PEKANBARU, Desapenari.id – Kepanikan melanda masyarakat Riau! Dalam beberapa hari terakhir, BBM subsidi jenis Pertalite mendadak langka bagai ditelan bumi. Akibatnya, antrean panjang merajalela di hampir seluruh SPBU yang ada di provinsi berjuluk Bumi Lancang Kuning ini.
Subuh-Subuh Sudhar Padati SPBU
Coba bayangkan, ketika jarum jam masih menunjukkan pukul 05.00 WIB pagi, puluhan mobil dan sepeda motor sudah memadati area SPBU di pinggir Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di perbatasan Pekanbaru-Kabupaten Kampar pada Minggu (3/5/2026). Bukan hanya Pertalite yang diburu warga, antrean panjang kendaraan hingga memakan badan jalan juga terjadi untuk pengisian solar. Sungguh pemandangan yang mencerminkan darurat bahan bakar!
Kekecewaan Merona di Wajah Pemotor
Pengendara sepeda motor jelas kecewa berat setelah mengantre lama, namun sampai di lokasi ternyata Pertalite sudah ludes tak tersisa. Mau tak mau, sebagian pemotor terpaksa beralih ke Pertamax Turbo yang nonsubsidi, tetapi ironisnya antreannya pun tak kalah panjang.
“Saya baru selesai shalat Subuh, langsung tancap gas ke SPBU. Sampai di sini awalnya saya kira sepi, eh malah antreannya sudah mengular. Setelah sabar mengantre lama-lama, eh petugas SPBU bilang Pertalite kosong,” tutur Doni (36), salah satu pemotor dengan nada kesal saat kami temui, Minggu.
Dengan wajah kecewa, warga tersebut akhirnya memutuskan memutar balik stang motornya dan pulang dengan tangan hampa.
“Kekecewaan ini luar biasa. Biasanya Pertalite jarang banget kosong, sekarang entah kenapa ada apa. Harapan kami, kondisi cepat teratasi,” harapnya lirih.
Ketika media mencoba menggali informasi dari salah satu petugas SPBU, jawaban singkat pun terlontar. Dia hanya menyebut bahwa stok Pertalite sedang habis total.
“Pertalite habis, Pak. Kami saat ini hanya bisa menunggu pengisian dari DO (Depot Operasional),” ucap petugas tersebut.
Yang lebih mengherankan, petugas itu sendiri mengaku tidak mengetahui secara pasti apa biang kerok kelangkaan Pertalite kali ini.
Antrean Memanjang hingga 1 Kilometer!
Sementara itu, cerita berbeda datang dari Fakhrur Rodzi, seorang pengendara mobil yang mengaku sudah setia mengantre sejak subuh buta. Pria ini baru bisa bernapas lega setelah dua jam lamanya bergulat dengan antrean di SPBU Jalan Paus, Pekanbaru.
“Saya sudah dari jam lima subuh di SPBU untuk antre Pertalite. Bayangkan, dua jam saya antre baru dapat minyak,” kata Rodzi dengan napas masih tersengal saat diwawancarai, Minggu.
Menurutnya, volume kendaraan yang mengantre sangat fantastis sampai-sampai menjorok ke bahu jalan raya.
“Antrean mobil kurang lebih mencapai 1 kilometer, dan itu terjadi di kedua sisi pengisian minyak. Dalam satu galon atau area SPBU kan biasanya ada dua tempat pengisian, nah kedua sisi itu sekarang antreannya panjang semua,” jelas dia.
Rodzi pun menyayangkan ironi pahit ini terjadi di Riau, provinsi yang selama ini dikenal dengan slogan “di bawah minyak, di atas minyak” sebagai salah satu lumbung minyak bumi Indonesia.
“Riau ini kan ladang minyak, masa sih minyaknya bisa sampai langka begini. Demi mengisi tangki minyak saja, warga harus rela antre berjam-jam. Kami mohon dengan sangat, tolong turun ke lapangan melihat langsung kondisi ini. Apa penyebab sebenarnya? Apa karena maraknya penimbunan minyak di Riau?” keluh Rodzi dengan nada penuh tanya.
Pihak Pertamina Belum Memberi Jawaban Jelas
Ketika dikonfirmasi secara khusus mengenai kelangkaan Pertalite yang meresahkan ini, Sales Area Manager Riau Pertamina Patra Niaga, Wilson Eddi Wijaya, sempat dihubungi melalui sambungan telepon. Namun pria tersebut tidak memberikan jawaban langsung. Dia hanya mengarahkan awak media untuk menginformasikan pertanyaan tersebut kepada bagian humas mereka.
“Nanti dari humas kami saja ya,” itulah pesan singkat Wilson yang disampaikan melalui aplikasi WhatsApp, Minggu.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi atau penjelasan ilmiah dari pihak Pertamina terkait akar masalah kelangkaan BBM subsidi di provinsi penghasil minyak terbesar di Indonesia ini. Apakah ini karena masalah distribusi, kuota yang jebol, atau ulah oknum penimbun yang bermain di musim mudik? Semua masih menjadi teka-teki yang membuat warga Riau semakin gelisah.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

