PEMATANGSIANTAR, Desapenari.id – Pematangsiantar kini bersiaga darurat! Pemerintah Kota setempat secara resmi menetapkan status tanggap darurat bencana menyusul kebakaran hebat yang meludeskan ratusan kios milik pedagang di Pasar Dwikora pada Kamis (18/6/2026). Keputusan mendadak ini diambil untuk mempercepat proses pemulihan kawasan pasar yang menjadi nadi perekonomian warga.
Sekretaris Daerah Pematangsiantar, Junaedi Antonius Sitanggang, menjelaskan bahwa status darurat ini menjadi langkah strategis agar penanganan pasca-bencana bisa bergerak lebih lincah. Dengan status ini, berbagai prosedur birokrasi yang biasanya berbelit-belit bisa dipangkas demi kepentingan para pedagang yang kehilangan mata pencahariannya.
“Prioritas utama kami sekarang adalah membangun bangunan darurat dengan standar keamanan yang lebih baik, terutama dari segi instalasi listrik dan konstruksi,” tegas Junaedi saat berdialog dengan para pedagang di Kantor Camat Siantar Utara pada Senin (22/6/2026). Dalam pertemuan yang berlangsung penuh haru itu, ia berjanji akan mengawal langsung proses rekonstruksi agar para korban bisa segera kembali berjualan.
Total 276 pedagang tercatat sebagai korban dalam tragedi ini. Tak main-main, Pemkot pun langsung menyusun sejumlah langkah antisipatif jangka pendek dan panjang. Mereka berencana menormalisasi sistem drainase di sekitar pasar, menata ulang tata letak kios agar lebih rapi, menertibkan pedagang kaki lima yang selama ini memadati area, hingga mempercepat proses pengadaan barang dan jasa darurat. Semua ini dilakukan agar kejadian serupa tak terulang di masa depan.
Junaedi juga menegaskan bahwa pembangunan bangunan darurat nantinya akan disesuaikan dengan data valid para pedagang yang menjadi korban kebakaran, sehingga tidak ada pihak yang terlewatkan dalam proses pemulihan ini.
Polisi Gencar Selidiki, Seorang Terduga Pelaku Mulai Terendus!
Di tengah hiruk-pikuk upaya pemulihan, pihak kepolisian justru bergerak cepat mengungkap tabir di balik kobaran api yang menelan kerugian fantastis hingga Rp 3,6 miliar itu. Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar, AKP Sandi Riz Akbar, mengungkapkan bahwa penyidik telah memeriksa puluhan saksi mata dan menyita rekaman CCTV dari sejumlah titik strategis di sekitar lokasi kejadian.
“Kami sudah mengantongi keterangan dari para saksi dan saat ini tengah melakukan analisis mendalam terhadap rekaman CCTV, termasuk dari area Pasar Parluasan,” ujar Sandi dengan nada penuh wibawa. Dari hasil pemeriksaan awal, polisi mencium adanya keterlibatan satu orang yang diduga kuat terkait dengan peristiwa kebakaran ini.
“Kami sedang mencocokkan kesaksian para korban dan bukti-bukti yang ada. Siapa pun pelakunya, kami akan pastikan terungkap secara terang-benderang,” tambahnya. Meski demikian, penyidik masih merahasiakan identitas dan peran spesifik dari terduga pelaku tersebut lantaran proses penyelidikan masih terus berjalan.
“Untuk saat ini, informasi yang kami peroleh mengarah pada satu orang. Kami akan merilis detailnya setelah semua fakta terkumpul sempurna,” tandas Sandi, memberi isyarat bahwa pengungkapan kasus ini tinggal menunggu waktu.
Kerugian Mencapai Rp 3,6 Miliar, 327 Kios Ludes Dilalap Api!
Direktur Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PDPHJ), Bolmen Silalahi, memberikan data mengejutkan bahwa kebakaran ini menghanguskan 311 kios dan berdampak langsung pada 327 kios lainnya. Artinya, hampir seluruh area Pasar Dwikora terdampak dalam peristiwa maut ini.
Berdasarkan investigasi awal tim PDPHJ, titik api pertama kali muncul di area belakang kamar mandi dekat pintu masuk 2 Pasar Dwikora yang terletak di Jalan Mufakat. Namun, hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih menjadi tanda tanya besar dan sepenuhnya diserahkan kepada hasil penyelidikan kepolisian.
“Kami belum bisa memastikan apa penyebabnya karena semua masih dalam proses penyelidikan,” ungkap Bolmen dengan nada hati-hati. “Yang jelas, kerugian materiil yang dialami para pedagang sangat besar dan ini menjadi perhatian serius kami.”
Dengan kerugian yang mencapai miliaran rupiah, ratusan kepala keluarga kini harus berjuang dari nol lagi. Namun, semangat para pedagang tak luntur. Mereka berharap pemerintah dan aparat penegak hukum dapat bekerja cepat agar pasar kebanggaan warga Pematangsiantar ini bisa bangkit kembali.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

