JAKARTA, Desapenari.id – Siapa sangka, julukan menyeramkan “Gotham City” yang melekat pada Jakarta Barat langsung ditepis keras oleh sang Wali Kota, Iin Mutmainnah. Ia dengan tegas membantah anggapan bahwa wilayahnya menjadi sarang kriminalitas di malam hari lantaran julukan tersebut.
Lebih lanjut, ia justru mengklaim bahwa tingkat kejahatan di wilayah kekuasaannya masih tergolong aman. Bahkan, angka kriminalitas di sana tidak lebih tinggi jika dibandingkan dengan daerah lainnya di Ibu Kota. Dengan percaya diri, ia membeberkan fakta terbaru di hadapan publik.
Klaim Data: Angka Kriminalitas Tak Alami Lonjakan Signifikan
Menariknya, Iin menjelaskan bahwa data statistik tidak menunjukkan adanya lonjakan kejahatan yang mengkhawatirkan. “Ketika kemarin muncul isu atau berita tentang Gotham City, saya langsung diskusi dengan Pak Kapolres. Beliau menyampaikan data bahwa Jakarta Barat sesungguhnya tidak lebih tinggi dari wilayah lain. Secara rerata, kita dalam kondisi TKA alias Terkendali Aman,” ujar Iin dengan nada meyakinkan seusai Apel Kesiapsiagaan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Jakarta Barat, Senin (1/6/2026).
Bukti Nyata: Warga Masih Betah Berolahraga Malam Hari
Lantas, bukti apa yang dia tunjukkan untuk meyakinkan publik? Menurut Iin, salah satu indikator kuat bahwa Jakarta Barat masih kondusif adalah tingginya aktivitas warga di ruang publik selepas maghrib. Perhatian utama tertuju pada banyaknya masyarakat yang memanfaatkan malam hari untuk berolahraga, baik di fasilitas pemerintah maupun swasta.
“Secara faktual, warga Jakarta Barat itu senang berolahraga pada malam hari. Nah, aktivitas ini jelas menunjukkan bahwa wilayah kita aman dan nyaman untuk kegiatan malam hari. Buktinya, lapangan olahraga di sini selalu ramai, salah satunya di Marudja Sport Park,” tegasnya. Anda bisa bayangkan sendiri, bagaimana mungkin sebuah kota yang disebut “Gotham City” masih dipenuhi warga yang berlari dan berlatih di tengah gelapnya malam?
Imbauan Preventif: Perempuan Disarankan Tak Keluar Malam Sendirian
Meski mengklaim aman, Wali Kota Iin tidak lantas berpangku dada. Sebaliknya, ia tetap mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah preventif demi keselamatan diri masing-masing saat beraktivitas di luar rumah pada malam hari. “Kita jaga diri dengan mewaspadai hal-hal yang mungkin terjadi. Kemudian, jika perempuan keluar malam, sebaiknya ada yang menemani. Selain itu, aktivitas yang tidak terlalu penting di malam hari bisa kita kurangi,” tuturnya dengan bijak.
“Gotham City” Hanya Fiksi, Warga Diminta Fokus ke Dunia Nyata
Menariknya, mengenai julukan “Gotham City” itu sendiri, Iin menegaskan bahwa semua itu hanyalah bagian dari fiksi film Batman semata. Sementara itu, dalam kehidupan nyata yang penuh dinamika, ia menyebut ada banyak pihak yang bisa mengambil peran untuk menjaga keamanan lingkungan.
“Julukan ini memang berada di dunia fiksi film Batman. Tetapi dalam hidup senyatanya, kita harus meyakinkan diri dengan peran masing-masing. Dengan dinamika persoalan yang ada di wilayah, kita tidak mungkin melepaskan diri dari situasi yang dinamis,” jelasnya. Pernyataan ini seolah mengajak semua warga untuk bangkit bersama, bukan hanya sekadar terpaku pada istilah negatif dari film layar lebar.
Strategi Jitu: FKDM Garda Terdepan Pemberantasan Kejahatan
Lantas, langkah konkret apa yang disiapkan agar Jakarta Barat tidak lagi disamakan dengan Gotham City? Menurut Iin, salah satu andalannya adalah mitigasi melalui Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM). Ia menyebut bahwa FKDM sebagai perwakilan kecamatan memiliki pemahaman yang paling baik mengenai kondisi lapangan.
Karenanya, nantinya FKDM dapat menjalankan tugas krusial untuk melakukan pemetaan serta penjagaan di titik-titik rawan kriminalitas. “Teman-teman FKDM berada di garda yang paling strategis, garda paling dekat dengan masyarakat. Mereka tahu langsung secara langsung menyentuh akar rumput di masyarakat dan tahu persis hal apapun yang terjadi lebih awal,” jelas Iin dengan antusias.
Dengan peran sepenting itu, kehadiran FKDM difungsikan sebagai sistem peringatan dini di lingkungan terkecil. Tugas utamanya adalah memberikan informasi terkait potensi gangguan keamanan. “FKDM akan bekerja sama dan berkoordinasi secara efektif dengan unsur tiga pilar. Ini juga perdana, kita paling pertama yang melakukan apel dan menunjukkan bahwa Jakarta Barat siap menjaga Jakarta aman, khususnya menjaga Jakarta Barat,” pungkasnya.
Pemasangan CCTV Masif: Instansi Swasta Diminta Gotong Royong
Tidak hanya mengandalkan patroli keamanan dan FKDM, Pemkot Jakbar juga gencar menambah pengadaan kamera pengawas atau CCTV di seluruh wilayah. Iin mengimbau seluruh entitas, baik instansi pemerintah maupun swasta, untuk ikut serta mengamankan wilayahnya secara mandiri dengan memasang CCTV.
“Secara mandiri, kami harapkan semua instansi maupun entitas swasta bisa mengupayakan keamanan CCTV secara komunal atau kolektif di lingkungan internal entitas masing-masing,” ucapnya memberikan arahan. Dengan kata lain, keamanan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama.
Sementara itu, untuk fasilitas sosial dan fasilitas umum, pemerintah tengah dalam proses pengadaan CCTV secara besar-besaran. Langkah ini demi meningkatkan pengamanan secara signifikan di titik-titik rawan kriminalitas. “Untuk secara kolektif di fasos-fasum, tentu menjadi kewajiban dari dinas terkait. Harapannya semua tempat, semua ruang yang ada, fasos-fasum, kemudian gedung-gedung dan kantor-kantor, baik swasta maupun pemerintah, memiliki keamanan yang terpadu,” kata Iin mengakhiri pernyataannya. Jakarta Barat siap membuktikan diri, siapkah Anda menjadi saksi perubahannya?
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

