DENPASAR, Desapenari.id – Pemerintah Kota Denpasar akhirnya mengambil langkah nyata untuk mengurai benang kusut kemacetan di Sanur. Kabar terbaru mengungkapkan, Dermaga Mertasari Sanur yang selama ini sepi akan segera berdenyut kembali. Bahkan, uji coba terbatas operasional dermaga yang terletak di timur Muntig Siokan ini sudah dipastikan bakal digelar pada pertengahan Februari 2026 mendatang. Tujuan utamanya jelas: menawarkan alternatif layanan penyeberangan laut yang fresh dan sekaligus menjadi ‘obat’ bagi kemacetan kronis di kawasan pariwisata legendaris tersebut.
Tak main-main, Direktur Utama Perumda BPS Kota Denpasar, I Nyoman Putrawan, dengan tegas menyebut tanggal spesifiknya. “Kami akan melaksanakan uji coba pada 18 Februari 2026,” ujarnya. Saat ini, timnya sedang fokus menyelesaikan segala persiapan operasional. Namun, proses menuju hari-H ternyata tidak instan. Putrawan mengakui, mereka telah melalui proses koordinasi yang sangat panjang. Terlebih, pihaknya harus berkoordinasi penuh dengan Desa Adat Intaran yang tergabung dalam PT Pengelola Mertasari Bersama selaku pengelola resmi dermaga.
Di sisi lain, upaya harmonisasi dengan pemangku adat setempat terus digenjot. Putrawan menambahkan, rapat intensif dengan jajaran Desa Adat Intaran telah mereka lakukan beberapa waktu lalu. Hasilnya cukup menggembirakan. Dari segi perizinan, hampir semua kendala administratif sudah teratasi. “Kami telah mengurus sekitar 18 perizinan. Kini, hanya tinggal satu izin teknis khusus yang masih dalam proses,” jelasnya dengan nada optimis.
Meskipun ada satu izin yang masih pending, semangat untuk segera beroperasi tidak surut. Mereka berencana tetap melaksanakan uji coba operasional secara terbatas. Yang menarik, uji coba perdana ini akan melibatkan dan mengutamakan pelaku usaha lokal. Putrawan lalu membeberkan data menarik dari Desa Adat Intaran. Ternyata, setidaknya ada sekitar 60 pengusaha fast boat yang tergabung dalam asosiasi pengusaha fast boat Intaran. Menurutnya, para pengusaha lokal ini sudah sangat siap untuk memanfaatkan fasilitas dermaga.
“Kami fokuskan uji coba ini untuk pelaku usaha lokal dulu,” tandas Putrawan. Strateginya jelas, mereka akan mengembangkan operasi secara bertahap. Nantinya, pihak lain seperti asosiasi dan operator dari luar Sanur akan dilibatkan. Seluruh proses ekspansi ini akan berjalan sambil menunggu kepastian kelengkapan seluruh regulasi. Sebagai Badan Usaha Pelapukan (BUP) milik Pemkot Denpasar, Perumda BPS merasa punya tanggung jawab besar. Putrawan menegaskan, pihaknya wajib memastikan semua operasional dermaga berjalan mulus sesuai aturan yang berlaku.
Lantas, apa dampak besar yang diharapkan? Keberadaan Dermaga Mertasari jelas bukan sekadar proyek fisik biasa. Dermaga ini diharapkan bisa menjadi alternatif layanan penyeberangan yang sangat dibutuhkan masyarakat. Selain itu, ia juga diandalkan untuk mengalihkan kepadatan aktivitas transportasi laut yang selama ini membludak dan terpusat hanya di kawasan utara Sanur.
Atasi Kemacetan
Sementara itu, dari perspektif transportasi, manfaatnya dinilai sangat strategis. Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan, memaparkan dengan detail. Menurutnya, pengoperasian Dermaga Mertasari sejalan banget dengan upaya serius pemerintah untuk menekan angka kemacetan lalu lintas. Terutama di jalur By Pass Ngurah Rai menuju Sanur yang kondisinya sudah sangat parah. Jalur itu selama ini selalu padat oleh pergerakan wisatawan yang menuju ke Nusa Lembongan dan Nusa Penida.
Apalagi, lokasi Pantai Mertasari sendiri dinilai sangat ideal. Kawasan itu bisa difungsikan sebagai kantong parkir yang luas dan sekaligus menjadi titik penyeberangan yang efisien. “Kehadiran dermaga ini akan mengurangi beban parkir di kawasan wisata Sanur, khususnya di Jalan Danau Tamblingan yang legendaris itu,” kata Sriawan. Ia juga menekankan, integrasi antara transportasi darat dan laut akhirnya bisa terwujud dengan lebih baik.
Tak hanya itu, visi pengembangannya juga punya landasan yang kuat. Sriawan mengingatkan bahwa kawasan Sanur hingga Serangan telah ditetapkan secara resmi sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Oleh karena itu, pengembangan Dermaga Mertasari bukan hanya soal transportasi. Proyek ini diharapkan mampu menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi lokal. Caranya adalah melalui pemberdayaan UMKM setempat dan dengan melibatkan peran aktif dari desa adat sebagai pemilik kearifan lokal.
Dengan demikian, langkah reaktivasi Dermaga Mertasari ini seperti sebuah puzzle yang akhirnya menemui tempatnya. Ia menjawab masalah kemacetan, membuka peluang ekonomi baru bagi pengusaha lokal, dan mendukung visi besar kawasan strategis pariwisata. Semua mata kini tertuju pada tanggal 18 Februari 2026, menanti apakah dermaga ini benar-benar bisa menjadi ‘penyembuh’ kemacetan dan penyambung harapan baru bagi Sanur.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

