KEDIRI, Desapenari.id – Bencana memilukan menimpa seorang peternak di Kabupaten Kediri pada Rabu malam, 17 Juni 2026. Sebuah kandang ayam megah yang berlokasi di Dusun Pulosari, Desa Duwet, Kecamatan Wates, tiba-tiba disambar sijago merah dan berubah menjadi tumpukan abu menyedihkan dalam waktu singkat. Sungguh mengerikan, seluruh bangunan kayu yang kokoh beserta ribuan ayam yang sedang giat-giatnya dalam masa pembesaran, ludes dilalap api tanpa menyisakan secuil pun barang berharga!
Betapa hancurnya hati pemilik kandang, Fajrul Falah, ketika menyaksikan usahanya yang telah dibangun dengan susah payah selama bertahun-tahun, kini rata dengan tanah. Meskipun Allah SWT masih memberikan nikmat keselamatan tanpa adanya korban jiwa dalam peristiwa nahas ini, namun derita finansial yang diderita sungguh luar biasa besarnya. Kerugian material yang dialami sang pemilik diperkirakan mencapai angka fantastis, yaitu Rp 1,5 miliar! Bayangkan, uang sebanyak itu lenyap begitu saja dalam sekejap mata!
Proses Pemadaman yang Melelahkan, Lima Jam Petugas Berjibaku Melawan Bara!
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kediri yang juga memegang kendali atas bidang Pemadam Kebakaran (Damkar), Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengungkapkan betapa beratnya perjuangan timnya dalam memadamkan api yang membakar dengan ganasnya. Tim pemadam kebakaran pun membutuhkan waktu sekitar lima jam lamanya untuk akhirnya bisa menguasai situasi dan memadamkan api sepenuhnya. Sangat melelahkan, namun semangat juang petugas tak pernah surut sedetik pun!
Menurut penjelasan Kaleb, skala kebakaran yang begitu besar ini disebabkan oleh banyaknya material yang sangat mudah terbakar di dalam kandang. Seluruh struktur kandang ternyata terbuat dari kombinasi kayu dan bambu yang tentunya menjadi santapan lezat bagi api yang terus merambat dengan cepat. “Material kayu dan bambu ini seperti minyak tanah bagi api,” ujar Kaleb saat ditemui pada Kamis (18/6/2026) dengan nada prihatin. “Begitu api menyentuh satu bagian, maka dengan sekejap mata ia menjalar ke seluruh bangunan!”
Tiga Unit Damkar Dikerahkan, Kerja Sama Antar Kota Menyelamatkan Situasi!
Dalam operasi pemadaman yang dramatis ini, petugas pemadam kebakaran tidak hanya mengandalkan satu atau dua unit mobil pemadam, melainkan total tiga unit mobil damkar yang diturunkan secara serentak untuk memadamkan kobaran api yang terus membesar. Satu unit mobil damkar dikerahkan dari Pos Damkar Ngadiluwih Kabupaten Kediri, sementara dua unit lainnya merupakan bantuan berharga dari Damkar Kota Kediri yang sigap datang memberikan pertolongan.
Kaleb menambahkan bahwa selain fokus memadamkan api yang membakar kandang, petugas juga harus berjibaku dengan keras untuk melakukan lokalisasi api. Target utamanya adalah mencegah agar api tidak menjalar dan melahap lahan tanaman tebu yang berada di sekitar lokasi kebakaran. “Kami benar-benar bekerja ekstra keras karena jika api sempat menjangkau lahan tebu, maka kerugian bisa berlipat ganda dan dampaknya akan semakin meluas,” terang Kaleb dengan ekspresi serius.
Dini Hari, Pemadaman Total Berhasil Dilakukan!
Perjuangan panjang akhirnya membuahkan hasil yang menggembirakan. Pada Kamis dini hari, tim pemadam kebakaran berhasil melakukan pemadaman total terhadap api yang telah merusak puluhan meter persegi bangunan kandang. Proses akhir pemadaman ditandai dengan kegiatan pembasahan yang dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang tersembunyi dan berpotensi menyala kembali.
Meskipun pemadaman telah berhasil dilakukan, namun suasana duka masih begitu terasa di lokasi kejadian. Puing-puing kayu hangus dan bau anyir sisa kebakaran masih menyelimuti area kandang yang kini telah menjadi lautan abu. Pemilik kandang, Fajrul Falah, tampak hanya bisa terdiam dan pasrah menerima musibah besar yang menimpanya.
Dugaan Penyebab Kebakaran: Tungku Arang Pemanas Ayam Tanpa Pengawasan!
Setelah melakukan serangkaian investigasi awal, Kaleb mengungkapkan bahwa penyebab kebakaran ini diduga kuat berasal dari areal tungku arang peralatan penghangat ayam. Kronologi kejadian dimulai ketika seorang penjaga kandang ayam yang bertugas pada malam itu, tiba-tiba mendengar suara ledakan yang cukup keras dari arah tungku pemanas. Beberapa detik berselang, kobaran api langsung muncul dan dengan cepat membesar, menyambar material-material kayu di sekitarnya.
“Sumber api diduga berasal dari pemanas arang yang dinyalakan tanpa pengawasan yang memadai,” jelas Kaleb dengan nada tegas. Ia menambahkan bahwa kelalaian dalam mengawasi peralatan pemanas yang menggunakan arang sebagai bahan bakar ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh peternak di wilayah Kediri. “Kami mengimbau kepada seluruh peternak agar selalu waspada dan tidak pernah meninggalkan tungku pemanas dalam keadaan menyala tanpa pengawasan, sekecil apapun apinya,” pungkasnya.
Kerugian Mencapai Rp 1,5 Miliar, Hanya Rp 100 Juta yang Terselamatkan!
Menurut perhitungan awal yang dilakukan oleh tim gabungan, tingkat kerugian yang diderita oleh Fajrul Falah sebagai pemilik kandang mencapai estimasi yang sangat fantastis, yaitu sebesar Rp 1,5 miliar. Angka ini mencakup seluruh bangunan kandang yang terbuat dari kayu dan bambu, ribuan ayam yang hangus terbakar, serta berbagai peralatan peternakan yang ikut ludes dalam kebakaran tersebut.
Dari total kerugian yang mencapai miliaran rupiah tersebut, hanya sekitar Rp 100 juta saja material yang berhasil terselamatkan. “Tingkat kerugian estimasi Rp 1,5 miliar dan material yang terselamatkan hanya Rp 100 juta,” ungkap Kaleb mengakhiri pernyataannya dengan nada prihatin. Sisanya, hangus terbakar dan tidak dapat diselamatkan lagi.
Peristiwa kebakaran kandang ayam ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat, khususnya para peternak, akan pentingnya kewaspadaan dan pengawasan ketat terhadap peralatan pemanas yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga dan tidak terulang lagi di masa mendatang.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

