DPR Resmi Setujui Penjualan KRI Ki Hajar Dewantara atas Usulan Presiden Prabowo

Jakarta, Desapenari.id – Kabar mengejutkan menyelimuti kompleks parlemen! Dalam sebuah sidang yang berlangsung sengit, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) secara resmi mengesahkan usulan mengejutkan dari Presiden Prabowo Subianto. Keputusan kontroversial ini berkaitan dengan nasib salah satu aset kebanggaan TNI Angkatan Laut, yaitu KRI Ki Hajar Dewantara-364, yang akan segera berpindah tangan. Rapat Paripurna Ke-5 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027 yang digelar di Gedung Nusantara itu pun menjadi saksi bisu atas persetujuan yang mengguncang jagat pertahanan nasional.

Sidang yang berlangsung di Senayan, Jakarta, pada Selasa (8/9/2026) sore itu dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad. Suasana ruangan terasa begitu khusyuk karena selain dihadiri oleh jajaran pimpinan dewan lainnya seperti Sari Yuliati, Saan Mustopa, dan Cucun Ahmad Syamsurizal, hadir pula sejumlah petinggi negara. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin serta Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan turut duduk di kursi VIP, ditemani oleh jajaran perwira tinggi TNI yang menunjukkan betapa seriusnya agenda kali ini.

Sebelum angkat palu menyetujui, pimpinan sidang terlebih dahulu menyimak dengan seksama pemaparan dari Ketua Komisi I DPR, Utut Adianto. Dalam laporannya, Utut membeberkan secara panjang lebar hasil pembahasan intensif yang telah dilakukan bersama Kementerian Pertahanan beberapa waktu lalu. “Ini bukan keputusan dadakan, kami telah mengkajinya hingga tuntas,” tegas Utut dalam laporan yang dibacakannya. Setelah laporan dirasa cukup dan seluruh anggota yang hadir mendengarkan, giliran Dasco yang mengambil alih panggung dan langsung melontarkan pertanyaan retoris kepada seluruh peserta rapat yang memenuhi ruangan.

Dengan nada tegas dan penuh wibawa, Dasco melontarkan pertanyaan yang menjadi penentu nasib kapal tersebut. “Apakah laporan Komisi I DPR RI tentang persetujuan terhadap penjualan barang-barang milik negara berupa satu unit kapal eks KRI Ki Hajar Dewantara 364 dapat kita setujui bersama?” tanya Dasco dengan suara lantang yang menggema di ruang paripurna. Serentak, para anggota dewan yang hadir pun kompak meneriakkan satu kata yang membuat keputusan itu final. “Setuju!” pekik mereka, langsung disambut dengan pukulan palu sidang yang menandakan bahwa langkah besar dalam pengelolaan aset negara ini telah resmi dimulai.

Lantas, apa alasan kuat di balik keputusan yang mungkin membuat sebagian kalangan terkejut ini? Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto kemudian angkat bicara dan memberikan klarifikasi ilmiah di hadapan wartawan. Donny dengan gamblang menjelaskan bahwa mempertahankan KRI Ki Hajar Dewantara di gudang penyimpanan justru akan menjadi sebuah “kuburan” bagi uang negara. Ia menegaskan bahwa kapal tersebut perlahan akan berubah menjadi dead stock atau barang mati yang tidak bergerak dan hanya membebani anggaran pemeliharaan.

Menurut Donny, logika sederhana pun bisa memahami bahwa mempertahankan aset tua yang sudah kehilangan fungsi operasionalnya merupakan sebuah pemborosan. “Sudah tidak memiliki manfaat operasional akan menyebabkan aset tersebut menjadi dead stock, serta berpotensi menimbulkan biaya penyimpanan dan pemeliharaan tanpa memberikan manfaat yang sebanding,” papar Donny dengan nada praktis saat rapat Komisi I beberapa waktu lalu. Ia menekankan bahwa lebih baik melepasnya sekarang daripada terus merogoh kocek dalam-dalam untuk biaya perawatan yang tidak ada habisnya.

Bukan tanpa sebab, Donny lalu membeberkan kondisi memprihatinkan dari kapal yang merupakan peninggalan era Jerman dan Belanda tersebut. Sepanjang penjelasannya, ia menyoroti bahwa secara usia dan teknis, KRI Ki Hajar Dewantara saat ini sudah tidak memenuhi syarat untuk menjalankan tugas pokok TNI Angkatan Laut. “Bahkan, usia pakai kapal tersebut juga telah melampaui masa manfaat ekonomis dan teknisnya,” ungkap Donny. Alih-alih menjadi andalan di lautan, kapal ini justru dinilai sebagai beban berat bagi logistik pertahanan yang sudah sangat modern.

