CIREBON, Desapenari.id — Sebuah kecelakaan maut yang menghebohkan warga baru saja terjadi di ruas Tol Cipali Kilometer 182.100 jalur A. Tepatnya di sekitar Desa Ciwaringin, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Sabtu (23/5/2026) dini hari. Tanpa diduga, Bus Semeru Trans dengan keras menabrak bagian belakang truk pengangkut bahan pakan ternak. Padahal, truk tersebut melaju searah menuju Jawa Tengah, sama seperti bus.
Akibat kejadian nahas ini, satu penumpang bus harus meregang nyawa, sementara dua lainnya mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Yang lebih mengejutkan, di lokasi kejadian, puluhan warga tampak berbondong-bondong mendatangi lokasi. Mereka bukan hanya sekadar melihat, tetapi justru berebut mengumpulkan sisa pakan ternak yang berceceran di tengah jalan raya! Suasana pun berubah menjadi hiruk-pikuk, campuran antara duka, panik, dan keramaian tak terduga.
Video Amatir Viral di Medsos: Hancur Berkeping-keping!
Tidak butuh waktu lama bagi peristiwa ini untuk menyebar luas. Sebuah video amatir yang direkam langsung oleh pengguna jalan lainnya langsung viral di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman yang cukup jelas tersebut, siapa pun bisa melihat langsung kondisi mengerikan dua kendaraan besar yang terlibat kecelakaan di ruas Tol Cipali Kilometer 182.100 jalur A, Kabupaten Cirebon.
Coba bayangkan, bagian depan bus yang gagah itu kini hancur berkeping-keping! Setelah dengan kecepatan tinggi menabrak bagian belakang truk pengangkut pakan ternak, bodi bus ringsek seperti kertas diremas. Tidak hanya itu, muatan truk berupa butiran-butiran pakan ternak langsung tumpah dan berhamburan ke mana-mana. Bahkan, butiran-butiran itu menutupi hampir seluruh permukaan aspal di sekitar lokasi. Akibatnya, arus lalu lintas di ruas tol yang biasanya mulus itu pun sempat tersendat parah, menciptakan kemacetan panjang yang membuat pengendara lain frustrasi.
Warga Malah Asyik Rebutan Pakan Ternak, Bukan Menolong?
Pemandangan paling unik sekaligus kontroversial terjadi tak lama setelah kecelakaan. Pantauan langsung di lokasi menunjukkan, sejumlah warga justru tampak beramai-ramai mengumpulkan pakan ternak yang berserakan di sekitar TKP. Mereka terlihat begitu antusias, seolah tidak ada peristiwa tragis yang baru saja merenggut nyawa manusia. Dengan cepat, mereka memasukkan pakan berbentuk butiran itu ke dalam karung-karung besar. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang bolak-balik berlari kecil, takut kehabisan “rezeki dadakan” yang jumlahnya sangat melimpah di tengah jalan.
“Ya ampun, daripada terbuang sia-sia, mending kita bawa pulang untuk hewan ternak,” ujar salah satu warga yang tampak sibuk memunguti butiran pakan. Meski terlihat menyedihkan bagi sebagian orang, aksi ini justru menambah warna tersendiri dari tragedi malam itu.
Kronologi Maut: Hantaman Keras dari Belakang!
Lantas, bagaimana persisnya kejadian ini bisa terjadi? Kepala Unit Gakkum Satlantas Polresta Cirebon, AKP Mei Hadi Kusuma, memberikan klarifikasi lengkap. Menurutnya, kecelakaan ini bermula saat Bus Semeru Trans dengan nomor polisi H 7370 OA melaju kencang dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah. Waktu menunjukkan sekitar pukul 01.40 WIB dini hari, saat sebagian besar orang masih terlelap.
Namun, nahas. Setibanya di Kilometer 182 Tol Cipali, tiba-tiba bus tersebut menabrak bagian belakang truk Hino bernomor polisi B 9450 UIS. Saat itu, truk besar yang memuat pakan ternak tersebut melaju di jalur yang sama, tepat di depan bus. Diduga, sopir bus tidak mampu mengendalikan laju kendaraannya, atau mungkin kelelahan, sehingga benturan keras pun tak terhindarkan.
Satu Penumpang Tewas di Tempat, Dua Lainnya Luka-luka
Benturan yang dahsyat ini langsung menyebabkan satu penumpang bus berinisial M.F, warga Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, meninggal dunia di lokasi kejadian. Parahnya, korban tidak sempat diselamatkan. Tim evakuasi pun segera datang dan membawa jenazah korban ke RSUD Arjawinangun. Sementara itu, dua penumpang lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang cukup serius. Keduanya langsung dilarikan ke RS Sentra Medika Cirebon untuk mendapatkan perawatan intensif.
“Semua korban yang kami data berasal dari penumpang bus. Satu orang meninggal dunia, dan dua lainnya menderita luka-luka. Namun, untuk korban luka, saat ini sudah dijemput dan dipulangkan oleh pihak keluarga masing-masing,” jelas AKP Mei Hadi Kusuma saat ditemui di Polresta Cirebon pada Sabtu siang.
Kerusakan Parah di Truk dan Proses Evakuasi
Tidak hanya korban jiwa, kecelakaan ini juga menyebabkan kerusakan signifikan pada truk pengangkut bahan pakan ternak. Bagian belakang truk penyok parah, dan pakan ternak terus berhamburan ke mana-mana. Mendapati situasi ini, petugas Satlantas Polresta Cirebon bergerak cepat. Mereka bekerja sama dengan petugas patroli jalan raya Polda Jabar dan pihak pengelola tol untuk segera melakukan penanganan darurat serta evakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan.
Hingga berita ini diturunkan, Unit Gakkum Satlantas Polresta Cirebon masih terus melakukan penyelidikan lebih dalam. Mereka berusaha mengungkap penyebab pasti kecelakaan ini. Apakah sopir bus mengantuk? Atau ada masalah teknis pada kendaraan? Semua masih diselidiki.
Sebagai barang bukti, satu kendaraan yang terlibat sudah diamankan di kantor PJR Cipali. Sementara satu kendaraan lainnya masih dalam proses evakuasi karena ukurannya yang besar dan muatannya yang berserakan. Pihak kepolisian pun mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, terutama saat melintas di Tol Cipali pada malam hari. Jangan sampai tragedi serupa terulang kembali.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

