BEKASI, Desapenari.id – Sebuah mobil Honda Brio merah bernomor polisi B 2014 TIC nyaris hancur berkeping-keping setelah menjadi bulan-bulanan massa yang geram. Warga yang kesal menduga pengemudinya kabur usai menabrak, alias tabrak lari. Peristiwa menghebohkan ini terjadi di kawasan Grand Galaxy Park, tepatnya di Jalan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, pada Minggu (31/5/2026) malam. Akibat kejadian ini, video amukan massa langsung viral di berbagai platform media sosial.
Menurut pantauan di lapangan, suasana malam itu mendadak panas sekitar pukul 20.00 WIB. Akun Instagram @infobekasi_official kemudian mengunggah rekaman yang memperlihatkan betapa brutalnya aksi massa. Mobil Brio merah itu tampak babak belur setelah dihadang dan dihentikan paksa oleh warga yang emosi meluap-luap. Bukan hanya kaca depan dan belakang yang pecah berkeping-keping, tetapi berbagai bagian bodi mobil juga ringsek penyok akibat hantaman benda tumpul dan tendangan massa yang tidak bisa lagi menahan amarah. Bahkan, warga sempat berusaha membalikkan kendaraan tersebut sebelum aparat keamanan tiba di lokasi.
Awal Mula: Dari Ciuman Mesum di Dalam Mobil hingga Kepanikan Mematikan
Lantas, apa yang sebenarnya memicu kemarahan massa hingga begitu meledak-ledak? Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Bekasi Kota, Iptu Rojali, dengan gamblang membeberkan kronologi awalnya. Menurut penjelasannya, semuanya bermula ketika mobil Honda Brio yang dikemudikan oleh seorang pria berinisial MI bersama seorang wanita yang hingga kini masih misteri identitasnya itu memarkirkan mobil di kawasan Ruko Sentra Bisnis 3, Bekasi Selatan. Mereka terparkir cukup lama di tempat yang relatif sepi.
“Pada saat hendak melakukan perbuatan tidak senonoh atau mesum, tak lama berselang datanglah seorang petugas keamanan bernama Masdi yang melakukan pengecekan rutin terhadap kendaraan mencurigakan tersebut,” ujar Rojali saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin (1/6/2026). Kepanikan langsung melanda pasangan tersebut ketika petugas keamanan mulai mendekat dan mengetuk kaca mobil. Alih-alih membuka pintu dan kooperatif, pengemudi justru panik setengah mati.
Karena panik dan kalut, pengemudi memilih opsi paling fatal: kabur. Ia lalu tancap gas dan berusaha melarikan diri secepat mungkin. Namun, karena kondisi parkiran yang sempit dan gelap, mobil Brio itu pertama-tama menabrak tiang kaca di area ruko tersebut. “Saat melarikan diri, kendaraan sempat menghantam tiang kaca. Setelah itu, ia memacu mobilnya keluar dari area ruko dan melarikan diri ke arah Lagoon,” imbuh Rojali menjelaskan.
Pengejaran Nekat di Jalan Raya, Massa Bergerak Cepat
Sayangnya, niat kabur pengemudi Brio itu tidak berjalan mulus. Begitu melesat ke jalan utama, mobil merah tersebut diduga kuat menyenggol seorang pengendara motor yang belum diketahui identitasnya. Tidak berhenti di situ, pengemudi Brio yang sudah kehilangan kendali emosi kemudian kembali menyenggol pengendara motor lainnya, seorang pemuda bernama Egi yang tengah melintas dengan santai. Egi mengendarai sepeda motor dengan nomor polisi B 4751 KHE. Senggolan keras itu membuat kedua pengendara motor terjatuh dan mengalami luka-luka ringan di aspal.
Akibat tindakan kabur yang membahayakan jiwa orang lain itu, warga dan para korban yang merasa tidak terima langsung bertindak cepat. Mereka tidak tinggal diam. “Lalu, mobil tersebut dikejar habis-habisan oleh pengendara motor yang tersenggol serta pengendara lain yang kebetulan melintas di lokasi kejadian. Pengejaran itu berakhir setelah mobil Brio berhasil dihentikan paksa di sekitaran kawasan Lagoon,” jelas Rojali.
Saat mobil itu akhirnya terhenti, massa yang sudah menunggu dan berkumpul di lokasi langsung meluapkan seluruh kemarahannya tanpa bisa dibendung lagi. Mereka geram karena menganggap pengemudi Brio tidak bertanggung jawab dan lebih memilih kabur setelah mencelakai orang lain. Dalam hitungan menit, massa langsung merusak kendaraan tersebut dengan brutal. Kaca depan dan belakang pun hancur, bodi mobil penyok di sana-sini. Bahkan, sempat terdengar teriakan massa yang meminta pengemudi diturunkan dan dihakimi.
