JAKARTA, Desapenari.id — Sebuah gebrakan mengejutkan datang dari jajaran kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan. Mereka berhasil mengamankan seorang otak penadah yang selama ini menjadi tempat berlabuhnya puluhan sepeda motor hasil kejahatan di ibu kota. Sosok berinisial J itu akhirnya diringkus di daerah Pandeglang, Banten, pada Rabu (1/7/2026) dalam sebuah operasi senyap yang mengejutkan warga sekitar. Penangkapan ini terjadi berkat pengembangan informasi dari dua pelaku curanmor yang lebih dulu jatuh ke tangan aparat, membongkar jaringan kejahatan yang selama ini bergerak secara rapi di bawah radar polisi.
Kasi Humas Polres Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo, dengan tegas mengungkapkan bahwa keberadaan J tidak lepas dari kerja keras tim di lapangan yang tak kenal lelah memburu dalang di balik aksi pencurian kendaraan bermotor. “Awalnya kami hanya menangkap dua pelaku, tetapi dari pengakuan merekalah kami mulai meraba adanya sosok yang lebih besar yang menampung semua motor curian,” jelas Joko kepada awak media pada Jumat (3/7/2026). Berkat kecerdasan tim dalam menggali informasi, pelaku utama yang selama ini bersembunyi di balik bengkelnya akhirnya terbongkar juga. Polisi terus bergerak cepat mengejar setiap petunjuk, dan hasilnya sungguh di luar dugaan. Mereka mendapati bahwa J bukan sekadar penadah biasa, melainkan otak dari operasi pencucian barang curian yang sudah berlangsung berbulan-bulan.
Lebih lanjut, Joko membeberkan mekanisme kerja komplotan ini yang ternyata sangat terstruktur. Kedua maling yang tertangkap, yaitu F dan MS, mengaku selalu menerima aliran dana dari J setiap kali mereka sukses menggondol sepeda motor incaran. Hubungan bisnis kelam ini berjalan mulus karena J menyediakan bengkel khusus yang difungsikan sebagai tempat persembunyian dan pemotongan suku cadang. “F dan MS tidak pernah menjual motor sendiri, karena J selalu siap menampung dan memberikan mereka uang tunai dengan cepat. Sistem mereka ini cukup rapi, namun tetap tidak luput dari pantauan petugas,” tutur Joko. Setelah motor-motor itu masuk bengkel milik J, ia langsung mengubah tampilan atau menjualnya kembali ke pasar gelap dengan harga yang lebih murah, tetapi tetap menguntungkan bagi pihaknya.
Setelah melakukan penangkapan dramatis di Banten, polisi langsung menggerebek bengkel milik J dan mendapati pemandangan yang mencengangkan. Di dalam lokasi yang tampak seperti garasi biasa itu, petugas menyita tidak kurang dari 10 unit sepeda motor yang seluruhnya sudah dipastikan sebagai hasil curian. “Kami langsung mengamankan barang bukti tersebut dan saat ini semuanya sudah kami bawa ke Mapolres untuk proses identifikasi lebih lanjut,” ungkap Joko dengan nada serius. Tidak main-main, seluruh motor dalam kondisi cukup baik dan siap untuk dijual kembali kepada pembeli yang tidak mengetahui asal-usulnya. Kini, polisi mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan motor dalam beberapa bulan terakhir untuk segera melapor, karena besar kemungkinan kendaraan mereka ada di antara puluhan unit yang berhasil diselamatkan tersebut.
Saat ini, tim penyidik masih terus mendalami keterangan J yang terkesan berbelit-belit dan berusaha menutupi sebagian fakta. Namun, Joko optimis bahwa dengan bukti kuat yang ada, pelaku tidak akan bisa mengelak dari jeratan hukum. “Kami masih mendalami apakah ada pelaku lain yang terlibat di luar F, MS, dan J, karena indikasi di lapangan menunjukkan adanya jaringan yang lebih luas. Pengembangan ini akan terus kami lakukan sampai semuanya terungkap,” tandasnya. Kepolisian bergerak tanpa henti untuk membongkar seluruh mata rantai pencurian, karena mereka yakin bahwa di balik satu bengkel tersebut mungkin masih ada tempat penyimpanan lain yang belum tersentuh. Kerja keras ini menjadi angin segar bagi warga Jakarta yang kerap resah dengan maraknya aksi curanmor di pemukiman mereka.
