Desapenari.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, baru-baru ini meluncurkan sebuah terobosan kebijakan pendidikan yang sangat spektakuler dan langsung menyedot perhatian publik luas. Bagaimana tidak, jajaran instansi pemerintah daerah di bawah arahan bupati secara resmi tengah menggodok rancangan program pembelajaran membaca serta menulis Al Quran secara terstruktur dan intensif. Langkah konkret yang sangat visioner ini menyasar seluruh peserta didik tanpa terkecuali, mulai dari tingkatan paling dasar di Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar di seantero wilayah Kabupaten Karawang.
Selanjutnya, Bupati Karawang Aep Syaepuloh membeberkan alasan mendasar di balik lahirnya gagasan besar yang bakal mengubah wajah pendidikan daerah tersebut. Beliau menegaskan dengan sangat yakin bahwa penguasaan literasi Al Quran sejak usia dini memegang peranan yang amat vital sebagai bekal hidup anak-anak. Oleh karena itu, pemerintah daerah menaruh perhatian ekstra agar generasi muda Karawang memiliki benteng moral serta spiritual yang sangat kokoh untuk mengarungi derasnya tantangan era digital masa kini.
Oleh sebab itu, jajaran Pemkab Karawang bertekad bulat untuk memasukkan dan mengintegrasikan materi keagamaan ini langsung ke dalam ekosistem pendidikan formal di sekolah-sekolah. Langkah strategis ini sengaja diambil oleh pihak pemerintah agar proses pendidikan di sekolah tidak sekadar berfokus mengejar capaian angka akademik semata, melainkan juga mampu menyeimbangkannya dengan pembentukan budi pekerti, nilai moral, serta karakter luhur para siswa secara berkelanjutan.
“Insya Allah, pada tahun mendatang program pembiasaan membaca dan menulis Al Quran ini akan kita gulirkan secara serentak untuk tingkat SD hingga SMP, serta tidak ketinggalan untuk anak-anak di jenjang TK,” cetus Bupati Karawang Aep Syaepuloh saat menyampaikan keterangan resminya di Karawang pada Minggu (1/11/2026).
Kemudian, Bupati Aep menjelaskan secara terperinci mengenai fleksibilitas mekanisme pelaksanaan program unggulan tersebut di lapangan. Beliau memaparkan bahwa sekolah dapat menyalurkan program ini melalui mata pelajaran Muatan Lokal (Mulok) dalam kurikulum resmi, ataupun mengemasnya secara menarik sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib di luar jam kelas. Dengan demikian, setiap satuan pendidikan memperoleh keleluasaan penuh untuk menyesuaikan skema penerapan sesuai dengan kondisi, fasilitas, dan daya dukung masing-masing sekolah.
Di samping itu, guna menggaransi mutu pengajaran agar tetap terjaga secara maksimal, Pemkab Karawang berencana merangkul sejumlah organisasi keagamaan serta lembaga alim ulama terkemuka. Kemitraan strategis ini sengaja dibangun oleh jajaran pemerintah daerah agar para peserta didik mendapatkan pendampingan intensif dari tenaga pengajar yang benar-benar berkompeten, bersertifikat, dan berpengalaman luas di bidang ilmu Al Quran.
Lebih lanjut, Bupati Aep kembali menegaskan bahwa agenda raksasa ini sama sekali tidak cuma berorientasi pada aspek teknis pelafalan huruf hijaiyah atau kemahiran menggoreskan pena kaligrafi belaka. Sebaliknya, program ini memikul misi sosial spiritual yang sangat mulia untuk menumbuhkan rasa cinta mendalam terhadap kitab suci Al Quran, sekaligus membumikan nilai-nilai keagamaan dalam perilaku sehari-hari para siswa di sekolah maupun lingkungan rumah.
“Kami bercita-cita agar anak-anak di Kabupaten Karawang tidak hanya unggul dan mendominasi di bidang prestasi akademik, tetapi mereka juga memegang teguh kemampuan membaca, menulis, serta mencintai Al Quran sepenuh hati,” tutur beliau menyampaikan harapannya dengan penuh optimisme.
Bakal Bikin Heboh! Apa Saja Langkah Taktis dan Persiapan Matang Dinas Pendidikan Sebelum Meluncurkan Terobosan Ini?
Menanggapi instruksi tegas dari bupati, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang, Wawan Setiawan, menegaskan bahwa jajarannya kini bergerak cepat melakukan konsolidasi bersama para pemangku kepentingan pendidikan. Pembahasan maraton ini terus digencarkan oleh pihak dinas guna memastikan bahwa seluruh skema program dapat diterapkan secara terarah, terukur, dan benar-benar menjawab kebutuhan riil para siswa di setiap jenjang pendidikan.
Secara terperinci, terdapat empat pilar persiapan vital yang kini menjadi fokus penggodokan utama tim Disdikbud Karawang sebelum program ini resmi diluncurkan secara menyeluruh:
- Pertama, tim ahli merancang penyempurnaan kurikulum secara matang, termasuk memetakan secara presisi letak serta porsi pembelajaran Al Quran dalam struktur kegiatan pendidikan sekolah.
- Kedua, para pengambil kebijakan menggodok penyusunan jadwal pelaksanaan secara cermat agar kegiatan baru ini tidak mengganggu jalannya proses belajar mengajar (PBM) reguler.
- Ketiga, para pendidik merumuskan penentuan metode pembelajaran yang inovatif dan interaktif, yang disesuaikan dengan tingkat usia serta psikologi perkembangan anak.
- Keempat, pihak dinas memperluas pelibatan organisasi serta lembaga keagamaan kredibel untuk menyokong proses pendampingan serta menjamin kualitas pengajaran di kelas.
Akhirnya, Wawan Setiawan menegaskan kembali bahwa seluruh aspek persiapan tersebut wajib tuntas dibahas dan diuji secara mendalam sebelum program resmi digulirkan ke sekolah-sekolah. Melalui skema perencanaan yang matang dan komprehensif, Dinas Pendidikan Karawang optimistis sanggup mengantisipasi berbagai potensi kendala di lapangan, sekaligus memastikan bahwa tujuan luhur pembelajaran Al Quran dapat tercapai secara sempurna.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