Nasib Pengemudi: Terluka Parah di Kepala, Diselamatkan Dua Pria
Meskipun massa melampiaskan kekesalannya pada mobil, pengemudi Brio (MI) juga tidak luput dari amukan massa. Ia mengalami luka cukup serius, terutama di bagian kepala. Kepalanya babak belur akibat pukulan dan tendangan massa yang kalap. Namun, untunglah masih ada hati yang mulia di tengah kericuhan. Dua orang saksi bernama Anton dan Gomes dengan sigap berusaha menyelamatkan nyawa pengemudi tersebut. Mereka merangkul dan membawa MI keluar dari kepungan massa. Anton dan Gomes kemudian langsung melarikannya ke rumah sakit terdekat agar mendapatkan perawatan medis intensif.
Sementara itu, polisi yang tiba di lokasi berhasil mengamankan sisa-sisa mobil Brio yang sudah nyaris ringsek. “Saat ini, kendaraan Honda Brio tersebut sudah kami amankan di Polsek Bekasi Selatan untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” tegas Rojali. Meskipun kerusakan material pada mobil sangat parah, polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden yang melibatkan senggolan antara mobil dan sepeda motor itu. “Kejadian ini hanya menimbulkan kerugian material dan luka-luka, tidak ada yang meninggal dunia,” ujarnya menenangkan.
Namun, proses hukum terhadap pengemudi pun belum bisa berjalan mulus. Kanit Laka Lantas Polsek Bekasi Selatan, Iptu Sugiman, mengungkapkan bahwa hingga kini pihaknya belum dapat meminta keterangan resmi dari pengemudi karena yang bersangkutan masih harus menjalani perawatan intensif akibat luka parah di kepala yang dideritanya pasca diamuk massa. “Untuk sopirnya, kami belum bisa melakukan konfirmasi atau pemeriksaan karena masih dirawat. Lukanya cukup parah di bagian kepala akibat aksi massa,” kata Sugiman dengan nada prihatin.
Polisi Masih Bekerja, Dugaan Tabrak Lari Terus Didalami
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan dari Satlantas Polres Metro Bekasi Kota dan Polsek Bekasi Selatan masih terus bekerja keras mendalami rangkaian peristiwa tersebut. Fokus utama penyelidikan adalah untuk memastikan kebenaran dugaan tabrak lari yang menjadi pemicu utama pengejaran dan berujung pada perusakan kendaraan oleh massa. Polisi juga tengah mengumpulkan rekaman CCTV dari sekitar TKP untuk melengkapi bukti.
Yang menarik, hingga saat ini belum ada pihak yang secara resmi melaporkan diri sebagai korban tabrak lari ke kantor polisi. “Sampai saat ini, korban yang diduga menjadi korban tabrak lari oleh mobil Brio tersebut belum ada yang membuat laporan resmi ke Polsek,” ungkap Sugiman. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi penyidik, karena tanpa adanya laporan resmi dari korban, proses hukum terhadap pengemudi Brio akan sedikit terhambat. Polisi pun mengimbau kepada kedua pengendara motor yang tersenggol agar segera melapor untuk memudahkan proses penyelidikan.
Jangan Sampai Terulang: Polisi Imbau Warga Tak Main Hakim Sendiri
Di sisi lain, insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Polisi mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terpancing emosi dan main hakim sendiri. Meskipun tindakan tabrak lari sangat merugikan, perusakan barang dan penganiayaan tetap merupakan tindakan melawan hukum. Jika melihat kejadian serupa, warga diimbau untuk segera melaporkan ke pihak berwajib atau mengejar pelaku dengan tetap mengutamakan keselamatan bersama. Jangan sampai rasa keadilan yang ingin ditegakkan justru berbuah masalah hukum baru karena aksi anarkis massa.
Kisah mencekam mobil Brio merah ini pun akhirnya viral dan menjadi perbincangan hangat di berbagai grup media sosial. Banyak warganet yang menyesalkan aksi tabrak lari pengemudi, namun tidak sedikit pula yang mengkritik tindakan brutal massa yang merusak kendaraan dan melukai pengemudi. Kejadian ini menegaskan bahwa penyelesaian masalah di jalan raya harus tetap mengedepankan hukum yang berlaku, bukan kekerasan kolektif. Semoga kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

