkan langkah besar untuk memperpanjang perburuan waktu pencarian tersebut, tim internal Basarnas bersama seluruh elemen potensi Search and Rescue (SAR) gabungan telah terlebih dahulu menggelar rapat evaluasi menyeluruh yang amat ketat, mendalam, dan terukur demi menguliti seluruh kendala teknis maupun faktor cuaca buruk di lokasi kejadian perairan.
Selanjutnya, melalui forum diskusi krusial dan serius tersebut, para petinggi komando penyelamat akhirnya menyepakati keputusan untuk terus menerjunkan personel penyisir setelah mempertimbangkan dengan sangat matang kenyataan pahit bahwa jumlah penyintas maupun jasad korban yang masih tenggelam di lautan luas hingga detik ini tergolong masih sangat banyak dan memprihatinkan.
“Oleh karena itu, kami menyepakati keputusan bulat untuk memperpanjang kembali durasi penyisiran ini sampai dengan tujuh hari ke depan,” tegas Bramantyo dengan intonasi suara mantap namun terpancar keprihatinan mendalam saat dirinya memberikan keterangan resmi kepada para wartawan pada Sabtu malam tersebut.
Di samping itu, sepanjang bergulirnya masa perpanjangan waktu ekstra ini, Bramantyo memberikan garansi serta jaminan penuh bahwa seluruh personel regu SAR gabungan bakal tetap mencurahkan konsentrasi dan fokus total 100 persen demi melacak serta menemukan keberadaan setiap insan korban yang hingga kini belum menampakkan jejaknya di permukaan air.
Selain itu, regu penyelamat terus mengandalkan aksi penyelaman ekstrem ke dasar laut sebagai metode utama penyisiran, mengingat para ahli keselamatan menduga kuat bahwa masih ada banyak jasad korban yang terperangkap serta terjebak di dalam lorong-lorong pekat maupun kamar-kamar terisolasi di dalam bangkai kapal raksasa yang sudah karam tersebut.
Akan tetapi, pihak pimpinan operasi menegaskan bahwa seluruh rangkaian proses perburuan bawah air selama durasi perpanjangan ini tidak akan dibiarkan berjalan tanpa arah, melainkan bakal terus mendapatkan pemantauan ketat demi menguji dan memastikan seberapa tinggi tingkat efektivitasnya dalam membuahkan hasil penemuan korban secara maksimal.
“Namun demikian, pelaksanaan operasi penyisiran bawah laut yang sangat berisiko tinggi ini tentu bakal terus kami evaluasi secara berkala setiap tiga hari sekali,” terang Bramantyo guna menjelaskan secara transparan mengenai skema kontrol efektivitas serta tolok ukur keselamatan timnya di medan perairan Kalimantan Selatan.
Lebih lanjut, Bramantyo mengonfirmasi kabar penting bahwa jumlah armada penyelam yang dikerahkan ke lokasi musibah saat ini terus bertambah secara signifikan demi memobilisasi dan memaksimalkan proses pencarian di dalam reruntuhan lambung kapal yang sangat membahayakan keselamatan jiwa para personel.
Secara lebih rinci, saat ini pimpinan komando SAR telah mengarahkan setidaknya 35 penyelam tangguh milik Basarnas, yang kemudian mendapatkan dukungan penuh dari kesiapsiagaan 19 penyelam tempur jajaran TNI Angkatan Laut, serta disokong oleh suntikan kekuatan dari 8 penyelam profesional bersertifikasi khusus yang ikut mengaburkan batas bahaya demi keberhasilan aksi kemanusiaan ini.
Sejalan dengan hal tersebut, jika kita mengulas kembali kronologi musibah ini, kapal naas KM Virgo Transport 8 yang mengangkut sebanyak 243 orang penumpang mendadak mengalami musibah kecelakaan fatal di perairan Kalimantan Selatan sewaktu sedang menempuh rute pelayaran dari Pelabuhan Surabaya menuju Banjarmasin pada Minggu (13/9/2026) dini hari yang sangat kelam.
Maka dari itu, hingga detik ini seluruh anggota tim SAR gabungan pantang menyerah dan terus melancarkan aksi penyelaman berani mati demi membongkar teka-teki keberadaan para penumpang yang masih tertinggal dan belum ditemukan di dalam reruntuhan bangkai kapal yang tenggelam tersebut.
Di sisi lain, berdasarkan catatan data resmi yang dirilis oleh Tim DVI Bidokkes Polda Kalimantan Selatan, petugas medis kedokteran kepolisian hingga saat ini tercatat telah menerima sebanyak 53 kantong jenazah korban musibah ini, di mana dari puluhan jasad tersebut, sebanyak 25 jenazah di antaranya telah berhasil teridentifikasi secara akurat oleh para tim ahli forensic melalui pencocokan data medis prapematian.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

