JAKARTA, Desapenari.id – Sunyi pagi di kawasan Dermaga Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara, tiba-tiba pecah oleh kepanikan. Tiga unit kapal yang bersandar di Jalan Dermaga Ujung Blok Empang dilalap sijago merah pada Minggu (19/7/2026) pagi, membuat suasana pelabuhan yang biasanya ramai berubah menjadi hiruk-pikuk pemadaman.
Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara, Gatot Sulaeman, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga yang datang langsung ke pos damkar sekitar pukul 08.37 WIB. Tanpa menunggu lama, informasi tersebut pun segera ditindaklanjuti.
“Objek yang terbakar adalah kapal, dan jumlahnya cukup banyak, yakni tiga unit sekaligus,” jelas Gatot saat dikonfirmasi oleh awak media pada Minggu siang.
Mendengar kabar tersebut, petugas pemadam kebakaran pun tidak tinggal diam. Mereka langsung mengerahkan kekuatan besar-besaran dengan menurunkan 12 unit armada pemadam serta 65 personil terlatih ke lokasi kejadian. Armada yang dikerahkan cukup beragam, mulai dari mobil pemadam ukuran besar hingga unit pendukung untuk memastikan proses pemadaman berjalan maksimal.
Begitu tiba di lokasi sekitar pukul 08.49 WIB, puluhan personil tersebut langsung terjun ke medan dan memulai proses pemadaman dengan sigap. Mereka tidak membuang waktu sedetik pun, mengingat api dengan cepat membakar badan kapal yang terbuat dari kayu dan fiber. Kobaran api yang membumbung tinggi sempat membuat warga dan nelayan sekitar panik, namun berkat kerja keras petugas, situasi perlahan mulai terkendali.
Perjuangan keras petugas akhirnya membuahkan hasil. Api yang semula ganas berhasil dilokalisir dan dipadamkan pada pukul 09.26 WIB. Proses pemadaman berlangsung alot karena petugas harus memastikan api tidak menjalar ke kapal lain yang masih tertambat di sekitar dermaga. Meski demikian, berkat koordinasi yang baik, api tidak sempat meluas ke pemukiman warga yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Memasuki pukul 10.08 WIB, situasi dinyatakan semakin kondusif dan petugas pun mulai memasuki tahap pendinginan. Pada tahap ini, petugas masih menyemprotkan air untuk menurunkan suhu badan kapal agar tidak terjadi penyalaan kembali (flashback). Proses pendinginan ini sangat penting mengingat sisa-sisa bahan bakar di dalam tangki kapal masih berpotensi memicu kebakaran ulang.
Hingga berita ini diturunkan, puluhan personil pemadam kebakaran masih sibuk melakukan proses pendinginan terhadap ketiga kapal yang hangus terbakar tersebut. Mereka bergantian menyemprotkan air ke bagian-bagian kapal yang masih mengeluarkan asap tipis, untuk memastikan bahwa tidak ada lagi titik api yang tersembunyi.
Sayangnya, hingga saat ini pihak berwenang masih belum bisa memastikan penyebab pasti kebakaran hebat yang melanda tiga kapal tersebut. Belum ada informasi resmi yang dirilis mengenai apakah kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik, kelalaian awak kapal, atau bahkan faktor cuaca ekstrem. Petugas pun masih terus melakukan investigasi awal di lokasi kejadian untuk mengungkap asal muasal api.
“Situasi saat ini masih dalam proses pendinginan untuk memastikan tidak ada percikan api lagi,” tambah Gatot Sulaeman di sela-sela pengawasannya di lokasi.
Peristiwa ini tentu menjadi perhatian serius bagi para nelayan dan pemilik kapal di kawasan Muara Angke. Kebakaran tiga unit kapal ini dipastikan menimbulkan kerugian materi yang tidak sedikit, meskipun belum ada angka pasti yang diumumkan oleh pihak terkait. Selain itu, kejadian ini juga mengganggu aktivitas bongkar muat ikan di dermaga yang biasanya menjadi sumber penghidupan banyak warga.
Warga setempat pun mengaku kaget dengan kejadian ini. Mereka yang awalnya hanya mendengar suara ribut, sontak kaget melihat kepulan asap hitam pekat membubung ke langit. Beberapa nelayan bahkan sempat berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum petugas damkar tiba, namun api ternyata sudah terlalu besar untuk dijinakkan.
Pihak kepolisian setempat juga dikabarkan turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Mereka akan menggali keterangan dari saksi-saksi yang berada di sekitar dermaga pada saat kejadian berlangsung. Harapannya, penyebab kebakaran dapat segera terungkap sehingga kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Selain itu, Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Utara juga mengimbau kepada seluruh pemilik kapal dan pengelola dermaga agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran. Pengecekan rutin terhadap instalasi listrik dan kompor di atas kapal sangat diperlukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Mengingat kapal adalah aset berharga, kewaspadaan ekstra harus selalu dijaga.
Insiden kebakaran di kawasan pesisir Jakarta Utara memang bukan kali ini saja terjadi. Beberapa waktu lalu, kejadian serupa juga sempat melanda kawasan Marunda dan Cilincing. Oleh karena itu, kejadian ini menjadi pengingat keras bagi semua pihak bahwa bahaya kebakaran bisa datang kapan saja, terutama di musim kemarau seperti saat ini yang membuat benda-benda mudah terbakar.
Meskipun api sudah berhasil dipadamkan, suasana duka masih terasa di sekitar Dermaga Kali Adem. Para pemilik kapal yang menjadi korban kini hanya bisa pasrah melihat kapal-kapal mereka yang tinggal kerangka hitam. Namun, mereka tetap bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam peristiwa nahas ini. Nyawa manusia tetap menjadi hal yang paling utama.
Proses pendinginan yang saat ini masih berlangsung diperkirakan akan memakan waktu beberapa jam ke depan. Petugas damkar akan terus bersiaga di lokasi hingga dipastikan bahwa kondisi benar-benar aman. Masyarakat pun diimbau untuk tidak mendekati area dermaga selama proses evakuasi dan pembersihan reruntuhan kapal berlangsung.
Kronologi kejadian yang cepat dan respons cepat dari petugas damkar patut diapresiasi. Hanya dalam waktu kurang dari satu jam, api yang semula membesar berhasil dilokalisir. Kecepatan dan ketangkasan 65 personil yang dikerahkan menjadi kunci utama keberhasilan pemadaman, sehingga api tidak merembet ke bangunan lain di sekitar dermaga.
Kini, perhatian publik tertuju pada hasil investigasi pihak kepolisian. Masyarakat berharap agar pelaku atau penyebab kebakaran dapat segera diketahui sehingga ada kepastian hukum. Sementara itu, pemilik kapal yang terdampak berharap adanya bantuan dari pemerintah untuk meringankan beban kerugian yang mereka derita.
Kebakaran ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana kebakaran. Dengan adanya peristiwa ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan bahaya kebakaran semakin meningkat, terutama bagi mereka yang bekerja dan tinggal di kawasan pesisir.
Berita ini akan terus diupdate seiring dengan perkembangan informasi dari lokasi kejadian. Pantau terus Desapenari.id untuk mendapatkan kabar terbaru seputar peristiwa kebakaran di Muara Angke dan berita-berita hangat lainnya dari Jakarta Utara.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

