KUPANG, Desapenari.id — Seluruh warga Kota Kupang mendadak gempar setelah kobaran api berukuran sangat besar membakar habis sembilan unit rumah dinas milik prajurit TNI Angkatan Darat yang berdiri di kompleks Perumahan Dinas TNI AD Kuanino, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu malam (12/9/2026). Peristiwa mencekam ini tentu saja langsung merusak ketenangan akhir pekan para penghuni asrama yang sama sekali tak menyangka bahwa bencana hebat akan menghancurkan tempat tinggal mereka dalam waktu sesingkat itu.
Berdasarkan data tepercaya di lapangan, tragedi mengerikan ini bermula sekitar pukul 21.30 WITA, tepat ketika si jago merah mendadak membumbung tinggi dan melahap area Barak Sonbay yang berlokasi di Jalan Swakarya 1, Kelurahan Kuanino, Kecamatan Kota Raja. Warga yang menyaksikan kepulan asap hitam pekat berhamburan keluar rumah sambil berteriak histeris untuk menyelamatkan diri serta anggota keluarga mereka dari ancaman bahaya yang kian membesar.
Mengenai kabar menghebohkan yang beredar cepat di tengah masyarakat ini, Komandan Korem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Hendro Cahyono, pun langsung mengonfirmasi serta membenarkan insiden kebakaran hebat yang melanda fasilitas pertahanan wilayahnya tersebut.
“Memang benar ada musibah amukan api yang sangat hebat tadi malam, sehingga membuat sembilan unit rumah dinas milik anggota kami terbakar parah,” tegas Brigjen TNI Hendro sewaktu menyampaikan keterangan resmi secara tertulis kepada para awak media pada Minggu (13/9/2026).
Selanjutnya, begitu menyerap kabar darurat mengenai musibah tersebut, sang Jenderal bintang satu ini tidak tinggal diam dan langsung meluncur cepat menuju lokasi bencana demi memimpin operasi penanganan darurat bersama jajaran tim gabungan.
Selain itu, beliau juga mengawal secara intensif seluruh skenario pemadaman hingga pasukan pertolongan berhasil mengendalikan amukan si jago merah secara total, serta memastikan bahwa kondisi lingkungan di sekitar lokasi kejadian telah steril dan benar-benar aman dari bahaya.
Sementara itu, para penghuni asrama bersama masyarakat sekitar secara bergotong royong bergerak cepat menyiramkan air seadanya guna menghadang laju kobaran api agar tidak merembet ke kompleks bangunan lain, sembari secepat mungkin mengontak pihak dinas pemadam kebakaran.
Tak butuh waktu lama, armada Petugas Pemadam Kebakaran Kota Kupang langsung tiba di tempat kejadian perkara sekitar pukul 22.02 WITA dan segera menggelar selang pemadam untuk menaklukan amukan titik api yang kian ganas.
Untuk menundukkan kobaran api yang terus merembet tersebut, Pemerintah Kota Kupang tidak ragu menerjunkan setidaknya empat unit armada mobil pemadam kebakaran berkapasitas besar ke lokasi bencana.
Tak hanya armada damkar milik pemkot, jajaran kepolisian dari Polda NTT beserta Polresta Kupang Kota juga turut menurunkan dua unit kendaraan water cannon berukuran raksasa guna menyemprotkan air bertekanan tinggi ke arah pusat kobaran api.
Pada akhirnya, setelah seluruh personel gabungan berjibaku tanpa kenal lelah melawan kepulan asap tebal selama hampir dua jam penuh, mereka berhasil menjinakkan kobaran api sekitar pukul 23.51 WITA.
Selanjutnya, para petugas tidak langsung meninggalkan lokasi melainkan tetap melakukan pemantauan ketat serta pendinginan area demi memastikan tidak ada lagi sisa percikan api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
SEMBILAN RUMAH DINAS HANGUS DAN BARANG BERHARGA LUDES TERBAKAR!
Akibat dari tragedi menggegerkan ini, sembilan unit rumah dinas prajurit beserta seluruh perabotan rumah tangga, barang pribadi, dan dokumen penting milik penghuni mengalami kerusakan parah hingga terbakar habis akibat amukan si jago merah.
Namun demikian, Brigjen Hendro menyampaikan kabar menenangkan bahwa musibah mencekam ini sama sekali tidak memakan korban jiwa maupun korban luka berat di kalangan prajurit dan keluarga.
Pasca-kejadian mencekam tersebut, Danrem 161/Wira Sakti bersama Ketua Persit KCK Koorcab Rem 161 PD IX/Udayana, Ny. Kartika Adiningtyas Cahyono, yang didampingi Kasrem beserta jajaran staf, langsung turun tangan menyalurkan bantuan logistik darurat kepada para prajurit yang terdampak.
Langkah cepat ini menjadi wujud nyata dari rasa kepedulian yang mendalam serta dorongan semangat moril bagi para prajurit beserta keluarga mereka yang kini harus menghadapi cobaan hidup yang sangat berat.
Di samping itu, pihak kepolisian bersama tim investigasi internal militer hingga saat ini masih terus bekerja keras melakukan penyelidikan mendalam demi menguak penyebab pasti di balik musibah kebakaran tersebut.
Meskipun dugaan sementara mengarah pada masalah korsleting atau hubungan pendek arus listrik, otoritas yang berwenang tetap menantikan hasil analisis sains forensik resmi dari tim olah tempat kejadian perkara.
Akhirnya, jajaran Korem 161/Wira Sakti terus mendata secara mendalam seluruh kebutuhan serta kerugian para keluarga terdampak agar proses penyaluran bantuan lanjutan dapat berjalan lancar demi memulihkan kehidupan para prajurit.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

