BANGKA, Desapenari.id – Coba bayangkan, tanah yang dulu tandus, penuh lubang, dan nyaris tak bernyawa itu kini berubah total. Di kawasan Ketapang, Desa Belo Laut, Bangka Barat, lahan bekas tambang seluas 1,8 hektar yang dulu sunyi tanpa nilai ekonomi, kini secara menakjubkan menjelma menjadi kebun semangka yang berbuah luar biasa lebat. Hasilnya? Bikin kaget semua pihak!
Kolaborasi Dahsyat: Dari Tanah Kritis Melonjak Jadi Ladang Berkah 10 Ton
Yang lebih menggembirakan lagi, total hasil panen yang berhasil dikumpulkan mencapai angka fantastis, yaitu 10 ton. Keberhasilan gemilang ini langsung terwujud berkat kolaborasi solid antara kelompok tani setempat dan unsur pimpinan daerah yang bersinergi penuh. Mereka membuktikan bahwa kerja keras bersama mampu mengubah mimpi menjadi kenyataan.
Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha, dengan penuh semangat menyatakan bahwa keberhasilan panen spektakuler ini merupakan bukti nyata dan otentik. Menurutnya, lahan yang sebelumnya secara teknis tergolong kritis dan tak bernilai itu ternyata dapat dioptimalkan secara maksimal menjadi lahan super produktif. Oleh karena itu, ke depan, lahan ini akan memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Lahan Mati” Bangkit Berkat Semangat Kolaborasi, Bibit 2.000 Tanaman Langsung Disulap!
“Sobat, perlu kalian tahu, Lahan Ketapang ini sebelumnya benar-benar merupakan lahan kritis yang kurang produktif alias ‘lahan mati’,” jelas Pradana dengan antusias usai acara panen raya, Senin (8/6/2026). “Namun, dengan semangat kolaborasi yang membara dan pemanfaatan lahan yang tepat sasaran, kami bersama Kelompok Tani Belo Maju mengolah tanah tersebut secara serius. Hasilnya? Akhirnya mampu menghasilkan sekitar 10 ton semangka berkualitas,” tambahnya sembari tersenyum puas.
Dia melanjutkan penjelasannya secara rinci. Tim gabungan secara resmi menanam sebanyak 2.000 bibit semangka unggul di lahan tersebut tepat pada 8 April 2026. Kemudian, setelah melalui proses perawatan intensif dan penuh kesabaran selama kurang lebih dua bulan, tanaman semangka itu tumbuh dengan sangat baik. Alhasil, saat panen tiba, mereka menuai hasil yang sungguh menggembirakan dan melebihi target awal.
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polres dan Warga Bersatu Padu!
Menurut Kapolres, program pemanfaatan lahan bekas tambang ini bukan sekadar proyek biasa. Lebih dari itu, program ini merupakan bagian dari dukungan penuh Polres Bangka Barat terhadap program ketahanan pangan nasional. Di sisi lain, upaya ini sekaligus mendorong produktivitas sektor pertanian di daerah secara masif. Maknanya, polisi tak hanya menjaga keamanan, tapi juga ikut menghidupkan ekonomi rakyat.
“Keberhasilan ini dengan jelas menunjukkan bahwa lahan yang sebelumnya tidak produktif sekalipun dapat memberikan nilai ekonomi yang tinggi. Asalkan, kita mengelolanya secara serius dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” tegas Pradana dengan penuh keyakinan. “Kami sangat berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi kuat bagi masyarakat. Ayo, terus kembangkan sektor pertanian dan manfaatkan setiap jengkal lahan yang tersedia!” ajaknya menggugah semangat.
Varian Unggul, Bobot Rata-rata 5 Kg per Buah! Siapa yang Tak Tergiur?
Penasaran dengan jenis semangkanya? Jangan salah, semangka yang mereka budidayakan merupakan varian unggul pilihan. Saat dibelah, daging buahnya berwarna merah segar menggoda, sementara kulitnya hijau pekat mengkilap. Yang lebih membanggakan lagi, berat rata-rata per buah mencapai lima kilogram. Wow, besar dan berkualitas, bukan?
Fakta menarik lainnya, panen semangka ini secara langsung membuktikan bahwa lahan bekas tambang di Bangka yang dulunya dianggap hama dan rusak ternyata bisa ditumbuhi tanaman pangan berkualitas. Rahasianya? Mereka melakukan pengolahan tingkat keasaman tanah secara cermat dan profesional. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk bermalas-malasan!
Dukungan Penuh Semua Pihak Kunci Sukses Panen Raya
Kapolres juga dengan rendah hati menambahkan, keberhasilan panen raya yang spektakuler ini tidak akan terwujud tanpa dukungan penuh dari berbagai pihak. Mulai dari pemerintah daerah yang sigap, kelompok tani yang ulet, dunia usaha yang peduli, hingga seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi aktif dalam pengelolaan lahan hingga masa panen. Semua bergerak bahu-membahu.
Secara keseluruhan, acara panen raya semangka di Lahan Ketapang Polres Bangka Barat berlangsung lancar, meriah, dan penuh sukacita. Kegiatan ini menjadi simbol keberhasilan kolaborasi yang nyata antara aparat, pemerintah daerah, kelompok tani, dan sektor swasta. Mereka berhasil mengubah lahan kritis terabaikan menjadi kawasan produktif yang memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat. Sebuah kisah sukses yang layak ditiru oleh daerah lain di Indonesia!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

