Desapenari.id – Tim penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara mengejutkan menyatroni Kantor ATR/BPN Kanwil Jawa Timur untuk menggelar penggeledahan besar-besaran sejak pagi hari. Oleh karena itu, para petugas keamanan internal instansi bersama jajaran personel Brimob Polda Jatim langsung mengambil langkah siaga satu dengan membentengi seluruh area perkantoran secara super ketat. Akibatnya, penjagaan berlapis yang memagari gedung tersebut langsung menciptakan suasana mencekam di kawasan setempat.
Selanjutnya, aparat keamanan memperketat seluruh akses pergerakan di kompleks perkantoran strategis yang berdiri di Jalan Gayung Kebonsari, Kecamatan Gayungan, Surabaya tersebut. Sebagai dampaknya, tindakan pengamanan ekstrem ini langsung membatasi ruang gerak puluhan awak media yang memantau jalannya penggeledahan sejak awal mula. Bahkan, para pemburu berita terpaksa gigit jari di luar pagar karena petugas membatasi pergerakan warga demi menjaga kerahasiaan penyidikan.
Sementara itu, aktivitas penggeledahan kilat yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB ini mengeksekusi pemeriksaan secara sangat tertutup dari pandangan publik. Sebelum aksi bermula, rombongan tim penyidik KPK menembus pekarangan kantor dengan menggunakan konvoi empat unit kendaraan roda empat berwarna gelap. Oleh sebab itu, kehebohan kedatangan tim antirasuah yang mendadak ini langsung memantik kepanikan para pegawai yang tengah menyelesaikan tugas administrasi harian mereka.
Memasuki waktu petang yang makin temaram, penyidik KPK nyatanya terus menyisir setiap sudut ruangan demi berburu sekoper barang bukti vital. Lebih lanjut, proses penggeledahan di dalam gedung berlantai ini memakan waktu sangat panjang lantaran tim harus menguliti ribuan lembar dokumen pertanahan secara mendetail. Oleh karena itu, dinamika pemeriksaan di dalam ruangan berpendingin tersebut terus berlangsung panas tanpa menandakan kapan aksi penyisiran akan berakhir.
Kendati demikian, di tengah ketatnya prosedur pengamanan area luar gedung, para satpam kantor masih memperlihatkan sikap toleransi yang hangat kepada rekan-rekan media. Sebab, petugas keamanan tetap memberikan lampu hijau bagi para jurnalis untuk melangkahkan kaki ke pekarangan luar gedung. Dengan demikian, para pemburu berita yang lelah menanti kepastian tersebut setidaknya dapat menumpang menunaikan ibadah di mushala kantor BPN sembari tetap mencermati perkembangan situasi.
Di lokasi yang berbeda, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo akhirnya memecah keheningan publik dengan memberikan konfirmasi resmi mengenai peristiwa heboh tersebut. Kemudian, Budi membeberkan gambaran awal terkait pergerakan intensif tim penyidik yang tengah mengusut dugaan penyimpangan di instansi pengelola tanah negara ini. Melalui rilis resminya, pihak KPK menegaskan bahwa hukum akan tetap menindak tegas siapa pun yang bermain-main dengan wewenang publik.
“Iya benar, hari ini penyidik kembali melancarkan aksi penggeledahan, yang mana fokus penyisiran hari ini kami pusatkan di Kanwil BPN Jatim,” ungkap Budi saat menjawab pertanyaan wartawan melalui sambungan daring secara langsung. Lebih lanjut, pernyataan lugas dari sang juru bicara lembaga antirasuah tersebut makin memperjelas keberadaan penyidik yang sedang menyapu bersih area kantor wilayah tersebut. Oleh sebab itu, pengakuan ini sekaligus mematahkan spekulasi liar yang sempat beredar di tengah masyarakat.
Selanjutnya, Budi menegaskan bahwa pergerakan hukum yang cukup agresif ini merupakan bagian terintegrasi dari penyidikan mendalam atas kasus dugaan korupsi yang menggurita di kementerian ATR/BPN. Oleh karena itu, penyidik terus mengejar keterlibatan oknum-oknum tertentu yang nekat menyalahgunakan kekuasaan demi memetik keuntungan finansial secara tidak sah. Bahkan, lembaga rasuah ini berjanji akan menyeret seluruh pihak yang terlibat tanpa pandang bulu.
Apabila kita mencermati alurnya secara saksama, aksi penggeledahan di tingkat Kanwil BPN Jawa Timur ini sebenarnya merupakan jejak rekam lanjutan dari pengusutan yang sebelumnya melalap Kantor BPN Kota Mojokerto. Oleh sebab itu, keberhasilan pengungkapan awal di tingkat kota langsung memicu penyidik untuk membongkar simpul jaringan yang lebih raksasa di level provinsi. Lebih lanjut, keterkaitan skandal antarinstansi ini makin membuka tabir kelam pengelolaan pertanahan yang selama ini tertutup rapat.
Sebab, pada penggeledahan di lokasi sebelumnya, tim penyidik KPK sukses menyita berbagai alat bukti penting elektronik (BBE) yang memegang peran kunci dalam membongkar kejahatan ini. Selanjutnya, rekaman data digital dalam perangkat elektronik tersebut menyimpan jejak transaksi rahasia yang mengaitkan para pihak berperkara. Oleh karena itu, temuan berharga di Mojokerto menjadi amunisi utama penyidik saat mengepung kantor pusat wilayah di Surabaya.
Tak hanya mengamankan bukti elektronik, penyidik bahkan menemukan sejumlah lembaran uang tunai yang tersimpan rapi di dalam kantong-kantong amplop misterius. Diduga kuat, tumpukan uang dalam amplop tersebut bersumber langsung dari para pemohon layanan pertanahan yang menginginkan kemudahan proses birokrasi. Oleh sebab itu, penyitaan amplop berisi uang panas ini makin menguatkan dugaan adanya praktik pungutan liar yang kerap memeras masyarakat kecil.
Hingga detik ini, proses pemeriksaan berkas dokumen serta pengumpulan alat bukti tambahan oleh tim ahli KPK di Kantor Wilayah BPN Jatim masih terus bergulir kencang dalam pengawalan super ketat. Maka dari itu, publik kini menggantungkan harapan besar agar KPK mampu menuntaskan kasus skandal tanah ini hingga tuntas serta menjebloskan para dalang utamanya ke dalam penjara secepatnya.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