Sebagai informasi tambahan, sebelum penangkapan J di Banten, dua pelaku utama berinisial F (38) dan MS (30) lebih dahulu diringkus di kawasan Tamansari, Jakarta Barat pada Sabtu (27/6/2026). Penangkapan mereka bermula dari laporan warga yang mencurigai adanya kepemilikan senjata api di area Pondok Indah, Jakarta Selatan, salah satu kawasan elit yang selama ini menjadi sasaran empuk para pelaku. Setelah melakukan pengintaian selama beberapa jam, tim langsung bertindak dan berhasil mengamankan keduanya berikut barang bukti yang mengejutkan. Dari tangan F dan MS, polisi menyita dua buah senjata api rakitan yang masih aktif, sepuluh butir peluru tajam, serta kunci letter T dan mata kunci yang biasa digunakan untuk merusak lubang kunci kontak motor.
AKP Joko Adi Wibowo menjelaskan bahwa awalnya kedua pelaku mencoba mengelabui petugas dengan dalih bahwa senjata tersebut hanya untuk perlindungan diri. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan mendalam dan menggali rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, kecurigaan polisi pun terbukti benar. “Tim operasional menduga bahwa pelaku yang menguasai senpi itu diduga sebagai pelaku curanmor, dan dugaannya tepat setelah kami melakukan interogasi,” ujar Joko saat ditemui di kantornya pada Rabu (1/7/2026). Dengan adanya temuan senjata api rakitan, maka tingkat bahaya dari komplotan ini semakin meningkat, karena mereka tidak segan-segan menggunakan kekerasan saat beraksi di jalanan. Kondisi ini membuat polisi mengambil langkah antisipatif untuk segera menangkap semua pihak yang terlibat agar tidak ada korban jiwa di kemudian hari.
Setelah menjalani pemeriksaan intensif selama beberapa jam, F dan MS akhirnya mengakui semua perbuatan mereka dengan blak-blakan. Mereka mengaku bahwa aksi pencurian motor sudah sering mereka lakukan di berbagai titik di Jakarta, terutama di kawasan perumahan yang minim penerangan. “Kedua pelaku tersebut mengakui bahwa mereka memang sering mencuri sepeda motor di Jakarta dan mengirimkannya ke J di Banten,” ungkap Joko menirukan pengakuan para pelaku. Dengan bukti pengakuan ini, polisi dengan cepat melakukan pengembangan dan menemukan bahwa aliran motor curian tidak hanya berhenti di J, tetapi juga berpotensi melibatkan penadah lain di wilayah berbeda. Oleh karena itu, penyidik kini terus memeriksa ponsel dan catatan transaksi para pelaku untuk menelusuri keberadaan motor-motor lain yang mungkin masih tersebar di pasaran gelap.
Masyarakat pun diimbau untuk lebih waspada dan tidak mudah tergiur dengan harga murah saat membeli sepeda motor bekas. Polisi berharap dengan penangkapan ini, maka angka kriminalitas pencurian kendaraan bermotor di Jakarta dapat ditekan secara signifikan. “Kami terus berkomitmen untuk memberantas kejahatan ini sampai ke akar-akarnya. Semua pelaku akan kami kejar dan proses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Joko di akhir wawancara. Operasi ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara masyarakat dan aparat sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Saat ini, polisi juga mengimbau warga yang pernah kehilangan motor untuk segera melapor ke pos polisi terdekat dengan membawa dokumen kepemilikan, agar kendaraan mereka dapat segera dikembalikan. Dengan langkah tegas ini, diharapkan para pelaku kejahatan serupa akan berpikir seribu kali sebelum bertindak di masa mendatang.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

