SURABAYA, Desapenari.id — Lagi-lagi, praktik penipuan berkedok travel haji dan umrah meneror warga Surabaya. Kali ini, puluhan orang dari sejumlah daerah jatuh korban dan total kerugian mereka tembus hingga miliaran rupiah. Sungguh memilukan!
Kronologi Menyedihkan yang Bermula dari Janji Manis
Salah satu korban bernama BUH dengan jujur menceritakan pengalaman pahitnya. Setelah membayar uang muka sebesar Rp5.000.000 pada akhir tahun 2024, ia kemudian melunasi seluruh biaya umrahnya senilai Rp62.500.000. Sayangnya, bukannya berangkat, ia malah mendapat serangkaian jawaban yang berbelit-belit.
“Informasi yang diberikan selalu berubah-ubah dan saya terus dilempar ke sana kemari. Mereka menyuruh saya menghubungi si A, lalu si B, lagi dan lagi,” ujar BUH dengan nada frustrasi saat ditemui pada Rabu (23/4/2026).
Dijanjikan Keberangkatan Januari 2026, Kenyataannya?
Mari simak kelanjutan cerita BUH. Ia mengaku sudah mengikuti manasik dengan penuh harap pada 14 Desember 2025. Kala itu, pihak travel dengan percaya diri menjanjikan keberangkatan umrah pada 10 Januari 2026. Namun hingga berita ini diturunkan, janji manis itu tak kunjung menjadi kenyataan.
BUH sempat menerima kabar bahwa jadwal keberangkatan diundur menjadi 31 Januari 2026. Setelah menunggu tanpa kepastian, ia pun mengambil langkah tegas dengan meminta pengembalian dana secara utuh.
“Waktu itu, mereka sempat menawarkan dua opsi: diundur lagi atau dialihkan ke travel lain. Tapi saya sudah kapok dan tidak mau ambil risiko. Saya langsung mendatangi kantornya dan meminta uang saya dikembalikan,” tegasnya dengan lantang.
Jumlah Korban dan Kerugian yang Sungguh Fantastis
Berdasarkan penuturan BUH, jumlah korban mencapai sekitar 49 orang yang tersebar di berbagai kota seperti Surabaya, Mojokerto, hingga Pasuruan. Khusus dari Surabaya sendiri, terdapat 13 warga yang nasibnya serupa.
“Setelah kami hitung bersama, kerugian dari tujuh korban asal Surabaya saja sudah mencapai sekitar Rp400 juta. Apabila diakumulasi secara keseluruhan, jumlahnya bisa menembus miliaran rupiah,” ungkapnya dengan nada prihatin.
Setelah melayangkan somasi resmi, pihak travel yang bermasalah itu berkomitmen untuk mengembalikan dana secara bertahap. Namun kenyataan di lapangan sungguh berbeda.
“Total dana yang sudah dikembalikan baru sebesar Rp10 juta,” keluhnya. Sungguh jumlah yang sangat timpang dibandingkan kerugian yang diderita.
Lansia Jadi Sasaran Empuk, Keluarga Ikut Terseret
Kisah pilu juga datang dari korban lain bernama Hakiki. Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar korban adalah para lansia berusia 50 hingga 60 tahun. Kondisi ini jelas memprihatinkan.
“Jadi di sini, rata-rata kami para anak atau ponakan yang turun tangan membantu orang tua. Para korban sudah sepuh-sepuh semua,” tutur Hakiki dengan nada iba.
Kerugian yang dialami Hakiki pun tak main-main. Ia kehilangan Rp75.500.000 untuk paket umrah tiga orang keluarganya. Lebih menyakitkan lagi, hingga kini belum ada satupun proses keberangkatan yang benar-benar diproses.
“Toh juga uang saya belum diapa-apakan sama sekali. Belum diuruskan visa, belum dibelikan tiket. Sementara orangtua saya sudah dua kali diajak manasik, tapi ujung-ujungnya batal juga,” sesalnya dengan kecewa.
Berbeda dengan BUH yang sudah menerima pengembalian meski hanya Rp10 juta, Hakiki mengaku belum menerima pengembalian dana sepeser pun. Nol besar!
Langkah Hukum Segera Dilayangkan
Kabar baiknya, para korban kini tidak tinggal diam. Mereka bersama-sama mengupayakan pelaporan kasus ini ke Rumah Aspirasi Wakil Wali Kota Surabaya dan juga Polda Jawa Timur. Langkah ini diambil demi mendapatkan kepastian hukum yang adil.
Harapan besar mereka pun menggantung di angkasa. Mereka mendambakan adanya kepastian hukum dan yang tak kalah penting, pengembalian dana yang sudah disetorkan kepada pihak travel nakal tersebut. Semoga keadilan segera ditegakkan!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

