Jakarta, Desapenari.id – Bayangkan, hampir tiga lamanya kobaran api melahap pemukiman padat di kawasan Pasar Jiung, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat. Namun, akhirnya petugas berhasil menaklukkan si jago merah itu pada Senin (1/6/2026) tengah malam. Sebuah perjuangan panjang yang membuat warga sekitar bernapas lega.
Berdasarkan data hangat dari Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat, para petugas berhasil melokalisir api tepat pukul 23.30 WIB. Menariknya, waktu itu nyaris tiga jam sejak laporan pertama masuk ke posko. Wah, bisa dibilang pertarungan melawan api ini berlangsung sangat sengit!
“Laporan pertama kali kami terima pada pukul 20.55 WIB, lalu unit damkar segera melesat ke lokasi dan tiba pukul 21.03 WIB. Alhamdulillah, api berhasil kami lokalisir pukul 23.30 WIB. Objek yang terbakar adalah rumah semi permanen,” tulis petugas dalam laporan resminya pada Selasa (2/6/2026) dinihari. Siapa sangka, rumah-rumah sederhana itu jadi santapan empuk si bara.
Saat melongok langsung ke lokasi, pemandangan yang semula mencekam kini jauh lebih tenang. Sebelumnya, warga bisa melihat lidah api menjulang dari jauh, tepatnya dari tempat evakuasi di Lapangan Jusuf Hamka. Tapi tenang, sekarang kobaran itu sudah tidak terlihat lagi. Para petugas benar-benar sukses menguasai keadaan.
Meski api besar sudah padam, para petugas pemadam kebakaran masih sibuk melakukan proses pendinginan. Mereka dengan cekatan menyemprotkan air ke tumpukan puing untuk memadamkan sisa bara yang masih menyala dan mengepulkan asap. Langkah ini penting banget, agar api tidak bangkit kembali.
Nah, berdasarkan laporan sementara dari tim di lapangan, sumber api ternyata berasal dari korsleting listrik di sebuah rumah di RT 14 RW 04. Seorang Redkar (Relawan Pemadam Kebakaran) sempat berusaha mengambil APAR ke pos RW, tapi sayangnya api sudah keburu membesar. APAR pun tak berdaya melawan kobaran yang sudah merajalela.
Hingga saat ini, tim Damkar Jakarta Pusat sudah mendata warga terdampak. Ternyata, ada sekitar 300 Kepala Keluarga (KK) yang terkena musibah ini. Jumlah jiwa yang terdampak mencapai 500 jiwa. Sungguh angka yang memprihatinkan, ya. Banyak keluarga harus kehilangan tempat berlindung.
Yang lebih mengkhawatirkan, delapan warga dilaporkan harus dilarikan ke Rumah Sakit Hermina. Mereka mengalami sesak napas karena menghirup asap tebal hasil kebakaran. Semoga mereka cepat sembuh dan diberikan kekuatan. Asap ternyata jadi ancaman kedua setelah api.
Coba kita mundur sedikit. Kebakaran hebat ini pertama kali melanda kawasan Jalan Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, pada Senin (1/6/2026) malam. Langit yang tadinya gelap tiba-tiba berubah kemerahan. Warga pun panik dan berlarian menyelamatkan diri.
Merespons kejadian itu, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat langsung bergerak cepat. Mereka mengerahkan kekuatan besar-besaran. Bayangkan, sebanyak 33 unit pemadam kebakaran dan 100 personel dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah. Ini skala besar!
Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Meghantara, menjelaskan bahwa laporan pertama kali diterima petugas pada pukul 20.55 WIB. “Objek yang terbakar merupakan rumah tinggal dengan jenis bangunan rendah,” ujar Bayu dalam keterangan tertulisnya, Senin. Bangunan rendah memang lebih cepat terbakar jika tidak segera ditangani.
Begitu laporan masuk, unit pemadam dari Sektor III Kemayoran langsung dikirim tanpa menunggu lama. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 21.05 WIB, lalu segera memompa air dan menyemprotkan ke pusat api. Gerakan mereka cepat dan terkoordinasi agar api tidak meluas ke bangunan lain di sekitar.
Hingga Selasa (2/6/2026) pukul 00.37 WIB, pengerahan pasukan terus bertambah. Total akhirnya menjadi 33 unit mobil pemadam kebakaran dengan 165 personel yang bertugas. Mereka bergantian memadamkan, mengatur suplai air, dan mengevakuasi warga. Sungguh kerja ekstra keras yang patut diapresiasi.
Para petugas tidak menyerah meski kelelahan. Mereka terus berjibaku dengan kepulan asap dan panas yang menyengat. Setiap sudut bangunan yang masih menyala mereka siram hingga benar-benar padam. Kerja sama antara petugas dan warga juga luar biasa. Warga dengan sukarela membantu membukakan jalan untuk mobil damkar.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa proses pendinginan masih berlangsung hingga dinihari. Hal ini untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa. Jika tidak didinginkan dengan sempurna, angin kencang bisa menyalakan api kembali. Jadi, ini bagian krusial dari operasi.
Warga yang rumahnya terdampak saat ini mengungsi ke tempat-tempat aman. Beberapa ditampung di musholla dan balai warga sekitar. Pemerintah setempat pun mulai mendata kerugian dan menyiapkan bantuan darurat. Semoga proses pemulihan berjalan cepat.
Kisah heroik ini mengingatkan kita semua akan pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya listrik. Korsleting hanya sekejap, tapi dampaknya bisa menghanguskan segalanya. Mari lebih sering mengecek instalasi listrik rumah masing-masing.
Redkar yang sempat berusaha memadamkan api layak diberi acungan jempol. Meskipun APAR-nya tidak cukup kuat, keberaniannya patut dihargai. Itulah semangat gotong royong yang masih hidup di tengah kota besar.
Sekarang, warga Pasar Jiung mulai bisa bernapas lega. Kobaran besar sudah berhasil dilokalisir, dan api tak lagi berkuasa. Yang tersisa hanyalah puing dan kenangan, tapi juga rasa syukur karena tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran berharga. Pemerintah dan warga diharapkan lebih siaga terhadap potensi kebakaran. Mari jadikan lingkungan kita lebih aman dan waspada terhadap bahaya tersembunyi seperti korsleting listrik.
Para petugas pemadam kebakaran pun akhirnya bisa menarik napas lega setelah bertempur melawan bara selama berjam-jam. Keringat dan tenaga mereka tidak sia-sia. Mereka adalah pahlawan kota yang tak kenal lelah.
Dengan berhasil dilokalisirnya api, diharapkan tidak ada lagi kepanikan di kalangan warga. Proses evakuasi dan pendataan korban pun terus berjalan lancar. Dukungan dari berbagai pihak terus mengalir untuk meringankan beban para korban.
Kesimpulannya, kebakaran besar di Pasar Jiung Kemayoran ini sudah berhasil dikendalikan berkat kerja cepat 33 unit damkar dan 165 personel. Semoga kejadian serupa tidak terulang lagi di masa mendatang. Tetap waspada, ya, Sahabat!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

