KOTAMOBAGU, Desapenari.id – Gemuruh mesin balap yang seharusnya menjadi hiburan publik justru berubah menjadi tragedi pilu yang mengguncang Sulawesi Utara. Delapan nyawa harus melayang setelah sebuah Honda Jazz yang melaju kencang dalam ajang drag race di Kotamobagu kehilangan kendali dan menerjang puluhan penonton yang berdiri di pinggir lintasan pada Minggu (9/8/2026) sore.
Peristiwa mengenaskan itu terjadi sekitar pukul 16.00 Wita di tengah hiruk-pikuk ajang Open Tournament Tidar Drag Race-Drag Bike Kotamobagu Championship 2026 yang digelar di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara. Ribuan pasang mata yang sebelumnya menikmati aksi balap tiba-tiba berubah menjadi saksi bisu tragedi kemanusiaan yang tak terduga.
Tim Pangeran 05 McJoe yang mengandalkan pembalap andalannya, Tian Ngantung, tak pernah menyangka bahwa putaran balapan kali ini akan menjadi mimpi buruk yang menghantui. Honda Jazz yang dikendarainya justru menjelma menjadi mesin pembunuh setelah berhasil melewati garis finis dan memasuki area pengereman, lalu dengan brutal menabrak deretan penonton yang berjejer di sisi lintasan.
KRONOLOGI MENGERIKAN DI BALIK KECELAKAAN
Berdasarkan pengamatan langsung di lokasi kejadian, tidak ada indikasi masalah berarti saat Honda Jazz melesat menuju garis finis. Mobil balap itu tampak melaju dengan stabil dan memukau para penonton yang bersorak menyaksikan aksinya. Namun, situasi berubah drastis dalam sekejap mata.
Begitu melewati garis finis, mobil memasuki zona pengereman yang membentang sekitar 100 meter. Di titik inilah tragedi tak terduga terjadi. Alih-alih berhasil mengerem, Honda Jazz justru mengalami crash yang mengerikan dan meluncur liar menabrak puluhan penonton yang tak berkutik. Suara benturan keras memecah suasana yang sebelumnya riuh dengan sorak-sorai, digantikan oleh teriakan histeris dan tangisan pilu dari keluarga korban yang menyaksikan langsung.
Dampak hantaman mobil balap itu begitu dahsyat sehingga tak sedikit penonton yang tergeletak tak berdaya dengan luka mengerikan di sekujur tubuh mereka. Darah berceceran di aspal lintasan yang sebelumnya menjadi arena kebanggaan para pembalap, kini berubah menjadi pemandangan yang mengiris hati.
Setelah insiden memilukan tersebut, panitia langsung menghentikan seluruh rangkaian acara drag race. Tim medis yang disiagakan di lokasi pun bergerak cepat mengevakuasi para korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama. Tak ingin ada celah, aparat kepolisian langsung mengamankan mobil Honda Jazz yang menjadi biang keladi kecelakaan tersebut. Kini, mobil milik tim Pangeran 05 McJoe itu diamankan dengan ketat di Mapolres Kotamobagu untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
NASIB PILUH PEMBALAP DAN RUJUKAN KE MANADO
Tian Ngantung, sang pembalap yang mengendarai Honda Jazz, juga tak luput dari amukan tragedi ini. Ia mengalami luka-luka serius yang membuatnya harus dirawat intensif. Kasat Reskrim Polres Kotamobagu Iptu Ahmad Waafi mengungkapkan bahwa Tian sempat mendapatkan perawatan di RSU Monompia, namun karena situasi di rumah sakit tersebut dipenuhi oleh keluarga korban yang sedang berduka, pihak berwenang memutuskan untuk merujuknya ke Manado demi alasan keamanan.
“Pembalapnya sempat kami rawat juga di RSU Monompia. Tapi karena di sana juga banyak keluarga korban yang datang, maka yang bersangkutan kami pindahkan ke Manado,” jelas Waafi saat ditemui awak media pada Senin (10/8/2026).
