Desapenari.id – Pemerintah Kota Pekanbaru akhirnya secara resmi mengambil tindakan berani dengan mengoperasikan kembali seluruh kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) serta arena Taman Kota bagi publik. Bahkan, kebijakan melegakan ini resmi meluncur sesudah fasilitas umum tersebut sempat terisolasi rapat-rapat selama seminggu penuh akibat kepungan bencana kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang secara drastis merusak baku mutu kualitas udara perkotaan.
Selanjutnya, publik perlu mencatat bahwa terdapat tiga zona fasilitas bermain favorit yang sempat lumpuh total sebelum keputusan penataan ulang ini dikeluarkan oleh dinas terkait. Secara rinci, ketiga lokasi berharga tersebut meliputi kawasan RTH Putri Kaca Mayang yang berdiri megah di lintasan utama Jalan Jenderal Sudirman, kawasan RTH Tunjuk Ajar Integritas di jantung Jalan Ahmad Yani, serta area hijau Taman Kota yang membentang asri di sepanjang ruas Jalan Diponegoro.
Seketika, sesudah portal pembatas resmi disingkirkan oleh otoritas setempat, kawasan RTH Putri Kaca Mayang langsung dipadati oleh gelombang pengunjung pada Sabtu (26/9/2026). Terlebih lagi, momen pembukaan ini bertepatan langsung dengan agenda akhir pekan sehingga ratusan kepala keluarga tampak antusias memboyong buah hati mereka untuk menikmati wahana permainan luar ruangan seraya bersantai melepas penat sesudah berhari-hari terkurung di dalam rumah.
Tidak hanya itu, geliat ekonomi mikro pun kembali berdenyut ketika deretan pedagang kaki lima terlihat menyemut menjajakan aneka jenis jajanan kuliner lezat dan minuman segar di sudut-sudut taman. Di sisi lain, sejumlah regu Satpol PP Kota Pekanbaru terus bergerak melakukan patroli ketat di sekitar lokasi untuk mengawasi ketertiban dan memastikan seluruh aktivitas rekreasi pengunjung berjalan dengan aman serta tertib.
Kualitas Udara Membaik, Tapi Jangan Lepas Masker Dulu!
Mengenai kebijakan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, secara terbuka mengonfirmasi bahwa operasional RTH dan Taman Kota sebenarnya sudah dibuka secara bertahap sejak Rabu (23/9/2026). Pernyataan krusial ini disampaikan langsung oleh beliau sewaktu melayani sesi wawancara khusus bersama deretan wartawan media massa pada Sabtu sore.
“Kebijakan pembukaan kembali ini ditetapkan secara matang setelah hasil analisis pemantauan stasiun pengukur menunjukkan indikator kualitas udara di Pekanbaru terbukti membaik secara signifikan,” tegas Reza di hadapan awak media pada Sabtu pekan lalu. Bahkan, beliau menambahkan bahwa status pencemaran udara saat ini sudah resmi melandai dan aman berada di dalam kategori sedang berdasarkan standar evaluasi lingkungan.
Namun demikian, pejabat tinggi DLHK tersebut tetap melayangkan peringatan tegas agar seluruh lapisan masyarakat tidak bersikap jemawa atau menurunkan kewaspadaan mereka terhadap kondisi atmosfer yang masih rawan berfluktuasi.
Oleh sebab itu, instansi Pemkot mengimbau seluruh pengunjung agar selalu mengenakan masker pelindung berstandar medis sewaktu beraktivitas di luar gedung. Sebab, dinamika cuaca ekstrem lokal beserta ancaman sebaran partikel asap sisa kebakaran hutan masih berpotensi berubah-ubah secara mendadak dari waktu ke waktu.
Padahal, jika merujuk pada pemetaan satelit lingkungan terbaru, wilayah administratif Kota Pekanbaru sejatinya sudah berhasil mencapai status zero hotspot atau bebas dari titik api lokal. Kendati begitu, ancaman gelombang kabut asap pekat masih sangat berpeluang menerobos masuk ke langit perkotaan akibat dorongan tiupan angin kencang dari daerah-daerah tetangga yang masih membara dihantam karhutla.
“Lantaran daerah kita masih terus dibayangi paparan asap kiriman dari luar wilayah, maka dari itu kita semua wajib membentengi diri dengan tetap disiplin menggunakan masker medis,” tutur Reza memberikan arahan mendalam. Selain itu, beliau secara khusus mewanti-wanti para orang tua agar senantiasa mendampingi anak-anak mereka serta ekstra cermat memantau stamina fisik sang buah hati sewaktu mereka asyik bermain di fasilitas terbuka.
Guna menjamin kepastian keselamatan publik, jajaran DLHK Pekanbaru berjanji akan terus menyiagakan peralatan pemantau dan menjalankan evaluasi kualitas udara secara berkala selama 24 jam penuh.
Bahkan, andaikata Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mendadak melonjak buruk kembali akibat serbuan asap karhutla, maka Pemkot Pekanbaru tidak akan ragu-ragu untuk mengambil opsi tegas berupa penutupan kembali seluruh fasilitas RTH dan taman publik secara mendadak.
Kilas Balik Penutupan Darurat: Kiriman Asap Pekat Bikin Kota Lumpuh
Pada dasarnya, langkah taktis antisipatif ini dijalankan sebagai wujud tanggung jawab mutlak pemerintah dalam melindungi kesehatan masyarakat luas, terutama kelompok rentan seperti anak-anak balita yang rutin beraktivitas di arena terbuka.
Seperti yang telah diberitakan secara luas sebelumnya, jajaran Pemkot Pekanbaru memang terpaksa mengambil tindakan darurat dengan menyegel sementara seluruh tempat bermain outdoor favorit masyarakat.
Secara spesifik, tiga area publik utama yakni RTH Putri Kaca Mayang, RTH Tunjuk Ajar Integritas, beserta Taman Kota resmi dikosongkan total dari segala bentuk keramaian warga semenjak tanggal 17 September 2026.
Memang, aksi penutupan serentak tersebut terpaksa ditempuh oleh otoritas daerah lantaran selimut kabut asap Karhutla menyembur sangat pekat hingga mengepung atmosfer ibu kota Provinsi Riau.
Oleh karena itu, guna membendung gelombang kedatangan warga maupun pedagang yang nekat menerobos ke dalam area, puluhan personel Satpol PP langsung dikerahkan untuk bersiaga ketat mensterilkan setiap sudut gerbang masuk.
Bagi rombongan warga yang terlanjur tiba di lokasi, para petugas lapangan secara persuasif langsung mengarahkan mereka untuk segera berputar balik dan kembali ke rumah masing-masing. Sebab, kondisi paparan polusi udara pada periode tersebut telah menyentuh batas yang sangat tidak sehat bagi pernapasan manusia.
Sama halnya dengan nasib para pengunjung, deretan pedagang kaki lima juga diminta secara tegas oleh aparat penegak perda agar tidak menggelar lapak jualan di areal RTH maupun Taman Kota demi menjaga kesehatan bersama dari ancaman racun karhutla.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

