Petani Bawang Madiun Kelabakan, Biaya Semprot Rp300 Ribu dan Hama Kian Menggila

MADIUN, Desapenari.id – Musim kemarau tahun ini tak hanya membawa kekeringan, tetapi juga mimpi buruk bagi para petani bawang merah di Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Di tengah teriknya matahari yang menyengat, mereka justru harus berhadapan dengan musuh baru yang tak kalah ganas: serbuan hama yang mengancam habis hasil panen. Bukan itu saja, beban petani kian berat karena harga pestisida melonjak drastis, membuat biaya produksi membengkak di luar perkiraan.

Kondisi memprihatinkan ini kini dirasakan langsung oleh para petani di Dusun Nglongko, Desa Balerejo. Saat musim kemarau tiba, berbagai jenis hama mulai keluar dari persembunyiannya dan dengan brutal menyerang tanaman bawang merah. Akibatnya, produktivitas lahan pertanian mereka kini terancam serius. Para petani pun dibuat pusing tujuh keliling, karena selain harus berjuang melawan cuaca ekstrem, mereka juga harus bertaruh nyawa ekonomi melawan gerombolan hama yang terus menggerogoti tanaman kebanggaan mereka.

Salah seorang petani setempat, Soleh, dengan nada cemas mengungkapkan bahwa sedikitnya tiga jenis hama ganas kini sedang merangsek masuk ke area pertanian mereka. Ketiga hama tersebut adalah ulat grayak yang rakus, thrips yang licik, dan serangga kaper yang tak kalah merusak. “Kami kini harus waspada ekstra terhadap tiga musuh utama ini. Biasanya, ulat grayak dan serangga kaper itu bekerja sama menghabiskan daun bawang sampai habis tak tersisa. Sementara itu, thrips lebih licik, karena ia merusak dari dalam dengan cara masuk ke bagian batang tanaman bawang dan mengisap sari-sarinya,” jelas Soleh dengan wajah penuh kekhawatiran, Kamis (25/6/2026).

Lebih lanjut, Soleh menjelaskan bahwa ganasnya serangan hama ini memaksa mereka untuk meningkatkan intensitas penyemprotan pestisida secara signifikan. Jika biasanya penyemprotan dilakukan seminggu sekali, kini mereka harus melakukannya lebih sering agar tanaman bawang merah tidak babak belur dan rusak parah. Namun, upaya heroik ini justru berbuah pahit karena harus membayar mahal. Pasalnya, harga insektisida dan fungisida di pasaran terus merangkak naik, sehingga setiap kali melakukan penyemprotan, dompet mereka terkuras habis.

Yang paling membuat Soleh dan petani lainnya ketar-ketir adalah ancaman dari hama ulat grayak. Menurut pengalamannya, ulat jenis ini adalah yang paling ditakuti karena kemampuannya merusak tanaman dalam waktu yang sangat singkat. Dalam hitungan jam, ulat-ulat ini bisa melahap daun bawang hingga menyisakan batang gundul. Jika serangan ini tidak segera dikendalikan, bukan tidak mungkin lahan pertanian mereka akan mengalami gagal panen total. Ini jelas menjadi momok menakutkan, mengingat bawang merah adalah komoditas utama yang menjadi tulang punggung perekonomian mereka.

Untuk lahan seluas sekitar 1.000 meter persegi saja, Soleh harus merogoh kocek dalam-dalam sebesar Rp300.000 untuk satu kali penyemprotan pestisida. Jumlah yang fantastis untuk ukuran petani kecil seperti dirinya. Agar perlindungan tanaman tetap maksimal dan hama tidak semakin merajalela, penyemprotan pestisida harus dilakukan secara rutin setiap dua hari sekali, selama serangan hama ini masih berlangsung. Frekuensi penyemprotan yang begitu padat otomatis membuat biaya produksi melonjak tinggi, sementara di sisi lain, hasil panen justru diprediksi akan menurun drastis akibat kerusakan yang sudah terlanjur terjadi.

“Kami ini hanyalah petani kecil yang menggantungkan hidup dari hasil bumi. Kami sangat berharap adanya bantuan nyata dari pemerintah. Bantuan berupa subsidi harga pestisida atau bahkan penyaluran langsung obat-obatan pertanian yang murah dan berkualitas. Itu semua akan sangat meringankan beban biaya produksi kami yang sekarang begitu berat. Jangan sampai kami terlindas oleh hama dan juga terlindas oleh biaya,” keluh Soleh dengan nada memohon.