Lebih jauh lagi, Donny mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa sejak tahun 2018, kapal tersebut telah menjalani proses dismantling atau pembongkaran besar-besaran pada sistem persenjataannya. Proses ini kemudian dilanjutkan pada tahun 2019 dengan penurunan ular-ular perang atau perlengkapan tempur penting lainnya. “Dengan kondisi tersebut, kapal tidak lagi dapat difungsikan sebagai kapal perang dan tidak dapat digerakkan secara mandiri,” tegas Donny. Artinya, kapal itu saat ini hanya berupa cangkang besar yang tak berdaya dan tidak memiliki kemampuan manuver maupun menembak.

Oleh karena itu, langkah pemerintah untuk menjual aset ini melalui mekanisme lelang dinilai sebagai tindakan paling cerdas dan rasional. Pemerintah meyakini bahwa melepas kapal ini ke tangan pihak lain, baik untuk dijadikan museum, kapal pesiar, ataupun besi tua, adalah pilihan yang bisa dipertanggungjawabkan secara hukum dan moral. “Penjualan secara lelang juga merupakan bentuk optimalisasi terhadap nilai ekonomis aset yang masih tersisa, sekaligus menghindari penurunan nilai aset lebih lanjut akibat penyimpanan dalam jangka waktu yang panjang,” lanjutnya.

Dari perspektif yang lebih luas, Donny memandang bahwa kebijakan ini bukanlah sebuah kemunduran, melainkan sebuah lompatan maju dalam strategi pertahanan nasional. “Langkah ini merupakan bagian dari penataan dan rasionalisasi aset pertahanan, sehingga pengelolaan alpalhankam dapat diarahkan kepada aset yang masih relevan dan mendukung kebutuhan pertahanan saat ini maupun di masa yang akan datang,” jelas Donny. Dengan mengurangi jumlah kapal tua, fokus utama kini diarahkan untuk membeli dan merawat kapal-kapal modern yang benar-benar bisa melindungi kedaulatan laut Indonesia.

Ia juga menambahkan bahwa pengurangan aset yang tidak layak operasional tidak semata-mata diartikan sebagai pengurangan jumlah alutsista. “Ini merupakan bagian dari upaya membangun postur pertahanan yang lebih efektif, modern, dan sesuai dengan perkembangan doktrin pertahanan,” sambung Donny. TNI AL kini diharapkan lebih gesit dan tangguh dengan armada baru yang lebih mematikan.

Sementara itu, untuk memastikan proses ini berjalan transparan dan menguntungkan negara, Donny turut membeberkan angka pasti yang menjadi patokan harga jual. Pemerintah telah menetapkan nilai limit lelang yang cukup fantastis untuk sebuah kapal bekas, yaitu sebesar Rp 2.032.991.640,00. Dana segar ini nantinya akan segera masuk ke kas negara dan digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit serta memodernisasi alutsista lainnya. Dengan demikian, keputusan berani ini disambut baik sebagai langkah efisien dan strategis demi masa depan pertahanan Indonesia yang lebih cerah.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

More From Author

Pemerintah Pastikan Waduk Kedung Ombo Mulai Dialirkan 15 September untuk Bantu Petani Pati

Viral di Media Sosial, Polisi Selidiki Legalitas Lahan Sawit di Bekas Karhutla Berau

