CIANJUR, Desapenari.id – Siapa bilang menjaga kebersihan pantai itu hal sepele? Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur bersama petugas gabungan membuktikan komitmen serius mereka dengan menggelar aksi bersih-bersih massal di kawasan Pantai Jayanti dan Pantai Cidamar, Kecamatan Cidaun, pada Rabu (24/6/2026). Hasilnya sungguh mencengangkan! Tidak kurang dari 2,5 ton sampah berhasil mereka angkut dari sepanjang garis pantai yang selama ini menjadi destinasi wisata unggulan di wilayah selatan Cianjur tersebut.
Bayangkan, sebanyak 2,5 ton sampah berhasil dievakuasi dari dua pantai yang selama ini menjadi primadona wisata bahari Cianjur. Tentu saja, kegiatan yang digelar ini bukan sekadar ajang seremonial belaka. Lebih dari itu, aksi ini merupakan rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup sekaligus menjadi upaya nyata dalam menjaga kebersihan kawasan wisata agar tetap memukau. Tidak heran jika antusiasme peserta terlihat sangat tinggi, mulai dari aparat pemerintah, pelaku pariwisata, para relawan peduli lingkungan, hingga masyarakat sekitar yang dengan sukarela turun tangan.
Mengapa Aksi Bersih Pantai Ini Wajib Dilakukan?
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur, Komarudin, menegaskan bahwa kegiatan ini jauh dari sekadar ritual tahunan. Menurutnya, aksi bersih-bersih pantai bersama petugas gabungan, pelaku pariwisata, dan relawan dari berbagai organisasi merupakan langkah konkret yang harus terus digalakkan. Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah digelar di Waduk Jangari dengan melibatkan lebih dari 300 orang petugas yang bekerja bahu-membahu.
“Kami tidak ingin kebersihan pantai hanya menjadi wacana,” ujar Komarudin dengan tegas. “Kegiatan ini adalah bukti nyata bahwa kami peduli terhadap lingkungan, terutama di kawasan wisata pantai yang menjadi kebanggaan masyarakat Cianjur.”
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Komar ini menjelaskan bahwa aksi bersih pantai ini juga memiliki tujuan strategis, yakni meningkatkan daya tarik wisata menjelang libur panjang sekolah. Dengan kondisi pantai yang bersih dan asri, diharapkan wisatawan akan merasa lebih nyaman dan betah berlama-lama menikmati keindahan alam. Hal ini tentu akan berdampak positif pada sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat setempat.
Bagaimana Pelaksanaan Kegiatan di Lapangan?
Hari itu, suasana pantai terlihat sangat berbeda dari biasanya. Sekitar 150 petugas gabungan dikerahkan untuk melakukan penyisiran sampah di dua titik pantai sekaligus, yaitu Pantai Jayanti dan Pantai Cidamar. Mereka tidak bekerja sendirian, karena Dinas Lingkungan Hidup juga menurunkan dua unit truk sampah untuk mendukung proses pengangkutan.
Para petugas dengan sigap menyusuri setiap sudut bibir pantai, mengumpulkan berbagai jenis sampah yang berserakan. Dari hasil pengumpulan, ternyata sampah yang ditemukan didominasi oleh limbah plastik, seperti bekas kemasan minuman dan bungkus makanan ringan. Sungguh miris, namun semangat para petugas tidak surut sedikit pun.
“Sekitar 2,5 ton sampah berhasil kami angkut dari kedua pantai ini,” ungkap Komarudin dengan nada lega. “Mayoritasnya adalah sampah plastik bekas minuman dan makanan ringan. Ini harus menjadi perhatian bersama. Kita semua bertanggung jawab menjaga kebersihan pantai agar tetap aman, nyaman, dan indah dipandang mata.”
Meski jumlah sampah yang diangkut terbilang fantastis, Komarudin berharap ke depannya kesadaran masyarakat akan meningkat sehingga volume sampah yang dibuang sembarangan bisa terus ditekan. Jangan sampai pantai yang indah ini justru tercemar oleh ulah tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.
Peran Pemerintah Kecamatan untuk Keberlanjutan
Tidak ingin aksi bersih ini hanya berhenti sampai di sini, Camat Cidaun, Gagan Rusganda, langsung mengambil langkah progresif. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan menjadikan kegiatan bersih-bersih sebagai agenda rutin setiap hari Jumat. Dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat di wilayah Kecamatan Cidaun, program ini diharapkan dapat menciptakan kebiasaan baik yang terus berlanjut.
“Kami akan menggencarkan kegiatan bersih-bersih setiap Jumat,” tegas Gagan dengan penuh semangat. “Lingkungan pantai yang bersih dan nyaman akan menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan. Ketika wisatawan datang dan betah, otomatis perekonomian warga sekitar pun ikut meningkat.”
Langkah ini dinilai sangat strategis, tidak hanya menjaga konsistensi kebersihan lingkungan tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Gagan optimis bahwa dengan kerja sama yang solid, Pantai Jayanti dan Cidamar akan semakin dikenal sebagai destinasi wisata bersih, asri, dan ramah lingkungan.
Libur Panjang Sebagai Momentum Emas
Menjelang libur panjang sekolah, kebersihan pantai menjadi faktor krusial yang dapat memengaruhi minat wisatawan. Pemerintah daerah tentu tidak ingin kehilangan momen emas ini. Berdasarkan pantauan, banyak wisatawan yang memilih destinasi berdasarkan kebersihan dan kenyamanan lokasi. Oleh karena itu, aksi bersih-bersih ini diharapkan menjadi nilai tambah bagi Pantai Jayanti dan Cidamar di mata para pengunjung.
Selain itu, wisatawan yang merasa puas dengan kebersihan pantai cenderung akan merekomendasikan tempat ini kepada orang lain. Efek berantai inilah yang sangat diharapkan oleh pemerintah dan pelaku pariwisata setempat. Dengan begitu, bukan hanya lingkungan yang terjaga, tetapi juga perekonomian warga yang terus menggeliat.
Sampah Plastik: Musuh Bersama yang Harus Dilawan
Salah satu temuan penting dalam aksi bersih ini adalah dominasi sampah plastik yang mencapai hampir 90 persen dari total sampah yang diangkut. Hal ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa sampah plastik adalah musuh bersama yang harus terus dilawan. Penggunaan plastik sekali pakai di kawasan wisata harus mulai dikurangi, dan pengelolaan limbah harus dilakukan secara lebih sistematis.
Komarudin menambahkan, “Kami akan terus mengedukasi masyarakat dan wisatawan tentang pentingnya mengurangi sampah plastik. Jangan sampai keindahan pantai kita rusak hanya karena sampah.”
Harapan dan Dampak Jangka Panjang
Aksi bersih-bersih ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari perubahan besar yang harus terus dijaga. Dengan adanya komitmen dari pemerintah kecamatan untuk menjadikan kegiatan ini rutin, diharapkan kebersihan Pantai Jayanti dan Cidamar akan tetap terjaga dalam jangka panjang.
“Kami ingin Pantai Jayanti dan Cidamar menjadi contoh bahwa Cianjur serius dalam menjaga kelestarian lingkungan,” tutup Komarudin. “Ini adalah investasi untuk masa depan, baik bagi lingkungan maupun bagi ekonomi masyarakat.”
Dengan semangat gotong royong yang terus dijaga, siapa pun dapat ikut berkontribusi menjaga kebersihan pantai. Tidak ada yang mustahil jika semua pihak bergerak bersama. Pantai bersih, wisatawan betah, ekonomi pun meningkat—itulah Cianjur yang kita impikan bersama!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

