Desapenari.id – Baru-baru ini, jagat maritim Tanah Air kembali dibuat heboh. Bukan cuma kapal perang Pakistan yang lebih dulu singgah, kini giliran kapal perusak canggih milik Jepang yang dengan gagah berlabuh. Tepatnya pada hari Jumat, 22 Mei 2026, publik dikejutkan oleh momen ketika JS Ikazuchi (DD-107) – si raksasa baja dari Negeri Sakura – tampak bersandar manis di Dermaga 107, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Lalu, apa sebenarnya misi kedatangan kapal perang ini? Tentu saja, kehadirannya langsung disambut hangat oleh jajaran Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) III.
Menurut keterangan resmi, prosesi penyambutan tersebut dipimpin langsung oleh Asisten Operasi Dankodaeral III, Kolonel Laut (P) Boy Yopi Hamel. Ia ditunjuk secara khusus untuk mewakili Komandan Kodaeral III, Laksamana Muda TNI Uki Prasetia. Sementara itu, dari pihak Jepang, kapal kebanggaan mereka ini dikomandani oleh Commander Nobukazu Ryuso. Keduanya pun langsung berbincang hangat, menandai awal dari kunjungan penuh makna ini. Jangan kaget, ternyata JS Ikazuchi bukanlah kapal sembarangan karena ia merupakan kapal ketujuh dari kelas kapal perusak Murasame yang masih aktif bertugas di Angkatan Laut Bela Diri Jepang. Hal ini disampaikan langsung oleh Dinas Penerangan Koderal III dalam rilis mereka pada Sabtu (23/5/2026).
Alih-alih hanya seremoni militer biasa, prosesi penyambutan justru berlangsung sederhana namun sarat makna budaya. Pengunjung dan awak kapal pun disuguhi tarian tradisional khas Betawi yang memukau, yaitu “Tapak Dara”, sebagai simbol selamat datang dari bangsa Indonesia. Setelah tarian usai, barulah kedua pihak saling bertukar cendera mata. Penting untuk dicatat, kunjungan kapal perang Jepang ini bukan sekadar acara seremonial belaka. Lebih jauh lagi, kedatangan JS Ikazuchi menjadi bagian integral dari upaya nyata untuk mempererat hubungan bilateral serta kerja sama maritim antara Indonesia dan Jepang. Dengan demikian, momen ini sekaligus menjadi momentum penting untuk meningkatkan kerja sama antarangkatan laut kedua negara, ungkap Uki Prasetia dalam siaran pers tersebut dengan nada optimistis.
Tidak berhenti sampai di situ, kehadiran kapal perusak Jepang ini juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara TNI Angkatan Laut dengan Angkatan Laut Jepang. Tujuan utamanya jelas: bersama-sama menjaga stabilitas keamanan maritim di kawasan regional. Maka dari itu, kunjungan ini dinilai sangat strategis di tengah dinamika geopolitik yang kian memanas. Semua pihak pun sepakat bahwa kerja sama seperti ini harus terus ditingkatkan ke depannya.
Sebelum keramaian ini terjadi, publik Tanjung Priok juga sempat dihebohkan oleh kedatangan armada dari Pakistan. Sebagai informasi, tiga kapal perang Angkatan Laut Pakistan – yaitu Pakistan Navy Ship (PNS) Taimur, kapal selam canggih Hangor, dan PNS Aslat – terlebih dahulu bersandar di Dermaga IKT ex-Presiden, Tanjung Priok, pada Selasa (19/5/2026). Kapal-kapal itu pun disambut tidak kalah meriah oleh jajaran TNI AL.
Selama berada di Jakarta, para kru kapal perang Pakistan langsung disibukkan dengan segudang agenda seru. Mereka tidak hanya melakukan kunjungan kehormatan antarpejabat militer, tetapi juga mengikuti olahraga persahabatan yang penuh keakraban. Tentunya, jamuan resmi dan tur keliling kota Jakarta juga masuk dalam daftar kegiatan mereka. Yang paling dinantikan, mereka juga menggelar acara open ship atau kapal terbuka untuk umum, sehingga masyarakat dan prajurit TNI AL bisa bebas melihat langsung kecanggihan kapal asing tersebut dari dekat.
Sebelum akhirnya bertolak dari Tanjung Priok, TNI AL dan Pakistan Navy menggelar aksi unjuk gigi melalui latihan bersama. Latihan heboh ini diberi nama kode “Teman E Bahr” dan digelar di perairan Laut Jawa, tepatnya pada Jumat (22/5/2026) – atau bertepatan dengan hari kedatangan kapal Jepang di lokasi berbeda. Berdasarkan siaran pers Dinas Penerangan Angkatan Laut, latihan ini melibatkan unsur-unsur tempur yang lengkap. Mulai dari kapal perang, helikopter, hingga kapal selam dari kedua negara, semuanya dikerahkan habis-habisan.
Penasaran apa saja yang diturunkan Indonesia? TNI AL dengan percaya diri mengerahkan KRI Bung Karno-369, KRI Wiratno-379, dan Helikopter Panther HS-1311 yang lincah. Sementara itu, dari kubu Pakistan, mereka juga tidak mau kalah dengan menurunkan kapal perang PNS Taimur, PNS Aslat, dan kapal selam PNSS Hangor yang mematikan. Seluruh alutsista ini pun langsung disimulasikan dalam berbagai skenario perang. Perlu Anda ketahui, latihan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan armada Pakistan Navy di Jakarta yang sudah berlangsung sejak 18 Mei 2026.
Maka dari itu, jangan bayangkan latihannya hanya formalitas. Sejumlah materi latihan berat pun berhasil disimulasikan dengan mulus oleh kedua belah pihak. Mulai dari tactical maneuvering exercise (manuver taktis), photo exercise (photex) untuk mengabadikan formasi bersama, hingga search and rescue exercise (sarex) yang mensimulasikan proses pencarian dan pertolongan korban di tengah laut. Semua latihan ini dikemas dengan sangat profesional dan mengesankan, ungkap keterangan tertulis dari Dinas Penerangan Angkatan Laut dengan nada bangga.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