Di sisi lain, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Zainal Aripin, memberikan tanggapan atas keluhan yang disampaikan para petani. Pihaknya mengakui bahwa saat ini dinas masih memiliki stok obat-obatan pertanian yang tersimpan di gudang. Namun, Zainal menegaskan bahwa stok yang tersedia saat ini memang khusus diperuntukkan bagi pengendalian hama pada tanaman padi, bukan untuk bawang merah.

Meski begitu, Zainal membuka peluang bagi petani bawang merah untuk mengajukan permohonan bantuan. Ia mengatakan bahwa dinas siap memproses pengajuan tersebut selama petani mau membuat surat resmi. “Jika petani ingin mengajukan permohonan bantuan obat hama, silakan buat surat pengajuan yang ditujukan ke dinas. Nanti akan kami pelajari dan sesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang ada,” ujar Zainal singkat.

Kondisi ini menjadi ujian berat bagi ketahanan pangan lokal, terutama di Kabupaten Madiun yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi bawang merah di Jawa Timur. Jika serangan hama tidak segera diatasi dengan kebijakan yang cepat dan tepat, maka kerugian yang diderita petani akan semakin besar. Hal ini juga berpotensi memicu kenaikan harga bawang merah di pasaran, yang pada akhirnya akan membebani konsumen.

Para petani berharap pemerintah daerah tidak tinggal diam dan segera turun tangan. Mereka butuh solusi konkret, bukan sekadar janji. Kehadiran petugas penyuluh lapangan yang aktif mendampingi, penyediaan pestisida dengan harga terjangkau, serta edukasi tentang teknik pengendalian hama terpadu sangat dibutuhkan saat ini. Tanpa adanya intervensi yang serius, petani bawang merah di Madiun akan terus menjerit dan terancam kehilangan mata pencaharian mereka.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

More From Author

Wagub Kaltim Minta SOP Kapal Wisata Usai Terumbu Karang Maratua Rusak

Antisipasi Musim Kemarau 2026, Pemkab OKU Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

slot88 slot777 slotgacor slot gacor slot gacor slot online slot88 slot gacor slot online Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live studi dinamika wild west gold pragmatic play eksplorasi mahjong ways pg soft simbol fitur kajian probabilitas mahjong ways 2 statistik analisis teknologi gates of olympus multiplier pengamatan pola sweet bonanza kombinasi simbol model evaluasi risiko mahjong wins 3 transformasi sistem interaktif starlight princess digital penelusuran mekanisme lucky neko distribusi simbol analisis volatilitas wild bounty showdown intensitas fitur pendekatan data sugar rush 1000 multiplier kombinasi kajian statistik fortune mouse frekuensi fitur evaluasi sistem digital wild west gold simulasi eksperimen analitik mahjong ways 2 kombinasi simbol riset perilaku pemain sweet bonanza x1000 multiplier pemodelan probabilistik gates of olympus volatilitas teknologi algoritmik pg soft mahjong wins 3 studi komparatif lucky neko fortune mouse volatilitas pemantauan data starlight princess frekuensi fitur analisis sistem wild bounty showdown statistik integrasi analisis probabilitas machine learning pg soft Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Rtp Live Analisis Data Starlight Princess Pendekatan Probabilistik Pengamatan Pola Hasil Mahjong Ways 2 Kajian Teknologi Permainan Aztec Gems Eksperimen Statistik Pada Fruit Party Analisis Sistem Pembayaran Perlindungan Data Game Pendekatan Machine Learning Mahjong Ways Studi Komparatif Gates Olympus Dan Sweet Bonanza Pemanfaatan Simulasi Monte Carlo Wild West Gold Riset Perilaku Digital Pada Mahjong Wins 3 Evolusi Algoritma Game Online Mahjong Ways 2 Analisis Ritme Permainan Wild West Gold Kajian Statistik Mahjong Ways Soroti Variasi Hasil Eksplorasi Fitur Bonus Sweet Bonanza Pemodelan Probabilitas Gates Of Olympus Studi Perilaku Pemain Pada Lucky Neko Perkembangan Teknologi Digital Mahjong Wins 3 Evaluasi Mekanisme Scatter Starlight Princess Pemetaan Volatilitas Wild Bounty Showdown Kajian Distribusi Simbol Fortune Mouse Transformasi Sistem Interaktif Sugar Rush 1000