Desapenari.id – Kabar menggembirakan datang dari sektor energi tanah air! Proyek pembangunan fasilitas Compressed Natural Gas (CNG) Mother Station di kawasan Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, kini resmi masuk jalur cepat. Ya, proyek yang telah dinobatkan sebagai Program Strategis Nasional ini dipastikan akan memulai konstruksi pada tahun ini juga, meskipun sederet tantangan birokrasi masih harus ditaklukkan. Salah satu pekerjaan rumah yang paling krusial adalah penyesuaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang hingga kini terus dimatangkan.
Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, dengan tegas menyatakan bahwa seluruh jajaran kementerian, lembaga negara, hingga pemerintah daerah telah berkomitmen bulat untuk mengakselerasi proses pembangunan ini. Mereka bergerak cepat mengatasi setiap hambatan yang muncul, demi memastikan proyek ambisius ini segera melesat ke tahap konstruksi. “Saya bersama jajaran terus menyelesaikan koordinasi untuk pembangunan Mother Station CNG yang rencananya akan berlokasi di Tanjung Enim. Memang ada beberapa kendala teknis di lapangan, namun karena seluruh pihak sepakat bahwa ini demi kepentingan bangsa dan negara, plus ini adalah program strategis nasional yang wajib kita kawal dan kembangkan bersama,” ujar Dudung dengan penuh optimisme dalam siaran pers resmi KSP, Sabtu (4/7/2026).
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Dudung ini menjelaskan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan urusan administrasi menghambat laju proyek. Meskipun proses administrasi harus tetap berjalan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku, namun KSP memastikan adanya terobosan baru. Proses birokrasi dan pelaksanaan pekerjaan fisik akan dijalankan secara paralel atau bersamaan. Dengan strategi cerdas ini, target mulai pengerjaan pada tahun ini diyakini akan tercapai tanpa harus mengorbankan kepatuhan terhadap regulasi. “Karena proyek ini harus segera terwujud dan targetnya jelas tahun ini, maka kami putuskan pengerjaannya akan dimulai meskipun beberapa lembar administrasi masih kita kejar. Semua berjalan beriringan,” tegasnya.
Birokrasi Gas Pol: Administrasi Jalan, Konstruksi Siap Melesat!
Untuk mempercepat realisasi proyek raksasa ini, KSP secara masif menggencarkan koordinasi lintas sektoral. Tujuannya satu: mengatasi semua hambatan birokrasi yang masih tertinggal. Penyesuaian RDTR menjadi salah satu pekerjaan utama yang masih harus dipercepat penyelesaiannya sebelum pembangunan berjalan penuh. Namun, kabar baiknya, pemerintah daerah bersama kementerian teknis terkait telah saling bahu-membahu melakukan penyesuaian. Mereka terus menggelar rapat koordinasi intensif agar seluruh persyaratan administrasi dapat dipenuhi secara cepat dan tepat sesuai ketentuan yang berlaku.
Menariknya, KSP menekankan bahwa langkah percepatan ini bukan sekadar formalitas belaka. Lebih dari itu, ini adalah bentuk pengawalan serius terhadap pelaksanaan program-program prioritas Presiden. Tujuannya mulia, yakni memastikan setiap proyek strategis nasional tidak hanya berjalan sesuai jadwal yang ditargetkan, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata dan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat luas. Jadi, proyek ini bukan sekadar tumpukan beton dan pipa, melainkan mesin penggerak ekonomi yang akan dinikmati hasilnya oleh rakyat.
Bikin Sumsel Makin Kece: Dukung Ketahanan Energi dan Buka Ribuan Lapangan Kerja!
Dudung kembali menegaskan bahwa pembangunan Stasiun CNG Tanjung Enim ini memiliki visi besar yang melampaui sekadar proyek infrastruktur biasa. Kehadirannya diyakini akan menjadi pilar penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Selain itu, efek domino dari proyek ini akan sangat terasa di ranah sosial, terutama dalam penciptaan lapangan kerja baru yang sangat dibutuhkan masyarakat. “Yang paling dominan dan akan langsung dirasakan oleh warga sekitar adalah terbukanya peluang kerja baru, kemudian secara makro ini akan memperkokoh ketahanan energi nasional kita,” papar Dudung dengan antusias.
Lantas, mengapa Sumatera Selatan yang terpilih sebagai lokasi proyek strategis ini? Jawabannya sangat logis. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu lumbung energi nasional dengan cadangan gas bumi dan batu bara yang melimpah ruah. Potensi sumber daya alam yang besar ini dinilai sangat strategis dan ideal untuk mendukung pengembangan infrastruktur energi nasional ke depan. Dengan membangun Mother Station CNG di Tanjung Enim, rantai pasok energi nasional akan semakin kuat dan terintegrasi.
PGN Siaga! Siap Jadi Jembatan Energi Domestik Menuju Kemandirian
Sementara itu, Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara (PGN), Arief K. Risdianto, menyambut baik dukungan penuh dari KSP. Ia mengungkapkan bahwa percepatan koordinasi antarinstansi ini sangat krusial untuk mendorong pengembangan gas domestik secara masif. Tidak hanya fokus pada Mother Station CNG, PGN juga turut menggagas pengembangan proyek Coalbed Methane (CBM) di Tanjung Enim serta pembangunan infrastruktur penyaluran gas di Pagardewa. “Berkat pengalaman dan infrastruktur mumpuni yang kami miliki sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN siap total menjalankan peran vital sebagai penghubung antara potensi pasokan gas domestik yang melimpah dengan kebutuhan energi nasional yang terus meningkat,” tegas Arief dengan penuh percaya diri.
Lebih jauh, Arief menjelaskan bahwa sinergi dan koordinasi yang solid antar lembaga akan memperjelas pembagian tugas dan tanggung jawab. Hal ini pada akhirnya akan mempercepat proses tindak lanjut proyek di lapangan. Langkah strategis ini diharapkan mampu mempercepat pemanfaatan gas bumi domestik, sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Proyek ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah dalam menciptakan kemandirian energi yang berkeadilan.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

