SUKOHARJO, Desapenari.id — Suasana malam yang semula sangat tenang di wilayah Sukoharjo mendadak berubah menjadi gempar dan mencekam setelah aksi pembakaran misterius mengguncang warga sekitar secara tiba-tiba. Akibatnya, jajaran aparat kepolisian dari Satuan Reserse Kriminal langsung bergerak cepat dan mengerahkan seluruh personel terbaik mereka demi mengusut secara mendalam kasus pembakaran serta aksi perusakan brutal yang menimpa tempat usaha populer Warung Mi dan Babi Tepi Sawah di kawasan Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.
Selanjutnya, demi menyingkap tabir misteri yang menyelimuti insiden mengerikan ini, tim penyidik dari Sat Reskrim Polres Sukoharjo bahkan sudah memanggil dan memeriksa setidaknya 12 orang saksi kunci secara maraton. Langkah tegas tersebut mereka ambil dengan tujuan utama untuk mengupas tuntas apa motif sebenarnya di balik aksi keji ini sekaligus mengidentifikasi siapa saja sosok pelaku yang harus bertanggung jawab atas kehancuran tempat makan tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo, secara gamblang menegaskan bahwa jajarannya telah menginterogasi belasan saksi penting, yang mana deretan saksi itu meliputi sang pemilik tempat usaha hingga dua orang karyawan yang berada di lokasi saat peristiwa berlangsung. Selain mengumpulkan kesaksian berharga para saksi, jajaran kepolisian juga bergerak menyita berbagai barang bukti vital yang tersisa di tempat kejadian perkara demi memperkuat proses hukum.
Kemudian, melalui keterangan tertulis resmi yang diterima oleh awak media pada Selasa (15/9/2026), AKBP Anggaito menjelaskan, “Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendalami rangkaian kejadian, mengidentifikasi para pelaku serta mengungkap motif di balik aksi pembakaran.”
Kejutan Besar! Densus 88 dan Jatanras Turun Gunung Menyisir Jejak Pelaku
Tidak main-main dalam menangani teror ini, pihak Polres Sukoharjo bahkan langsung menjalin kerja sama erat dengan menggandeng tim khusus dari Densus 88 Antiteror Polri bersama Tim Jatanras Polda Jateng untuk menyisir seluruh petunjuk dan rekam jejak aksi kejahatan tersebut.
Langkah kolaborasi skala besar ini sengaja mereka jalankan demi membongkar identitas serta melacak keberadaan empat orang tidak dikenal (OTK) yang diduga kuat menjadi dalang di balik aksi pengancaman mencekam, perusakan fasilitas, hingga pembakaran bangunan Warung Mi dan Babi pada Sabtu (12/9/2026) dini hari yang lalu.
Meskipun jajaran kepolisian telah menerjunkan tim-tim elit kepolisian, Kapolres Sukoharjo secara terbuka menegaskan kembali situasi di lapangan, “Namun, kami masih terus melakukan penyelidikan dan belum dapat menyimpulkan motif maupun keterlibatan pihak tertentu sebelum seluruh rangkaian pemeriksaan selesai.”
Lantas, pada saat yang bersamaan, tim penyidik di lapangan memilih untuk berfokus mengembangkan seluruh pecahan petunjuk teknis serta barang bukti fisik yang berhasil mereka temukan di lokasi tempat kejadian perkara.
Selain mengandalkan barang bukti fisik di lapangan, aparat kepolisian juga terus menggali detail keterangan saksi mata sembari menerangkan, “Keterangan para saksi, termasuk mereka yang melihat aktivitas para pelaku sebelum maupun saat pembakaran berlangsung, juga terus didalami.”
Garis Polisi Membentang, Tempat Usaha Terpaksa Lumpuh Total!
Bahkan hingga detik ini, bentangan garis polisi berwarna kuning masih terpasang sangat rapat mengelilingi seluruh area bangunan Warung Mi dan Babi Tepi Sawah tersebut demi menjaga keutuhan area kejadian.
Oleh karena itu, tim identifikasi masih terus melanjutkan kegiatan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara intensif dan menyeluruh, sehingga seluruh aktivitas operasional bisnis kuliner di tempat tersebut terpaksa dihentikan total untuk sementara waktu.
Kendati kegiatan usaha terhenti sepenuhnya, jajaran Polres Sukoharjo memberikan kepastian penuh kepada masyarakat luas bahwa proses hukum akan terus berjalan secara transparan demi menyingkap perkara ini secara terang benderang dan menemukan pihak yang bertanggung jawab atas aksi pembakaran tersebut.
Jika kita mengurai kembali kronologi kejadian awal, peristiwa memilukan ini bermula ketika sekelompok orang tidak dikenal (OTK) secara mendadak melancarkan aksi perusakan dan pembakaran brutal terhadap bangunan Warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo pada Sabtu (12/9/2026) dini hari yang kelam.
Saat menceritakan peristiwa mencekam tersebut kepada awak media, pengelola Warung Mi dan Babi Tepi Sawah, Jodi Sutanto, membeberkan bahwa amukan si jago merah dari aksi penyerangan itu melalap habis bagian atap dari satu unit gudang penyimpanan barang bekas serta merusak bagian atap tempat tidur fasilitas karyawan.
Bahkan, aksi brutal dari para pelaku tidak dikenal itu tidak hanya merusak struktur bangunan warung saja, melainkan mereka juga secara sengaja merusak serta membakar berbagai aset berharga milik warung, termasuk membakar habis satu unit kendaraan sepeda motor milik salah seorang karyawan yang terparkir di sana.
Ketika ditemui langsung oleh para wartawan di area warung pada Sabtu (12/9/2026), Jodi merinci amukan teror tersebut sembari menyampaikan, “Kerugian material kurang lebih sekitar Rp 30 jutaan. Ada jenset, ada motor, ada mesin-mesin lainnya, terus ada mesin DVR, ada TV, lalu untuk komputer, untuk kasir, tablet.”
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