Kondisi Tian saat dirujuk ke Manado sungguh memprihatinkan. Seluruh wajahnya tertutup perban tebal, menunjukkan betapa dahsyatnya benturan yang dialaminya. Namun, polisi menegaskan bahwa belum bisa memeriksa Tian karena yang bersangkutan masih dalam masa perawatan intensif. “Pastinya akan kami periksa nanti. Tapi saat ini belum bisa karena masih dalam perawatan,” tambah Waafi.
KORBAN BERTAMBAH, DUKA MENYERUPAKAN DERITA
Pada Minggu malam, jumlah korban meninggal tercatat tujuh orang. Namun, duka tak berhenti di situ. Senin dini hari, satu korban luka berat yang dirawat di RSUD Monompia akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya, menambah daftar korban jiwa menjadi delapan orang. Kepala Dinas Kesehatan Kotamobagu Wahdania Mantang membenarkan kabar menyedihkan tersebut.
Korban kedelapan yang meninggal adalah Ali Jojang, seorang laki-laki dari Desa Bilalang 4. Dengan bertambahnya korban ini, total delapan nyawa melayang dalam tragedi yang seharusnya bisa dicegah. Berikut daftar lengkap korban jiwa yang patut kita kenang:
- Januni Pusung, perempuan berusia 35 tahun, warga Desa Bilalang Baru, Kabupaten Bolaang Mongondow
- Harianti Mokoginta, warga Bilalang 3, Kabupaten Bolaang Mongondow
- Lisma Mokoginta, perempuan 38 tahun, warga Bilalang III, Kabupaten Bolaang Mongondow
- Ali Ponamon, laki-laki 65 tahun, warga Desa Pontodon, Kota Kotamobagu
- Bio Mokoagow, perempuan 74 tahun, warga Bilalang 3, Kabupaten Bolaang Mongondow
- Nilawati Mokodongan, warga Pontodon Induk, Kota Kotamobagu
- Rugaina Manangin, warga Bilalang, Kabupaten Bolaang Mongondow
- Ali Jojang, laki-laki, warga Desa Bilalang 4
Tak hanya korban jiwa, puluhan lainnya masih berjuang melawan sakit di RS Monompia dan RS Pobundayan Kotamobagu. Tiga korban luka berat bahkan harus dirujuk ke RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado untuk perawatan lebih intensif. Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou melalui Manajer Tim Kerja Hukum dan Humas, Dr. dr. Erwin Kristanto, SH, Sp.FM(K) memastikan bahwa ketiga korban telah mendapatkan penanganan medis yang layak.
“Sudah kami tangani dengan baik,” tegas Erwin pada Senin. “Sampai saat ini masih dirawat, tapi untuk nama-nama mohon maaf tidak bisa kami sampaikan karena sifatnya rahasia medis,” tambahnya.
POLISI BERGERAK CEPAT, PANITIA SIAP BERTANGGUNG JAWAB
Satreskrim Polres Kotamobagu langsung mengambil alih penanganan kasus kecelakaan maut ini. Iptu Ahmad Waafi memastikan bahwa pihaknya masih fokus pada pemulihan para korban dan belum melakukan pemeriksaan terhadap siapapun. “Sudah kami tangani. Kalau diperiksa belum ada. Saat ini kami masih fokus untuk pemulihan para korban,” ujar Waafi.
Polisi juga masih menyelidiki penyebab pasti Honda Jazz keluar dari jalur dan menabrak penonton. Regulasi kegiatan drag race tersebut juga sedang dipelajari secara mendalam untuk mengetahui apakah ada pelanggaran protokol keamanan yang terjadi. “Kalau soal itu kami masih cari tahu,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua panitia drag race, Lucky Sugeha, menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab penuh atas musibah ini. Ia bahkan berkomitmen untuk menanggung seluruh biaya pengobatan para korban yang masih dirawat di rumah sakit. “Kami siap bertanggung jawab dan akan menanggung sepenuhnya biaya pengobatan para korban,” ujar Lucky dengan nada penuh penyesalan.
Tragedi ini menjadi pelajaran berharga bagi penyelenggara event balap di seluruh Indonesia. Keamanan penonton seharusnya menjadi prioritas utama, bukan sekadar hiburan semata. Semoga kejadian serupa tak terulang kembali di masa mendatang, dan keluarga korban diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

