JAKARTA, Desapenari.id – Tim penyidik Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya secara mendadak mengacak-acak sembilan lokasi strategis yang tersebar di area Jakarta, Tangerang Selatan, hingga Bogor pada Kamis (17/9/2026). Oleh sebab itu, aksi penyisiran serentak ini langsung menggegerkan publik karena berakar dari penyidikan mendalam atas kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat konstruksi yang terbilang amat berani. Selanjutnya, skandal persekongkolan bernilai fantastis tersebut diduga kuat melibatkan kerja sama rahasia penuh intrik antara PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia (Telkominfra) bersama PT Green Line Indonesia untuk memasok kebutuhan PT Agro Wahana Bumi pada rentang periode 2018 hingga 2019 silam.
Menyikapi gerakan masif anak buahnya di lapangan, Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Victor Dean Mackbon kemudian memberikan penjelasan resmi secara lugas mengenai alasan mendasar penyergapan tersebut. Sebab, aparat kepolisian meyakini penuh bahwa seluruh titik lokasi target operasi tersebut menyimpan jejak rahasia serta memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan tindak pidana korupsi yang sedang diusut tuntas ini.
“Oleh karena itu, kami sengaja menerjunkan tim penyidik untuk menggelar penggeledahan di sembilan lokasi demi melacak sekaligus mengamankan berbagai tumpukan dokumen rahasia serta barang bukti lain yang berkaitan langsung dengan perkara ini,” tegas Victor dengan penuh keyakinan saat menyampaikan keterangan resminya kepada awak media pada Jumat (18/9/2026).
Lebih lanjut, deretan sembilan sarang target penggeledahan itu ternyata mencakup area-area vital, mulai dari kantor utama PT Agro Wahana Bumi yang berdiri kokoh di wilayah Bogor, hingga sebuah kantor virtual milik PT Green Line Indonesia yang tersembunyi di kawasan Jakarta Selatan. Bahkan, tidak berhenti sampai di situ saja, penyidik kepolisian juga menyisir habis deretan tempat mencurigakan lainnya yang tersebar merata di sudut Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, serta area Tangerang Selatan.
Berkat kegigihan tim di lapangan, proses penyisiran maraton tersebut pada akhirnya membuahkan hasil manis karena para penyidik berhasil membongkar sekaligus menyita aneka barang bukti kunci yang sangat berharga. Mendasarkan pada temuan mengejutkan itu, kepolisian bakal segera membedah secara mendalam seluruh keterikatan bukti fisik tersebut demi membongkar seluk-beluk kejahatan yang selama ini terselubung rapat.
“Padahal sebelumnya para pelaku berusaha menyembunyikan jejak, tetapi penyidik kami tetap berhasil menemukan tumpukan dokumen perjanjian penting, kuitansi transaksi, lembaran cek bernilai fantastis, buku tabungan bisnis, berkas kepemilikan kendaraan roda dua maupun roda empat, serta bundel dokumen penting lainnya,” tutur Victor secara gamblang sembari membeberkan detail hasil buruan timnya.
Akibatnya, seluruh tumpukan barang bukti hasil penyisiran tersebut sekarang sedang digarap dan dianalisis secara maraton oleh tim ahli penyidik demi menguji validitas hukumnya. Dengan demikian, pengolahan bukti material ini dipastikan bakal semakin memperkokoh konstruksi penyidikan serta mengunci posisi para pelaku dalam jerat hukum yang tidak bisa disangkal lagi.
Enam Sosok Aktor Utama Resmi Diangkut Jadi Tersangka!
Lantas, siapa saja sosok di balik skandal besar yang merugikan keuangan negara ini? Di sisi lain, jajaran penyidik kepolisian ternyata sudah bergerak melangkah lebih jauh dengan resmi menetapkan enam orang sebagai tersangka utama, yaitu inisial MSS, DAA, JW, PNS, AS, hingga MDR.
Jika dibedah lebih terperinci, empat orang tersangka rupanya merupakan pejabat serta petinggi yang berasal dari lingkaran dalam PT Telkominfra. Sementara itu, dua tersangka sisanya masing-masing merupakan sosok kunci yang mewakili pimpinan PT Green Line Indonesia dan PT Agro Wahana Bumi.
Selain itu, dampak dari persekongkolan jahat ini sungguh membuat publik geleng-geleng kepala karena berdasarkan hasil audit resmi Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dugaan praktik korupsi alat berat ini diperkirakan membakar uang negara hingga menyentuh angka spektakuler, yakni sebesar Rp 37,35 miliar!
Maka dari itu, tim penyidik hingga detik ini masih terus bergerilya melakukan penelusuran aset-aset tersembunyi milik para tersangka secara sangat agresif. Langkah cepat ini diambil demi mengoptimalkan pengembalian kerugian kas negara agar uang publik yang telah digondol bisa diselamatkan kembali sampai rupiah terakhir.
Menanggapi riuhnya sorotan publik atas skandal jumbo ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto lantas secara tegas menjamin bahwa seluruh proses penyidikan kasus ini akan berjalan sangat profesional, transparan, serta taat pada asas koridor hukum yang berlaku. Lebih-lebih, kepolisian menjamin bakal tetap menghormati prinsip asas praduga tak bersalah bagi seluruh pihak yang terseret dalam kasus ini.
“Oleh sebab itu, setiap selembar dokumen maupun barang berharga yang ditemukan pasti bakal didalami secara ilmiah berdasarkan alat bukti yang sah. Pada akhirnya, kami akan terus menyampaikan setiap perkembangan penanganan perkara ini kepada seluruh masyarakat luas secara transparan dan terbuka sesuai tahapan hukum yang berjalan,” ujar Budi menutup keterangannya.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

