JAKARTA, Desapenari.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI tengah menyiapkan pengembangan jaringan rel yang menghubungkan ujung utara hingga selatan Pulau Sumatera, dari Banda Aceh sampai Bandar Lampung.
Bos KAI Buka Suara: Ini Perintah Langsung Presiden Prabowo!
Lebih lanjut, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengungkapkan bahwa inisiatif besar ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan sistem transportasi perkeretaapian yang terintegrasi dan memperkuat konektivitas antarwilayah di Sumatera. Pasalnya, saat ini jalur kereta api di Pulau Sumatera masih beroperasi secara terpisah di sejumlah wilayah dan belum tersambung menjadi satu jaringan yang berkesinambungan. Oleh karena itu, pengembangan konektivitas rel lintas Sumatera langsung dijadikan sebagai salah satu agenda strategis guna mendukung mobilitas penumpang maupun distribusi logistik di masa mendatang.
Simak Pengakuan Bobby di Depan Komisi VI DPR!
Dengan tegas, Bobby menyampaikan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2026). “Berdasarkan arahan dari Pak Presiden, itu untuk melakukan pengembangan jaringan di Pulau Sumatera, yaitu bagaimana kita menghubungkan antara Banda Aceh dengan Bandar Lampung,” ujar Bobby. Kondisi rel yang masih terpisah-pisah ini selama ini membuat konektivitas antarkota dan antarprovinsi di Pulau Sumatera belum dapat berjalan secara maksimal melalui moda transportasi kereta api.
Fakta Memprihatinkan: Kereta di Sumatera Cuma “Sepotong-sepotong”!
Lebih lanjut, Bobby menambahkan dengan nada optimis bahwa saat ini jaringan yang ada masih sangat terbatas. “Kalau kita lihat yang existing sekarang itu hanya sepotong-sepotong, dari Bandar Lampung itu sampai Palembang. Kemudian dari Bandar Lampung itu sampai Lubuk Linggau. Kemudian dari Medan juga sedikit gitu ya. Dari Padang juga sedikit,” tambahnya. Kondisi inilah yang segera diubah oleh KAI.
Prioritas Utama: Koridor Banda Aceh–Besitang Segera Dibangun!
Selanjutnya, pembangunan jaringan rel akan diawali dengan penyambungan lintas Banda Aceh–Besitang. Ruas ini menjadi salah satu prioritas karena berperan strategis dalam membuka konektivitas kereta api di kawasan utara Pulau Sumatera. Untuk tahap pertama, proyek tersebut mencakup pembangunan jalur sepanjang sekitar 478 kilometer. Kini, KAI tengah menyusun detail engineering design (DED) sebagai landasan teknis sebelum memasuki tahap pelaksanaan konstruksi.
Siap-siap! Investasi Raksasa Rp 448 Triliun Bakal Dikerahkan!
Menurut Bobby, kebutuhan investasi untuk mewujudkan jaringan kereta api yang menghubungkan Banda Aceh hingga Bandar Lampung diperkirakan mencapai 25 miliar dollar AS atau sekitar Rp 448 triliun (kurs Rp 17.900 per dollar AS pada 3 Juni 2026). Perhitungan tersebut disampaikan secara rinci oleh Bobby. “Kalau totalnya itu Sumatera bisa sekitar 20 miliar dollar AS, sampai dengan 25 miliar dollar AS,” tegas Bobby. Dana fantastis ini disiapkan untuk menyatukan pulau yang selama ini terfragmentasi.
Catat! Proyek Trans Sumatera Resmi Masuk Peta Jalan KAI 2026-2030
Sebagai informasi tambahan, rencana pembangunan jalur kereta api Trans Sumatera yang akan menghubungkan Banda Aceh hingga Bandar Lampung resmi masuk dalam peta jalan transformasi PT Kereta Api Indonesia (Persero) periode 2026–2030. Pemerintah menggagas proyek ini sebagai bagian dari upaya mewujudkan konektivitas rel terpadu di Pulau Sumatera. Proyek ini langsung menjadi salah satu agenda strategis jangka panjang pemerintah untuk memperkuat mobilitas penumpang dan distribusi logistik antardaerah.
Jangan Kaget! Selama Ini Jaringan Kereta Sumatera Masih “Fragmented”
Saat ini, jaringan kereta api di Sumatera masih belum terhubung secara menyeluruh. Kondisi ini terjadi karena sejumlah lintas berada dalam kondisi terpisah (fragmented). Karena itu, pembangunan Trans Sumatera diharapkan mampu menciptakan koridor transportasi berbasis rel yang menghubungkan wilayah utara hingga selatan pulau secara berkesinambungan.
Rincian Proyek Gila-gilaan: Ada Reaktivasi Hingga Jalur Baru!
Pada tahap awal periode 2026–2030, KAI akan memfokuskan pekerjaan pada reaktivasi jalur-jalur nonaktif serta penyusunan Detail Engineering Design (DED). Prioritas utama langsung diarahkan pada pengembangan koridor Banda Aceh–Besitang yang menjadi pintu penghubung antara Aceh dan Sumatera Utara dengan total panjang sekitar 478 kilometer. Pemerinciannya, koridor tersebut mencakup lintas Lhokseumawe–Langsa–Besitang sepanjang 248 kilometer, Banda Aceh–Sigli sepanjang 80 kilometer, serta Sigli–Bireuen–Lhokseumawe sepanjang 150 kilometer. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan reaktivasi jalur kereta api di Sumatera Barat dengan total panjang mencapai 248 kilometer.
Gila! 1.110 Kilometer Jalur Kereta Baru Bakal Dibangun dari Nol!
Di luar reaktivasi jalur lama, pemerintah turut merancang pembangunan jalur baru sepanjang 1.110 kilometer yang telah masuk dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS). Rencananya, sejumlah koridor yang dipersiapkan antara lain Rantau Prapat–Dumai, Duri–Pekanbaru, Pekanbaru–Rengat, Rengat–Jambi, Lubuklinggau–Bengkulu, hingga Kertapati–Tarahan–Bakauheni. Pemerintah memproyeksikan jalur Kertapati–Tarahan–Bakauheni sebagai jalur logistik strategis di wilayah selatan Sumatra.
Spesial Buat Tambang Batu Bara: Pemerintah Siapkan Jalur Ekspres 313 Km!
Terakhir, pemerintah juga menyiapkan pembangunan jalur khusus angkutan batu bara Tanjung Enim Baru–Tarahan II sepanjang 313 kilometer. Jalur ini secara khusus dirancang guna memperkuat kapasitas distribusi komoditas dari wilayah tambang menuju pelabuhan. Dengan seluruh rangkaian proyek raksasa ini, mimpi untuk naik kereta dari Banda Aceh hingga Bandar Lampung dalam satu rangkaian perjalanan bukan lagi sekadar wacana. Kesimpulannya, proyek yang direncanakan dengan matang ini siap mengubah peta transportasi Sumatera selamanya!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