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

slot gacor interents-expents Wild West Gold Dalam Genre Adventure Arcade Sweet Bonanza Sebagai Game Match Berbasis Simbol Gates of Olympus Membawa Konsep Game Arcade Starlight Princess Menggabungkan Nuansa Fantasi dan Mekanisme Mahjong Wins 3 Menjadi Game Puzzle Populer Lucky Neko Menghadirkan Game Arcade Bertema Kucing Wild Bounty Showdown Mengusung Game Adventure Bertema Sugar Rush 1000 Menawarkan Game Match Bertema Sweet Bonanza x1000 Menjadi Perbincangan di Kalangan Analisis Mahjong Ways Mengungkap Cara Game Puzzle Perkembangan PG Soft Mendorong Evolusi Game Arcade Pragmatic Play Memperluas Pilihan Game Online Dengan Baccarat Online Sebagai Game Kartu Digital Memperlihatkan RTP Live Menjadi Referensi Data pada Mahjong Ways dan Mahjong Wins 3 Dibandingkan Dinamika Sweet Bonanza dan Starlight Princess Menunjukkan Wild West Gold dan Wild Bounty Showdown Menghadirkan Teknologi Machine Learning Mulai Membentuk Analisis Game Perubahan Tren Game Online 2026 Terlihat dari Slot PGSoft Tidak Pernah Gacor Ini Alasan Ilmiah di Balik RNG RTP 97 Bukan Berarti Untung 97 Miskonsepsi Umum Pemain Slot PGSoft Pola Spin Jam Hoki dan Ritual Sebelum Main Mengapa Semuanya Tidak Mengubah Peluang House Edge Tidak Pernah Tidur Kenapa Kasino Tetap Unggul dalam Jangka Panjang Volatilitas Tinggi vs Rendah Memilih Slot PGSoft Sesuai Risiko Bukan Harapan Buy Feature Autoplay dan Turbo Spin Fitur Praktis atau Jebakan Kehilangan Kendali Efek Hampir Menang Bagaimana Otak Dibuat Merasa Sedikit Lagi Jackpot Chase Loss Semakin Dikejar Semakin Dalam Lubang Keuangannya Paytable Adalah Peta Risiko Bukan Ramalan Kemenangan Kapan Harus Stop Tanda Judi Slot Sudah Tidak Lagi Sehat RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE Mahjong Ways Sebagai Game Puzzle Online Wild West Gold Game Bertema Petualangan Gates Of Olympus Dalam Genre Game Sweet Bonanza Game Puzzle Berbasis Starlight Princess Sebagai Game Arcade Mahjong Wins 3 Game Puzzle Lucky Neko Game Petualangan Bertema Baccarat Online Game Kartu Digital Wild Bounty Showdown Game Bertema Sugar Rush 1000 Game Puzzle Mahjong Ways 2 Game Puzzle Sweet Bonanza X1000 Game Arcade PG Soft Game Digital Berbasis Mahjong Ways Dalam Kategori Game Gates Of Olympus Game Arcade] Lucky Neko Game Bertema Petualangan Wild West Gold Game Petualangan Mahjong Wins 3 Game Puzzle Interaktif Starlight Princess Game Arcade Online Sweet Bonanza Game Puzzle Digital
slot gacor interents-expents Mengenal PG Soft Provider Game Digital dengan Visual Kelas Dunia 10 Game PG Soft Paling Ikonik dan Alasan Mereka Begitu Populer Di Balik Layar Rahasia Desain dan Mekanisme Game PG Soft Panduan Memahami RTP Volatilitas dan Fitur Bonus di Game PG Soft PG Soft vs Provider Lain Apa yang Membuatnya Berbeda Tren Desain Game PG Soft Grafis 3D Animasi Halus dan Mobile First 7 Fitur Khas PG Soft yang Sering Muncul di Setiap Game Review Objektif Kelebihan dan Kekurangan Game PG Soft Masa Depan PG Soft Inovasi Game Casual hingga Elemen Sosial PG Soft dan Seni Memikat Mata Ketika Game Digital Jadi Pengalaman Estetik Rahasia Ketenaran PG Soft Bukan Hanya Tema Tapi Cara Bercerita Menelusuri Jejak Kreatif PG Soft Ide Inspirasi dan Simbol yang Dipakai PG Soft dari Kacamata Pemain Baru Apa yang Pertama Kali Terlihat 5 Pertanyaan yang Sering Muncul Saat Membahas Game PG Soft PG Soft dan Revolusi Layar Sentuh Desain yang Mengikuti Ibu Jari Mengapa Efek Suara PG Soft Sulit Dilupakan Ini Rahasianya PG Soft Ketika Animasi Kecil Mampu Mengubah Suasana Bermain Antara Tren dan Karakter Cara PG Soft Menjaga Identitas di Pasar Global PG Soft vs Rasa Nostalgia Bagaimana Game Modern Menghidupkan Masa Lalu Mahjong Ways Jadi Puzzle Bertema Tiongkok Disorot Wild West Gold Hadir Permainan Bertema Koboi Gates of Olympus Permainan Multiplier Bertema Mitologi Sweet Bonanza x1000 Game Match Bertema Permen Starlight Princess Permainan Multiplier Bernuansa Fantasi Mahjong Wins 3 Puzzle Modern Simbol Dinamis Lucky Neko Game Bertema Kucing Visual Cerah Sugar Rush 1000 Konsep Match Bertema Manisan Sweet Bonanza Xmas Permainan Match Bernuansa Musiman Wild Bounty Showdown Game Bertema Koboi Bonus Mahjong Ways 2 Puzzle Digital Pola Simbol Baccarat Online Permainan Kartu Mekanisme Probabilitas PG 02 Koleksi Permainan Digital Interaktif Permainan Pragmatic Play Semakin Variatif Game Multiplier Mahjong Ways Puzzle Digital Kredit Permainan Gates of Olympus Mekanisme Multiplier Game Digital Starlight Princess Tema Fantasi Fitur Multiplier Wild West Gold Petualangan Koboi Permainan Interaktif Sweet Bonanza Game Match Visual Warna-Warni Mahjong Wins 3 Puzzle Modern Kombinasi Simbol