JAYAPURA, Desapenari.id – Tim Penjinak Bom atau Jibom Gegana Brimob Polda Papua dengan sigap mengamankan dua mortir kuno sisa keganasan Perang Dunia (PD) II yang tanpa sengaja ditemukan warga di Kabupaten Jayapura, Papua. Bisa dibayangkan, di tengah aktivitas warga yang damai, tiba-tiba ancaman ledakan menganga lebar!
Gali Lahan Biasa, Malah Temukan Bom Bersejarah!
Pertama kali, warga yang tengah menggarap lahan pertanian mereka di Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, mendadak menghentikan aktivitas setelah melihat dua benda mencurigakan berbentuk kerucut. Bukannya emas atau harta karun, yang mereka temukan justru mortir peninggalan perang paling dahsyat dalam sejarah manusia. Setelah laporan masuk, aparat kepolisian langsung bergerak cepat mengamankan lokasi dan melakukan pengamanan ketat untuk mengantisipasi potensi bahaya yang bisa meledak kapan saja.
Malam Itu, Teror Bisu Mengguncang Warga!
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito, dengan rinci menjelaskan bahwa temuan mortir mengerikan itu pertama kali dilaporkan oleh warga pada Rabu (3/6/2026) malam. Bisa dirasakan, kegelisahan langsung menyelimuti masyarakat setempat setelah penemuan tersebut.
Menurut penjelasan Cahyo, lokasi persis penemuan mortir berada di Distrik Parako 3 Pasgat, tepatnya di sekitar samping Lapangan Tembak Lanud Silas Papare, Kampung Doyo Baru Hinekombe, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura. Tempat yang biasanya digunakan untuk latihan menembak itu kini menyimpan rahasia kelam dari masa lalu.
“Ini Bukan Mainan, Ini Peninggalan Perang Dunia!”
“Amunisi yang ditemukan jenis mortir ini merupakan peninggalan perang dunia kedua,” tegas Cahyo saat jumpa pers pada Kamis (4/6/2026). Dengan penuh keseriusan, ia mengimbau masyarakat agar tidak coba-coba menyentuh apalagi memindahkan benda semacam itu.
Begitu laporan dari warga diterima, polisi tidak membuang waktu. Mereka segera melakukan pengamanan awal dengan menutup seluruh akses menuju lokasi penemuan. Tidak main-main, jalur-jalur yang biasa dilalui warga mendadak disterilkan.
Warga pun dengan tegas diminta menjauhi area tersebut. Mengapa? Untuk menghindari risiko fatal yang dapat ditimbulkan dari benda berbahaya yang sudah berkarat namun tetap mematikan itu. Siapa yang mau mengambil risiko jika tiba-tiba mortir meledak?
Bukan Hanya Mortir, Bom Pembakar Juga Mengintai!
Yang membuat situasi kian mencekam, selain penemuan dua mortir di lahan warga, aparat kepolisian sebelumnya juga sudah menangani temuan bahan peledak lain yang diduga kuat merupakan peninggalan Perang Dunia II di wilayah Kabupaten Jayapura. Artinya, tanah Papua masih menyimpan banyak “kado mematikan” dari masa lalu.
Cahyo melanjutkan cerita mencekamnya. Sehari sebelumnya, tepatnya pada Selasa (2/6/2026), masyarakat yang sedang beraktivitas di sekitar Sungai Aryau, Kompleks BTN Dunlop, Sentani, Kabupaten Jayapura, kembali digegerkan dengan penemuan UXO (Unexploded Ordnance) atau bom yang tidak meledak.
Bom MK.28 USN Masih Aktif, Siapa Sangka?
Setelah dilakukan identifikasi awal, benda tersebut diketahui sebagai UXO jenis Incendiary MK.28 USN (Air Craft). Bayangkan, bom pembakar buatan Amerika Serikat yang dijatuhkan dari pesawat pada era Perang Dunia II itu diduga masih aktif dan memiliki potensi besar membahayakan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi. Membayangkannya saja sudah membuat merinding!
Berdasarkan hasil identifikasi mendalam di lapangan, bahan peledak itu tidak direkomendasikan untuk dipindahkan sama sekali. Mengapa demikian? Karena risikonya terlalu tinggi. Memindahkan bom aktif berusia puluhan tahun bisa memicu ledakan yang tidak diinginkan.
Tim Jibom Gegana Ambil Tindakan Berani!
Karena itulah, Tim Jibom Gegana Brimob Polda Papua dengan penuh perhitungan dan keberanian memutuskan melakukan disposal atau pemusnahan langsung di lokasi penemuan. Keputusan ini diambil sesuai prosedur standar operasional penanganan bahan peledak yang ketat. Tidak ada ruang untuk kesalahan.
Proses pemusnahan pun dilaksanakan secara hati-hati dalam dua tahap. Alhamdulillah, seluruh rangkaian disposal berjalan dengan aman serta terkendali. Tidak ada dampak berarti yang ditimbulkan terhadap masyarakat maupun lingkungan sekitar. Tim Jibom Gegana berhasil menjinakkan ancaman dari masa lalu tanpa menimbulkan kepanikan baru.
Pelajaran Penting dari Tanah Jayapura
“Akhirnya proses disposal berjalan lancar tanpa menimbulkan dampak terhadap masyarakat maupun lingkungan sekitar,” tutup Cahyo dengan lega.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi kita semua. Wilayah Indonesia, khususnya Papua, merupakan salah satu saksi bisu keganasan Perang Dunia II. Ratusan bom, mortir, dan amunisi lain masih tertanam di tanah, sungai, bahkan di pekarangan rumah warga.
Jika Anda atau masyarakat sekitar menemukan benda mencurigakan yang mirip amunisi atau bahan peledak, jangan coba-coba menyentuhnya! Segera laporkan ke pihak kepolisian terdekat. Ingat, nyawa Anda lebih berharga daripada rasa penasaran terhadap peninggalan sejarah.
Tetap waspada, jaga keselamatan diri dan keluarga, serta apresiasi kerja cepat aparat kepolisian yang dengan gagah berani menjinakkan ancaman mematikan ini. Jangan lupa bagikan artikel ini agar lebih banyak orang tersadarkan akan bahaya benda-benda peninggalan perang yang masih mengancam keselamatan kita bersama!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

